CINTA DALAM DOA

CINTA DALAM DOA
Eps 72


__ADS_3

Alarm berbunyi membangunkan tidur nyenyak Ais... Ais mengusap matanya sambil menatap jam dilayar ponselnya...waktu menunjukan jam 3 dini hari


" Abang bangun, sudah jam 3, kita harus segera mandi dan sholat subuh, katanya abang berangkatnya pagi." Ucap Ais sambil mengoyang-goyangkan lengan Juna


Juna membuka matanya dan terpana melihat Ais dengan baju tidur seksinya...kemudian tanpa aba-aba Juna langsung menarik Ais yang sedang duduk disampingnya, Ais terlentang di samping Juna dan menunggu lama Juna langsung menindih Ais dan ******* bibir seksi Ais...Ais tidak menolak sama sekali,, Ais malah membalas ******* suaminya, Akhirnya mereka kembali bertempur di pagi hari


Didalam kamar itu penuh dengan desahan ke dua insan yang lagi dibakar hasrat yang memuncak...


Mereka melakukan sampai dua ronde di pagi hari itu... padahal semalam mereka juga melakukannya, Juna seperti orang yang candu akan hal itu. Ais yang tidak pernah menolak, malahan Ais yang sangat agresif. selesai bertempur mereka mandi bersama karena waktu yang sudah mepet untuk Sholat subuh, setelah selesai Sholat subuh Juna membuka Laptopnya untuk melihat kiriman Email yang dikirim oleh Lian dan Pram, sedangkan Ais menuju dapurnya untuk menyiapkan sarapan Juna di meja,, setelah menyiapkan makanan di meja makan Ais meninggalkan meja baru beberapa langkah, bibik memanggil


" Non Ais..?."


Ais membalikkan badannya." Iya bik, Ada apa?."


" Non, kata den Juna sarapannya di bawa ke ruang kerjanya saja.. ucap Bibik membuat Ais menuju meja makan untuk menyiapkan makan untuk Juna


Pintu ruang kerja Juna sedikit terbuka,,, jadi Ais langsung masuk tanpa mengetok pintu, karena tangannya penuh membawa nampan yang isinya sarapan untuk Juna.


Juna yang mendengar suara pintu segera melihat ke arah pintu dan ternyata yang masuk adalah istrinya, Juna yang melihat penampilan Ais hanya bisa bengong melihatnya, karena sekarang Ais menggunakan gamis dengan warna kesukaan Juna, Ais masuk dengan senyum manisnya membuat detak jantung Juna tidak karuan


Ais yang masih sibuk menata makanan di meja tidak melihat kalau Juna sedang memandang serta mengambil foto Ais berbagai pose


" Bang, hayo mau makan apa mandangin adik?." Tanya Ais


Juna yang di sentuh bahunya oleh Ais langsung membuang nafas kasarnya sambil mengusap muka kasarnya.. Juna menarik tangan Ais, membuat Ais duduk di pangkuan Juna


" Dek, kenapa sih adik itu cantik banget, buat abang gak kuat dek,,," Ucap Juna yang frustasi


" Kenapa abang gak bisa nahan, selama ini abang bisa gitu, kenapa sekarang abang gak bisa?." Tanya Ais dengan polosnya


" Dulu abang bisa nahan karena abang belum tau rasanya dek, kalau sekarang abang sudah tahu rasanya jadi abang setiap berdekatan dengan adik langsung saja Onfire dek JJ abang."


Ais yang mengerti ucapan suaminya dan melihat ada sesuatu yangh bangkit disela-sela paha Ais itu langsung berdiri untuk menghindari Juna, Juna sudah membaca gerakan apa yang akan di ambil oleh Ais, jadi sebelum Ais berdiri, pinggang Ais sudah di kunci oleh Juna


" Mau kemana hmmm?." Tanya Juna

__ADS_1


" Iiii...itu bang, adik mau siapkan barang-barang yang akan di bawa abang nanti." Jawab Ais


" Kan semalam adik sudah siapkan semuanya, nanti abang langsung bawa." Jelas Juna


" Ais kamu bodoh, napa kamu bisa sebodoh ini, ah pasti abang ketawain Ais sekarang." Ucap Ais yang merutuki ucapannya


" Sayang, kamu tidak pandai untuk berbohong, wajah adik merah, kenapa hmm? apa abang tidak usah berangkat ya, biar Lian aja yang berangkat." Ucap Juna


" Jangan bang, abang harus tetap berangkat karena Oppa sudah memberi amanat pada Abang, jadi abang harus menepatinya, apa kata Oppa kalau Lian yang gantiin abang." Saran Ais


" Tapi abang gak bisa jauh sama adik, abang ingin berada didekat adik terus." Keluh Juna


" Abang, abang kan disana cuma 3 hari, jadi abang tahan dulu ya. biarkan kita saling merindu, disaat nanti bertemu pasti akan indah sayang," Ucap Ais


Juna yang mendengar Ais mengucapkan kata sayang langsung tersenyum


" Adik tadi bilang apa?."


" Yang mana bang?."


Ais yang langsung terdiam sambil berfikir." Adu Ais kenapa kamu cerboh lagi, pasti abang menilai Ais gadis gampangan."


" Iya kan sayang?."


" Abang suka kok dek, panggil abang sayang aja ya," Ucap Juna


" Ih abang, adik mau turun, sarapan dulu baru ngobrol lagi, keburu dingin makanannya."


" Iya abang mau sarapan tapi..."


" Tapi apa...."


Sebelum Ais melanjutkan pertanyaannya bibir Ais sudah di bungkam oleh Juna. mereka saling membalas sampai Ais kehabisan nafas lalu memukul dada Juna dengan pelan, setelah Juna melepas ciumannya.


" Hos hos hos, Ih abang genit."

__ADS_1


" Biarin genit sama istri sendiri dan abang belajar dari adik."


" Belajar apa bang?."


" Belajar genit, kan adik genit banget sama abang."


Ais yang mendengar suaminya berkata kalau dia genit langsung malu dan merah pipinya, Ais juga sadar kalau selama ini dia memang genit dan agresif pada suaminya,


" Ya udah Adik ke kamar dulu, abang sarapan dulu," Ais keluar tanpa mendengar jawaban dari suaminya karena keburu malunya bertambah


Sedangkan Juna tertawa sambil menggeleng-gelengkan kepalanya karena melihat istrinya yang malu karena dia mengatai istrinya genit, lalu Juna memakan sarapan paginya tanpa istri disampingnya,


Sekarang sudah pukul 8 pagi Juna sudah bersiap-siap untuk berangkat, Ais juga ikut mengantarkan suaminya ke bandara.


" Bang," Ucap Ais dengan manja


" Apa sayang?." Juna yang mengerti kalau Ais tidak mau ditinggal


" Bang," Ucap Ais lebih manja lagi karena sekarang Ais bergelanyut di lengan suaminya dan menyandarkan kepalanya di bahu suaminya


Juna lansgung membelai kepala istrinya yang berbalut dengan hijab


" Kata adik tadi, abang harus menepati amanah Oppa, jadi kita harus berpisah dulu ya sayang, cuma 3 hari aja kok, adik tadi bilang apa hayo, kita akan rindu sama orang yang rindukan dan disaat bertemu akan indah." Ucap Juna


Ais yang lupa kalau tadi dia memberi semangat saat suaminya meerajuk, sekarang dia harus bisa kuat di depan suaminya, agar suaminya mengerjakan pekerjaan dengan ringan dan segera pulang untuk Ais


" Iya deh, adik akan tunggu abang pulang, jadi abang harus semangat kerjanya agar cepat pulang."


" Alhamdulilah kalau adik paham, tunggu abang ya sayang, nanti abang minta semuanya di rapel ya, kalau sudah sampai dirumah, jadi adik harus siap-siap ya sayang," Ucap Juna sambil berbisik tepat ditelinga Ais yang berbalut hijab


" Siap abang, nanti abang mau pakai gaya apa?." Tanya Ais


🌷🌷🌷


Jangan lupa untuk semanga mengikuti Giveway nya ya kak, karena nanti tanggal 3 Januari 2021 akan Saya umumin Giveway yang pertama. Terima kasih

__ADS_1


__ADS_2