
Di tempat kediaman rumah keluarga Pamungkas hati mommy sesak banget, ia bingung ini kenapa dada nya, padahal ia tidak punya sakit sesak nafas, terus apa ini. mommy berbicara sendiri
Daddy yang melihat istri nya mengeluarkan keringat dingin bingung dan langsung menghampiri nya
" Sayang, adik kenapa?." Tanya Bagas
" Mas, adik tidak tahu, kenapa beberapa hari ini dada adik sesak banget mas, padahal adik tidak punya sakit sesak nafas, kenapa ya mas, adik kefikiran anak-anak mas." Ucap Tika sambil menahan rasa sakit di dada nya, Bagas langsung berlari ke dapur untuk mengambilkana air hangat untuk istri nya, putra putri Bagas yang melihat daddy berlari jadi ikut panik
" Daddy ada apa, kenapa daddy lari?." tanya Lian dan di ikuti oleh Juna dan Mesya
" Mommy," Jawab daddy singkat dan tidak fokus untuk menjawab pertanyaan dari anak-anak nya
" Mommy kenapa dad?." Tanya Juna dan Mesyad bersamaan
" Ayo ikut saja, jangan banyao bicara, kasihan mommy di kamar." Tanpa berbicara lagi daddy meninggalkan dapur dan di ikuti oelh ke 3 anak nya
*Cek**lek*
__ADS_1
Pintu kamar terbuka, Juna dan Lian langsung nerobos masuk saat daddy nya membuka pintu dan langsung naik ke atas tempat tidur sambil memegang tangan sang mommy
" Mommy kenapa? mommy sakit?." Tanya Juna sambil membersihkan keringat yang ada di dahi mommy
" Mommy tidak apa-apa nak." Jawab mommy
" Kalian minggir dulu ya." Ucap daddy sambil memberikan air hangat pada istri nya, Juna langsung pindah ke dekat Lian dan Mesya
" Di minum ya sayang air nya, biar dada adik tidak sakit lagi." Ucap daddy
Jantung ke tiga anak-anak nya berdetak begitu kencang saat daddy nya bilang dada sang mommy sakit
" Daddy, tolong kasih tahu kita, mommy kenapa, hiks hiks hiks." Tanya Mesya sambil menangis
" Sayang mommy tidap apa-apa, cuma mommy tidak tahu kenapa dada mommy sesak banget beberapa hari ini, yang di rasakan mommy bukan seperti sakit sayang, mommy merasakan akan terjadi apa-apa dengan keluarga kita nak." Jawab mommy sambil membersihkan air mata Mesya
" Kita telp semua nya Lian, kita tanya mereka satu per satu, apalagi sekarang oma, opa dan kakek lagi di Jakarta untuk melihat perusahaan di sana." Ucap Juna pada Lian
__ADS_1
" Baik bang, mom dad kita keluar ya sebentar untuk telp, dik kamu di sini saja ya, temani mommy dan daddy, bang Lian dan bang Juna ke luar sebentar." Ucap Lian
" Iya bang." Jawab Mesya sambil memeluk mommy nya
Lian dan Juna keluar, Ais dan Bianca melihat suami nya keluar dari kamar orang tua nya bertanya-tanya
Setelah Juna dan Lian menjelaskan apa yang terjadi langsung para istri menuju kamar mertua mereka, sejak mereka menjadi keluarga Pamungkas mereka tidak pernah menganggap mommy dan daddy mertua lagi, mereka menganggap sebagai orang tua kandung mereka karena mommy dan daddy tidak pernah menganggap mereka menantu melainkan sebagai anak kandung juga, jadi saat mendengar mommy sakit Ais dan Bianca langsung masuk tanpa mengetuk pintu, mereka takut terjadi apa-apa pada mommy nya, sedangkan Juna menelpon oma nya dan mereka bertiga alhamduliah baik-baik saja, dan Juna juga memberitahukan kondisi mommy sekarang, saat itu juga oma opa dan kakek langsung pulang.
Hayo tebak, kelanjutnya bagaimana kakak
...🌷🌷🌷...
...To be continued...
...Terima kasih sudah membaca karya saya...
...Maaf kalau masih banyak kata-kata atau tulisan yang masih salah...
__ADS_1