
" Karena bang, kebaikan abang membuat Sindi bisa melewati semua ini dengan baik." Jawab Sindi
" Jangan sungkan, ini sudah menjadi kewajiban abang dan tanggung jawab abang sebagai seorang suami dan papi." Jawab Irsyad dengan tersenyum
" Sin, apa kamu bahagia bersama abang?." Irsyad bertanya pada Sindi
" Sindi sangat bersyukur bang, bisa bertemu dengan abang dan Sindi sangat bahagia." Jawab Sindi
" Entah sejak kapan bang, Sindi mulai mencintai abang, Sindi tau seharusnya Sindi tidak memiliki perasaan ini terhadap abang." Lanjut ucap Sindi di dalam hati
Irsyad pergi membeli makanan ikan karena ternyata di danau itu di penuhi dengan ikan berwarna orens dan putih, setelah mendapat makanan ikan, Irsyad dan Sindi memberikan makanan untuk ikan yang sudah di beli nya, tampak ikan itu berebut makanan, tidak henti nya Sindi mengembangkan senyum di wajah nya
__ADS_1
" Apa abang akan selalu membuat aku tersenyum seperti ini bang?." Ucap Sindi di dalam hati
Sindi menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskan nya, Sindi memikirkan perasaaan nya yang menurut nya salah, karena Irsyad tidak pernah menunjukkan rasa ketertarikan pada nya, selama ini hanya rasa nyaman dan sayang yang keluar dari
bibir suami nya, Irsyad hanya menganggap Sindi seperti Ikbal, Ikbal sahabat nya, kalau Sindi adik nya, tapi Sindi memiliki perasaan yang sama seperti perasaan nya pada Inbal mantan kekasih nya
Sindi dan Irsyad berjalan menikmati pemandangan indah berbagai macam jenis bunga ada di sana, sampai tiba di hamparan bunga lavender yang sangat luas, Irsyad meminta Sindi untuk berfoto di latar belakang nya hamparan bunga indah itu
Sang photografer mengarahkan Irsyad berpose memeluk Sindi, terlihat keragu-raguan di antara ke dua nya, namun sang photografer itu terus memaksan nya, sampai akhir nya sang photografer mengambil beberapa gambar ada saat mereka saling menatap satu sama lain, ada juga pose yang di usulkan oleh sang photografer tadi pose Irsyad memeluk pinggang Sindi, dan satu lagu Irsyad memeluk Sindi dari belakang dan melingkarkan kedua tangan nya di bawah perut Sindi, sontak saja seperti photoshoot maternity
Seusai mengambil pose tersebut, mereka di giring sang photografer tersebut menuju sebuah studio mini di sana untuk mencetak satu foto saja saat pose saling menatap tapi Irsyad melihat hasil jepretan sang photografer itu sangat indah, akhir nya Irsyad mencetaj semua foto itu
__ADS_1
Sepulang dari taman bunga, Sindi dan Irsyad terlihat semakin dekat, Sindi juga terkadang membuatkan bekal untuk makan siang suami nya
Sampai suatu hari jam dinding sudah menunjukkan pukul 22.00 suami nya belum juga tiba di rumah, malam itu hujan turun dengan deras nya membuat Sindi gelisah menunggu kepulangan suami nya, yang biasa nya tidak pernah pulang sampai larut malam begini, berulang kali Sindi menghubungi ponsel suami nya tapi tidak ada jawaban dan membuat perasaan Sindi semakin kalut
Sindi terus mondar-mondir seperti seterikaan yang tidak henti-henti nya membuka korden ruang tamu yang sudah ia tutul sejak pukul 20.00
...🌷🌷🌷...
...To be continued...
...Terima kasih sudah membaca karya saya...
__ADS_1