
Tika merasakan kalau ada yang bergerak dan tanpa sengaja tangan Bagas bergerak,
" mas, mas kamu sudah sadar sayang,
" haus, haus, (Bagas mengucapkan haus dengan mata masih tepejam)
" ini mas, minum, pelan ya mas, (Tika memberi minum Bagas dengan sendok, setelah memberi suaminya minum Tika memanggil Dokter)
" Dok, Dokter
" kenapa Dokter
" suami saya sudah sadar Dok
" mereka berlari ke ruangan Bagas,
setelah memeriksa Bagas
" Alhamdulilah Dokter Kartika, suami Dokter sudah sadar dari komanya, kalau begitu saya permisi ya Dok
" iya Dok, terima kasih
" sama-sama
setelah Dokter pergi, Kartika dan Juna mendatangi Bagas yang ada di atas tempat tidurnya
" mas, Daddy, (ucap Tika dan Juna)
__ADS_1
mereka bertiga berpelukan sampai Tika menangis
" sayang, jangan menangis, mas sudah kembali sayang
" adik menangis bahagia mas
" Daddy, abang kangen sama Daddy
" Daddy juga kangen sama abang
Bagas mencium semua wajah anak dan istrinya itu,
" sayang kamu kok kurus banget sekarang, pasti gara-gara tungguin mas ya, maafin mas ya sayang
" tidak ada yang perlu di maafkan mas, itu semua sudah kewajiban adik buat jagain dan merawat mas
" Alhamdulilah sehat semua mas, mereka mengerti kalau Mommynya lagi merewat Daddynya jadi mereka tidak merepotkan Mommy kok
" syukurlah kalau begitu
" sebentar ya mas, adik mau telp mama papa dan ayah, mereka belum tahu kalau mas sudah sadar
" iya sayang, sini bang, sama Daddy disini
" abang seneng tidak sudah lihay Daddy disini
" abang seneng banget Dad, mulai sekarang abang janji tidak akan nakal lagi, abang akan jadi anak yang pintel dan selalu jagain Daddy, Mommy dan adik-adik abang dali olang-olang jahat
__ADS_1
" hahahhahahaha, makasih ya bang
" sama-sama Daddy
setelah Tika menelpon orang tuanya segera kembali ke kamar, mereka saling bercerita dan semuanya dan tidak ada yang ditutuppi,
Bagas sangat kagum terhadap istrinya, seorang istri yang sabar dan selalu berada disisinya
1 jam kemudian orang tua Bagas dan Tika datang, mereka sangat senang karena Bagas sudah kembali lagi, disaat lagi sLing berbicang-bincang Bagas ingin ke toilet, Tika membatntu suaminya untuk bangun dari tidurnya, saat ingin menapakan kakinya Bags terjatuh dan tidak bisa berdiri lagi
" sayang aku kenapa? sayang (sambik memukul-mukul kakinya)
semua syok melihat Bagas terjatuh
" sebentar ya mas, kita kembali ke tempat tidur lagi, (papa ikut membantu Bagas kembali ke tempat tidur), adik panggil Dokter dulu ya mas
Dokter memeriksa kaki Bagas dan hasilnya
" maaf pak, Dokter Kartika, seperti yang pernah saya bilang dulu, kalau kaki suami anda pernah terjepit di badan kendaraan dan mengakibatkan kelumpuhan Dok,
" apa Dok, saya lumpuh? itu tidak mungkin sayang, mas tidak mau lumpuh, kalau mas lumouh bagaimana dengan adik dan anak-anak sayang, (Bagas menghadap ke orang tuannya) ma pa, Bagas tidak mau lumpuh ma, Bagas harus bisa jalan ma pa, Bagas punya tanggung jawab yang besar ma, kalau Bagas lumpuh nanti bagaimana dengan keluarga Bagas ma, siapa yang akan kasih nafkah mereka, Dok tolong Dok, tolong saya, sya tidak mau lumpuh,
semua yang ada disana hanya bisa diam dan menangis melihat kondisi Bagas, tadi semua tersenyum melihat Bagas sudah kembali kenapa sekarang sedih lagi melihat Bagas tidak bisa berjalan,
---------
pasti nangis lagi ya,,, Authornya juga nangis saat menulis ini, jangan lupa tinggalin jejak ya kak
__ADS_1