
"Dita kita main kekeluargaan saja, bagaimana perasaan kamu setelah apa yang di alami Irsyad menimpa keluarga kamu, apa kamu tidak ingat apa yang sudah menimpa Ikbal kakak laki-laki satu nya yang kamu miliki telah pergi meninggalkan kamu di dunia ini, kalau kamu memang mencintai Irsyad setidak nya kamu harus iklas untuk melepas Irsyad agar ia bahagia dengan apa yang telah ia pilih, apa kamu tidak merasa iba dengan Sindi, Sindi hamil anak dari kakak kamu, tapi setelah Sindi tahu kalau ia hamil malah kakak kamu pergi meninggalkan ia dan calon anak mereka selama-lama nya, apa kamu punya dendam terhadapat Sindi? kalau benar anak yang di kandung Sindi adalah keponakan kamu, apa kamu tega melihat ia lahir tanpa seorang laki-laki yang ber status ayah bagi nya, coba Dita kamu buka hati kamu, bukan nya kami menggurui kamu, kamu wanita cantik, kamu berpendidikan pasti banyak laki-laki yang siap untuk menjadikan kamu istri nya, bukan untuk merebut suami orang, saya yakin kalau abang kamu pasti mengajarkan hal baik kepada kamu, tolong renungkan ini semua ucapan dari kami, apa kamu tahu Dita, setelah Irsyad di bawa oleh pihak kepolisisan Sindi selalu berkata kalau ini salah dia, andai saja saat itu Sindi tidak menikah dengan Irsyad pasti saat ini Irsyad tidak akan mengalami hal seperti ini, bahkan Sindi rela untuk melepas Irsyad buat kamu, karena Sindi memang ia tidak pantas buat Irsyad karena Sindi telah mengandung anak bukan darah daging Irsyad, lihat lah Sindi Dita, coba fikirkan, kami di sini tidak berpihak ke Sindi atau menyalahkan kamu, tapi kami memihak sesuai dengan agama, dimana posisi Sindi adalah sebagai istri Irsyad dan Irsyad pun mengakui dan tidak ingin berpisah dengan Sindi, jadi saya mohon untuk mempertimbangkan ucapa dari saya ini, sudah cukup kalau begitu mari saya antarkan kamu pulang ke rumah." Ucap Juna
Dita tiba di rumah dengan tatapan kosong, ia berjalan ke dalam kamar, semua orang tidak tahu kalau Dita sudah pulang karena mama Ajeng sekarang sedang menemui papa Danu, papa Danu saat ini sedang marah besar dan mama Ajeng masih menenangkan kondisi suami nya itu...
Flasback on
Brukk
Pintu di buka dengam sangat keras sampai-sampai mama Ajeng kaget karena mama Ajeng lagi menikmati minuma teh faforit nya sambil membaca majalah
__ADS_1
"Papa." Ucap mama
"Papa kenapa? kenapa dengan pakaian papa? papa kan habis dari luar kota, kenapa kondisi menjadi seperti ini?." mama Ajeng memberondong pertanyaan kepada papa Danu
"Hancur sudah!!!! hancur semua nya." kata itu yang keluar dari bibir papa
"Maksud nya pa?." Tanya mama Ajeng yang masih bingung
"Apa!!!!." Teriak mama
__ADS_1
"Tidak mungkin, ini tidak mungkin pa, mama tidak mau kalau kita bangkrut pa, mama tidak mau hidup miskin, pokok nya mama tidak mau pa." Ucap mama Ajeng
"Papa itu bagaimana kalau kerja, jadi laki-laki itu harus bisa segala, memang papa itu laki-laki yang tidak becus, laki-laki yang tidak berguna, laki-laki yang tidak bisa membahagiakan anak dan istri nya, laki-laki bodoh." Cacian terus menerus dari mama Ajeng kepada papa Danu
...Hayo tebak, kelanjutannya bagaimana kakak...
...🌷🌷🌷...
...To be continued...
__ADS_1
...Terima kasih sudah membaca karya saya...
...Maaf kalau masih banyak kata-kata atau tulisan yang masih salah...