
" Daddy juga sependapat dengan mommy, kamu tenang saja Sin, kami bukan keluarga yang akan membuat kamu menderita di dalam sana, kalau kami begitu sudah di pastikan papa kamu akan menghajar daddy." Jawab Bagas sedikit membuat candaan agar suasana sedikit mencair
" Dasar kamu Gas, dari dulu kamu selalu begitu, Sin kamu sendiri tahukan keluarga daddy dan mommy bagaimana, sudah di pastikan kamu di sana akan gemuk." bukannya serius Angga malah membuat candaan itu semakin menarik
Semua di sana akhirnya tertawa
" Bang, Sindi mau menikah sama abang, bimbing Sindi menjadi istri yang abang mau dan di ridhoi oleh Allah, tuntun Sindi ke jalan Allah, nanti kalau Sindi ada salah tegur Sindi ya, untuk mommy dan daddy, maafkan Sindi yang akan menjadi aib di keluarga mommy dan daddy, bimbing Sindi ya mom dad?." Ucap Sindi dalam duduknya
Tika langsung mendekati Sindi, Angga memberi tempat pada Tika.
" Nak, kami tidak merasa kalau itu aib, aib memang aib tapi bagaimana kita harus mencari solusi dan bangkit dari keterpurukan, hidup itu berjalan ke depan, meskipun punya masa lalu yang kelam, kita tidak boleh larut dalam masalah itu, masa lalu jangan di lihat nak, biarkan itu sebagai pelajaran buat kita untuk kedepannya agar kita tahu kalau kita menemui hal sama kita sudah bisa mengambil langkah apa yang harus di ambil agar tidak twrjadi kesalahan yang sama." Jawab Tika yang memegang tangan Sindi
" Terima kasih mom, ma, kalian memang ibu yang tiada duanya bagi Sindi, kalian selalu ada saat Sindi dalam keterpurukan, mungkin gaya hidup Sindi yang membuat hidup Sindi jauh dari agama." Ucap Sindi
__ADS_1
" Baiklah bagaimana kalau ini bisa di namakan dengan lamaran?."
" Iya Gas, aku juga setuju." Jawab Angga
" Sindi." Panggil Bagas
Sindi menatap ke daddy
" Iya dad." Jawab Sindi
Dalam Surat At-Talaq Ayat 4 Allah SWT berfirman:
وَاللَّائِي يَئِسْنَ مِنَ الْمَحِيضِ مِنْ نِسَائِكُمْ إِنِ ارْتَبْتُمْ فَعِدَّتُهُنَّ ثَلَاثَةُ أَشْهُرٍ وَاللَّائِي لَمْ يَحِضْنَ ۚ وَأُولَاتُ الْأَحْمَالِ أَجَلُهُنَّ أَنْ يَضَعْنَ حَمْلَهُنَّ ۚ وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مِنْ أَمْرِهِ يُسْرًا
__ADS_1
Wal-la`i ya`isna minal-mahiḍi min nisa`ikum inirtabtum fa 'iddatuhunna salasatu asy-huriw wal-la`i lam yahidn, wa ulatul-ahmali ajaluhunna ay yada'na hamlahunn, wa may yattaqillaha yaj'al lahu min amrihi yusra.
Artinya: Dan perempuan-perempuan yang tidak haid lagi (monopause) di antara perempuan-perempuanmu jika kamu ragu-ragu (tentang masa iddahnya), maka masa iddah mereka adalah tiga bulan; dan begitu (pula) perempuan-perempuan yang tidak haid. Dan perempuan-perempuan yang hamil, waktu iddah mereka itu ialah sampai mereka melahirkan kandungannya. Dan barang siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Allah menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya.
" Dari ayat di atas, dijelaskan bahwa seorang perempuan boleh dinikahi jika dia sudah melahirkan. Walaupun belum tuntas masa nifasnya, perempuan itu sudah sah untuk dinikahi.
" Namun lain halnya, jika laki-laki atau perempuan itu memaksa menikah meskipun si perempuan masih dalam keadaan hamil. Maka pernikahannya harus diulangi kembali karena kembali lagi dengan peraturan di awal, perempuan bisa dinikahi apabila sudah tidak dalam keadaan mengandung.
...🌷🌷🌷...
...Hai kakak-kakak semua, saya mau ingetin nih, bagi yang mau ikut Giveway ya, seperti 2 bulan yang lalu, bulan ini saya juga akan mengadakan Give way, Terima kasih...
...🌷🌷🌷...
__ADS_1
...To be continued...