CINTA DALAM DOA

CINTA DALAM DOA
Eps 45


__ADS_3

" Baiklah, Ais akan bernyanyi tapi Ais minta di temenin seseorang, apakah ada yang mau menemani Ais disini?." Tanya Ais pada teman-temannya, tapi sorot mata tajam Juna langsung memandang Ais agar tidak di lanjutkan, Ais yang dipandang oleh suaminya langsung tersenyum


" Baiklah kalau begitu biar Ais aja ya yang memilihnya, Ais akan meminta seseorang yang sangat istimewah, berarti dalam hidup Ais, Abang bisa naik ke sini?." Panggil Ais pada Juna


Juna langsung menunjuk dirinya sendiri dan dapat anggukan oleh Ais, Juna berdiri dan mengambil gitar yang di bawa oleh Ais tadi


" Baik, kita mulai ya, semoga teman duet Ais suara bagus biar suara fals Ais tidak terlihat


Jreng


Juna mulai memetik senar gitar


Juna bernyanyi dulu


Suatu hari


Dikala kita duduk ditepi pantai


Dan memandang ombak dilautan yang kian menepi


Burung camar terbang


Bermain diderunya air


Suara alam ini


Hangatkan jiwa kita


Sementara


Sinar surya perlahan mulai tenggelam


Suara gitarmu


Mengalunkan melodi tentang cinta


Ada hati


Membara erat bersatu


Getar seluruh jiwa


Tercurah saat itu


Kemesraan ini


Janganlah cepat berlalu


Kemesraan ini


Inginku kenang selalu

__ADS_1


Hatiku damai


Jiwaku tentram di samping mu


Hatiku damai


Jiwa ku tentram


Bersamamu


Ais yang mendengar suara Juna tersenyum dan di sambung oleh Ais


Sementara


Sinar surya perlahan mulai tenggelam


Suara gitarmu


Mengalunkan melodi tentang cinta


Ada hati


Membara erat bersatu


Getar seluruh jiwa


Tercurah saat itu


Kemesraan ini


Janganlah cepat berlalu


Kemesraan ini


Inginku kenang selalu


Hatiku damai


Jiwaku tentram di samping mu


Hatiku damai


Jiwa ku tentram


Bersamamu


Kemesraan ini


Janganlah cepat berlalu


Kemesraan ini

__ADS_1


Inginku kenang selalu


Hatiku damai


Jiwaku tentram di samping mu


Hatiku damai


Jiwa ku tentram


Bersamamu


Di ulang 2x


Semua ikut bernyanyi dan larut dalam petikan music grub Juna dan Ais, setelah selesai menyanyikan lagu, Semua bertepuk tangan


" Bang lagi Bang, Ais lagi." suara para siswa


" Bakso ya yang lagi, beli sendiri."


" Bukan Ais." Jawab salah satu temannya


" Lha tadi teman-teman manggil bang lagi bang. berarti kan kalian mau beli bakso."


😄😄😄" Ais itu tu abang lo yang kita minta nyanyi lagi, bukan minta bakso" Jawab teman Ais yang lainnya


" Ok ok, Ais paham kok.


di tempat duduk keluarga Juna dan Ais yang dari tadi memperhatikan tingkah laku anak dan menantunya itu hanya tertawa terus sampai perutnya sakit


" Sayang, Ais itu seperti adik." Ucap Bagas pada Tika


" Yang bener mas?." Tanya Tika pada Bagas


" Iya sayang, waktu ketemu mas, adik itu kalem banget coba beberapa bulan, genitnya keluar, 😄😄😄, Abang pasti merasakan apa yang mas rasakan dulu."


Tika langsung mencubit pinggan Bagas


" Auw sakit sayang." Bagas mengelus pinggangnya


" Rasain, sapa suruh bilang adik genit."


" Lho emang bener kan, adik itu genit banget sama mas, coba siapa yang suka elus-elus paha mas, siapa yang sering duduk di pangkuan mas, padahal disebelah masih ada tempat untuk duduk." Jelas Bagas


Tika yang mendengar wajahnya langsung memerah," Ah itu adik lagi khilaf aja." Kilah Tika


" Oke, tapi mas suka kok kalau adik khilaf seperti itu, tapi khilafnya sama mas aja ya sayang." Ucao Bagas sambil membelai pipi istrinya


🌷🌷🌷


Alhamdulilah, Jangan lupa tinggalin jejak ya kan ❤

__ADS_1


__ADS_2