
" Mas, kamu dimana sekarang? kenapa kamh tinggalin aku begitu saja, aku hsrus bagaimana sekarang, mama dan papaku belum tahu kalau aku lagi hamil, aku harus bagaimana mas? aku bingung banget sekarang mas, jalan apa yang harus aku tempuh, aku tidak mau anak kita lahir dalam keadaan begini, bagaimana nasib aku dan anak kita nanti, aku tidak sanggup kalau anak kita nanti dapat cemoohan orang-orang yang mengatakan kalau anak haram mas, ayo mas kasih aku petunjuk untuk ini." Ucap Sindi di dalam hatinya sambil berjalan pulang ke rumahnya
Hari berikutnya Sindi tidak putus asa, dia masih tetap kembali kerumah tante Ikbal, setelah sampai di depan rumah, Sindi mematikan mesin mobilnya, setelah menekan bell pagar di depan rumah, keluarlah seorang laki-laki dari dalam rumah
" Cari siapa mbak?." Tanya sopir rumah itu, Sindi sedikit gugup, akhirnya mau tidak mau Sindi bertanya
" Sa... saya cari tante Fitri pak, apa ada di dalam."
" Oh maaf mbak, saya sopirnya bu Fitri, tapi Saat ini bu Fitri sedang tidak ada di rumah mbak." Jawab sopir tersebut
" Kalau boleh tahu, tante Fitri pergi kemana ya pak?." Tanya Sindi lagi
" Itu mbak... bu Fitri pergi menghadiri pemakaman keluarganya." Jawab sopir
" Ohh... iya pak. kalau boleh tahu juga, siapa keponakannya ya pak?."
" Keponakannya bu Fitri mbak, kasihan mana masih muda lagi."
" Maksudnya keponakan tante Fitri itu..." Sindi belum sempat melanjutkan pertanyaannya sang sopir sudah berkata dulu
__ADS_1
" Mas Ikbal mbak, keponakan bu Fitri yang meninggal karena sakit jantung." Mendengar pernyataan dari sopir pribadi tante Fitri, Sindi langsung badannya lemas dan langsung tidak sadarkan diri
" Mas, ... mas Ikbal." Suara lirih Sindi saat sudah sadar
Rasa kepalanya sangat pusing dan tubuhnya lemas, Sindi membuka mata sedikit demi sedikit, sampai Sindi menangkap sosok wanita sedang duduk di sampingnya
" Mama... mama kenapa Sindi bisa di sini." Tanya Sindi ketika tahu kalau perempuan yang di sampingnya adalah mamanya
" Tadi kamu pingsan Sin, terus bapak ini membawa kamu ke RS dan menghubungi ibu " jawab mama Citra
" Mamaaaaaaaa." Sindi terbangun dengan segera memeluk mamanya
" Iya nak, kamu yang sabar ya nak."
" Ini sudah takdir dari Allah nak, tidak ada yang tahu takdir masing-masing manusia." Tidak tahan melihat kesedihan yang di rasakan oleh putrinya, Mama Citra pun menangis
" Ma, Sindi mau lihat mas Ikbal ma." Ucap Sindi
" Iya nak tapi kamu masih lemas sekarang, kata bapak yang mengantar kamu tadi, kalau nak Ikbal sudah di kebumikan siang tadi sayang." Jawab mama Citra
__ADS_1
" Besok mama temani kamu ke makannya Ikbal ya sayang." Lanjut mama
Sindi tidak dapat berkata apa-apa lagi, meratapi kehidupannya yang hancur, dia merasa semua orang yang dia sayangai, orang yang bisa melindungi nya selama ini telah meninggalkannya, dia merasa sendiri seolah-olah dunia gelap untuk kehidupannya
Apa aku masih bisa melanjutkan hidup setelah semua terjadi pada kehidupanku sekarang.
Saat maalm tiba " Mama mau pergi sholat ya nak, kamu istirahat dulu ya." Ucap mama
" Iya ma." Jawab Sindi
Mama pergi menuju Masjid yang berada di sekitar RS tersebut, mama Citra setelah sholat menumpahkan rasa pilu di hatinya
...🌷🌷🌷...
...Hai kakak-kakak semua, saya mau ingetin nih, bagi yang mau ikut Giveway ya, seperti 2 bulan yang lalu, bulan ini saya juga akan mengadakan Give way, Terima kasih...
...🌷🌷🌷...
...To be continued...
__ADS_1