
" Baiklah, Ais akan bernyanyi tapi Ais minta di temenin seseorang, apakah ada yang mau menemani Ais disini?." Tanya Ais pada teman-temannya, tapi sorot mata tajam Juna langsung memandang Ais agar tidak di lanjutkan, Ais yang dipandang oleh suaminya langsung tersenyum
" Baiklah kalau begitu biar Ais aja ya yang memilihnya, Ais akan meminta seseorang yang sangat istimewah, berarti dalam hidup Ais, Abang bisa naik ke sini?." Panggil Ais pada Juna
Juna langsung menunjuk dirinya sendiri dan dapat anggukan oleh Ais, Juna berdiri dan mengambil gitar yang di bawa oleh Ais tadi
" Baik, kita mulai ya, semoga teman duet Ais suara bagus biar suara fals Ais tidak terlihat
Jreng
Juna mulai memetik senar gitar
Juna bernyanyi dulu
Suatu hari
Dikala kita duduk ditepi pantai
Dan memandang ombak dilautan yang kian menepi
Burung camar terbang
Bermain diderunya air
Suara alam ini
Hangatkan jiwa kita
Sementara
Sinar surya perlahan mulai tenggelam
Suara gitarmu
Mengalunkan melodi tentang cinta
Ada hati
Membara erat bersatu
Getar seluruh jiwa
Tercurah saat itu
Kemesraan ini
Janganlah cepat berlalu
Kemesraan ini
Inginku kenang selalu
__ADS_1
Hatiku damai
Jiwaku tentram di samping mu
Hatiku damai
Jiwa ku tentram
Bersamamu
Ais yang mendengar suara Juna tersenyum dan di sambung oleh Ais
Sementara
Sinar surya perlahan mulai tenggelam
Suara gitarmu
Mengalunkan melodi tentang cinta
Ada hati
Membara erat bersatu
Getar seluruh jiwa
Tercurah saat itu
Kemesraan ini
Janganlah cepat berlalu
Kemesraan ini
Inginku kenang selalu
Hatiku damai
Jiwaku tentram di samping mu
Hatiku damai
Jiwa ku tentram
Bersamamu
Kemesraan ini
Janganlah cepat berlalu
Kemesraan ini
__ADS_1
Inginku kenang selalu
Hatiku damai
Jiwaku tentram di samping mu
Hatiku damai
Jiwa ku tentram
Bersamamu
Di ulang 2x
Semua ikut bernyanyi dan larut dalam petikan music grub Juna dan Ais, setelah selesai menyanyikan lagu, Semua bertepuk tangan
" Bang lagi Bang, Ais lagi." suara para siswa
" Bakso ya yang lagi, beli sendiri."
" Bukan Ais." Jawab salah satu temannya
" Lha tadi teman-teman manggil bang lagi bang. berarti kan kalian mau beli bakso."
😄😄😄" Ais itu tu abang lo yang kita minta nyanyi lagi, bukan minta bakso" Jawab teman Ais yang lainnya
" Ok ok, Ais paham kok.
di tempat duduk keluarga Juna dan Ais yang dari tadi memperhatikan tingkah laku anak dan menantunya itu hanya tertawa terus sampai perutnya sakit
" Sayang, Ais itu seperti adik." Ucap Bagas pada Tika
" Yang bener mas?." Tanya Tika pada Bagas
" Iya sayang, waktu ketemu mas, adik itu kalem banget coba beberapa bulan, genitnya keluar, 😄😄😄, Abang pasti merasakan apa yang mas rasakan dulu."
Tika langsung mencubit pinggan Bagas
" Auw sakit sayang." Bagas mengelus pinggangnya
" Rasain, sapa suruh bilang adik genit."
" Lho emang bener kan, adik itu genit banget sama mas, coba siapa yang suka elus-elus paha mas, siapa yang sering duduk di pangkuan mas, padahal disebelah masih ada tempat untuk duduk." Jelas Bagas
Tika yang mendengar wajahnya langsung memerah," Ah itu adik lagi khilaf aja." Kilah Tika
" Oke, tapi mas suka kok kalau adik khilaf seperti itu, tapi khilafnya sama mas aja ya sayang." Ucao Bagas sambil membelai pipi istrinya
🌷🌷🌷
Alhamdulilah, Jangan lupa tinggalin jejak ya kan ❤
__ADS_1