
" Iya Dit, Insya Allah besok gue akan kesana sama istri gue, apa loe mau bareng sama kita?." tanya Ray sambil menggoda.
" Ogah gue bareng loe sama istri loe, bisa bisa jadi obat nyamuk abadi gue, lebih baik gue berangkat sendiri saja, siapa tahu di jalan nanti ada bidadari yang mau gue ajak kenalan, syukur syukur bisa gue nikahin saat itu juga." jawab Adit sambil terkekeh mengingat kata kata yang telah keluar dari mulut nya.
" Gue berangkat sendiri saja, asal loe gak suruh gue lembur." lanjut Adit.
" Tidak, malam ini loe free, jadi tenang saja, kita langsung ketemu di sana ya." Jawab Ray sambil melirik jam di tangan nya menunjukkan pukul 15.30.
" Ya sudah gue balik duluan ya, gue mau bawa istri gue lihat rumah baru kita." Lanjut Ray.
" Wiih sudah jadi Ray rumah loe?." Tanya Adit.
" Alhamdulilah, sudah Dit, mangka nya gue mau ajak kesana istri gue lihat rumah dulu, sehabis itu mau beli perabotan juga, biasa nya kalau istri yang milih perabotan, rumah akan terasa hidup Dit." Jawab Ray.
" Ok kalau begitu, selamat ya bro, atas rumah baru kalian, kalau perlu bantuan segera hubungi aku." Jawab Adit.
" Siap." Balas Ray lalu berpamitan pada Adit dan melangkah kan kaki nya menuju mobil yang sudah terparkir di depan perusahaan nya.
🥀🥀🥀
__ADS_1
Kini Ray, sudah berada tepat di depan RS, ia pun segera mengambil ponsel nya untuk menghubungi istri tercinta nya.
Tut tut tut (anggap saja suara ponsel ya kakak).
" Assalamualaikum." Mesya mengucap salam setelah mengangkat telp nya.
" Waalaikumsalam, sayang sudah selesai?." Tanya Ray.
" Ini Syasya lagi beresin barang barang bang, abang sudah selesai?." Tanya balik Mesya.
" Abang sudah di depan RS, sayang langsung keluar saja ya, kalau sudah selesau, abang tunggu di luar." Jawab Ray.
" Iya sayang, emuah, Waalaikumsalam. Jawab Ray
Mesya hanya menggeleng geleng kan kepala nya setelah mendengar suara suami nya.
Sambil tersenyum, ia merasa seperti anak ABG yang sedang kasmaran.
5 menit kemudian Mesya sudah berada di luar RS dan langsung masuk ke dalam mobil suami nya. " Assalamualaikum abang." Mesya mengucap salam dan segera meraih tangan Ray terlebih dahulu lalu mencium nya.
__ADS_1
" Waalaikumsalam, humaira abang tercinta." Jawab Ray lalu meraih kepala Mesya lalu mencium kening nya. Kegiatan rutin yang di lakukan Ray.
" Sudah siap nyonya?." Tanya Ray kepada istri nya.
" Abang ih apan sih panggil nya begitu." Tanya Mesya dengan wajah bersemu merah.
" Iya lah huamira abang, sayang itu kan nyonya di dalam rumah kita dan tentu nya di hati abang." Jawab Ray.
" Sekarang kita mau ke rumah kita jadi tidak salah dong kalau abang bicara seperti itu tadi....." Lanjut Ray.
"Terserah abang deh, Syasya nurut apa kata abang saja?." Jawab final Mesya karena ia tahu kalau ia tetap kekeh meladeni suami nya sudah pasti ia akan kalah dengan rayuan receh yang di layang kan suami nya pada diri nya.
" Ya sudah kita berangkat ok. Jawab Ray dengan mengijak gas di mobil nya
...🌷🌷🌷...
...Jangan lupa like dan Vote...
...Happy Reading...
__ADS_1