
Sindi memandangi wajah kecil Omar yang saat ini tertidur lelap, Sindi tidak kuasa menahan buliran air mata nya, "hiks....hiks....hiks.... Kenapa dengan kehidupan ku ini Ya Allah kenapa Engkau membiarkan anak ku yang masih begitu kecil melewati masa sulit ini, apa salah ku Ya Allah." Ucap Sindi
"Aku harus kuat kehilangan orang orang yang aku sayangi, Tapi anak ku masih terlalu kecil hiks...hiks...hiks.. aku tidak pernah membayangkan kehidupan ku yang sangat menyedihkan ini dan aku harus membawa nya di kehidupan ku yang tidak sebaik harapan ku. Aku selalu bermimpi saat aku dewasa aku akan menikah dengan laki laki yang mencintai ku dan akan mencintai nya dengan segenap jiwa dan raga, aku akan menghabiskan dengan nya sampai kami tua, menyaksikan anak anak kami tumbuh besar bersama, tapi kenapa justru kenyataan aku harus menyaksikan anak ku tumbuh seorang diri, hiks...hiks....hiks...." ucap Sindi yang terus menangis
Malam hari nya entah kenapa beby Omar sangat rewel tidak seperti biasa nya, sampai membuat Sindi pusing karena menahan kantuk, Omar yang biasa nya tidak pernah rewel saat malam hari biasa nya selalu tertidur pulas, tapi malam ini seperti nya bayi mungil itu tahu sesuatu yang sejak sore di pikiran mami nya.
"Ada apa? kenapa menangis." Tanya Irsyad yang mendengar tangisan dari putra nya
"Entah lah bang, Omar tidak seperti biasa nya seperti ini, padahal aku sudah memberi nya Asi tapi tetap saja Omar terus menangis." Jawab Sindi
__ADS_1
"Coba sini kemari kan biar abang yang mencoba menenangkan nya." Jawab Irsyad sambil mengambil Omar dan langsung menimang nya dan benar saja setelah di gendong oleh Irsyad, Omar mulai tenang, dan membuat Sindi merasa lega melihat nya.
Dalam hati nya Sindi berkata. "Apa kamu benar benar tidak ingin berpisah dengan nya Omar?, kenapa kamu begitu damai di peluk kan nya, bahkan mami sejak tadi menenangkan mu tapi kamu tetap saja menangis, kamu membuat mami sangat khawatir nak."
Sekitar 30 menit Omar yang berada di dalam pelukan Irsyad akhir nya tertidur, saat sudah tidur Irsyad mencoba membaringkan Omar di tempat tidur nya, tapi Omar justru kembali menangis seperti tadi membuat Irsyad terpaksa mengangkat nya dan menggendong nya kembali.
"Tidak apa seperti nya Omar merindukan abang, biar kita bawa Omar tidur bersama kita saja." Jawab Irsyad
Akhir nya Sindi menuruti usulan yang Irsyad katakan, malam itu mereka tidur ber tiga seperti sebuah keluarga kecil, biasa nya Sindi selalu menidurkan bayi nya di ranjang box bayi yang berada di sebelah nya. setelah Irsyad dan Omar tertidur pulas, justru Sindi yang terjaga sepanjang malam, ia terus memikirkan keinginan untuk meninggalkan Irsyad perasaan dan pemikiran nya, bertolak belakang membuat nya bimbang dengan keputusan nya yang akan di ambil sampai pagi hari Sindi juga masih belum bisa tidur sama sekali. Di pagi hari, wajah Sindi sangat terlihat pucat karena kurang ber istirahat, Mommy yang melihat nya langsung membuat kan beberapa ramuan untuk menambah stamina Sindi, mommy tahu kalau sang cucu semalam menangis bahkan mommy mendengar tangisan nya sampai hampir pagi.
__ADS_1
...Hayo tebak, kelanjutannya bagaimana kakak...
...🌷🌷🌷...
...To be continued...
...Terima kasih sudah membaca karya saya...
...Maaf kalau masih banyak kata-kata atau tulisan yang masih salah...
__ADS_1