
Setelah di persilahkan masuk ke tiga orang paru baya itu masuk ke dalam halaman rumah tersebut.
Tok tok tok
Pintu di buka.
"Bi, bu Citra nya ada?." tanya Fitri
"Ada nyonya, silahkan masuk." jawab bibi
Selang berapa lama Citra dan Angga datang dari dalam. melihat tamu yang datang emosi Citra langsung muncul.
"Ka..kamu datang, untuk apa kalian datang ke rumah ini,." Tanya Citra dengan ekspresi tidak nyaman dengan kehadiran tamu yang tidak di undang nya itu.
__ADS_1
"Ma jangan begitu, nama nya tamu wajib di hormati."Ucap Angga yang mengerti atas emosi istri nya itu.
"Nyonya Citra, saya akan menjelaskan tapi sebelum nya lebih baik kita membicarakan ini dengan kepala dingin." Ucap Fitri yang menengahi.
Sedangkan Ajeng hanya bisa menundukkan kepala nya karena ia teringat atas apa yang ia ucap kan dulu terhadap Citra.
"Silahkan duduk." Setelah berfikir sejenak Citra mempersilahkan tamu nya untuk duduk, karena tadi ke tiga tamu nya sempat berdiri karena ia berteriak tadi.
Baru saja Citra mempersilahkan duduk, tiba tiba seseorang menarik kaki nya, Citra dengan terpaksa menghentikan langkah kaki nya, lalu menatap sosok wanita yang bersimpuh di kaki nya, Citra dapat dengan jelas melihat Ajeng memohon agar Citra mau menuruti keinginan nya yang membuat merek datang.
Bagaimana pun juga Ajeng adalah orang yang cukup terpandang di kota ini, apa lagi dengan status suami nya, yang selalu Ajeng gunakan untuk pamer pada orang lain, tapi tidak untuk saat ini, ia lebih memilih untuk bersimpuh di bawa kaki orang yang sempat ia rendahkan saat itu.
"Silahkan duduk pak Danu, bu Ajeng dan bu Fitri saya mau kebelakang dulu, permisi." Ucap Citra sopan berniat memberitahukan bibi untuk membuatkan teh dan makanan kecik untuk para tamu nya itu, tidak lama Citra kembali dengan bibi di belakang nya yang membawa nampan yang berisikan beberapa cangkir dan makanan kecil.
__ADS_1
Dengan hati hati bibi menempat kan teh nya di atas meja lebih tepat nya di depan para tamu masing masing, "Silahkan di minum teh nya selagi hangat." Ucap Citra setelah melihat bibi pergi dari ruang tamu.
"Saya merasa sangat malu, anda menyambut saya dengan sangat baik, jika saya kembali mengingat apa yang saya lakukan pada anda begitu buruk." Ajeng menundukkan kepala nya lagi, ia mengingat bagaimana dulu ia mengusir dan mengolok olok wanita di hadapan nya itu dengan begitu tidak sopan.
"Nyonya Ajeng bagaimana pun juga saat itu kalian dalam suasana hati yang kurang baik setelah kepergian putra kalian, saya dapat memaklumi untuk kejadian saat itu." Citra menyunggingkan senyuman nya setelah menjawab pertanyaan dari Ajeng.
"Sekali lagi kami mohon maaf kan sikap kami yang lalu pada kalian, kami benar benar telah membuat kesalahan fatal di masa lalu pada Sindi dan ibu." Terlihat dengan jelas dari sorot mata nya beberapa ia sangat menyesali tindakan nya di waktu itu, sampai Danu harus kehilangan putra satu satu nya itu selama lama nya.
...Hayo tebak, kelanjutannya bagaimana kakak...
...🌷🌷🌷...
...To be continued...
__ADS_1
...Terima kasih sudah membaca karya saya...
...Maaf kalau masih banyak kata-kata atau tulisan yang masih salah...