
Sekarang Bagas harus berbicara apa dengan istri nya, meskipun Bagas bisa menyembunyikan dari Tika tapi tidak dengan Juna dan Lian, bagaimana ini, tidak mungkin kalau mereka akan sembunyi dari istri nya
" Dad, bagaimana." Tanya Lian pada daddy nya
" Eh, apa nak, daddy juga bingung sekarang, fikirkan mommy, Irsyad juga, sebenar nya mommy beberapa hari ini hati nya sudah tidak karuan nak, tapi mommy masih berfikir positif saja, bahkan kemarin mommy masih telp adik kalian, Irsyad bilang kalau sehat kondisi nya, tapi mendengar ini, bagaimana dengan mommy, daddy juga bingung harus bicara bagaimana? perasaan mommy itu tidak bisa di bohongi nak." Ucap Bagas yang frustasi
...🌷🌷🌷...
Di rumah Sindi dan Irsyad, langkah panjang seorang laki-laki mendekati Sindi, laki-laki itu tak lain adalah Irsyad yang baru saja pulang dengan keadaan yang sangat kacau
Terlihat lah kemeja putih yang di kenakan nya sudah sangat kusut dan beberapa kancing nya terlepas, rambut nya yang biasa nya tersisir rapi sudah berantakan tidak karuan, juga hanya memakai sepatu tanpa kaos kaki, entah kemana hilang nya kaos kaki yang kemarin suami nya pakai.
" Sindi." Kata pertama yang keluar dari bibir Irsyad.
Sindi yang tadi begitu kalut fikiran nya memikirkan hal-hal buruk yang menimpa suami nya, begitu lega setelah melihat Irsyad pulang tanpa ada yang terluka sedikit pun, Sindi reflek langsung memeluk suami nya dengan sangat erat seolah-olah tidak akan membiarkan Irsyad pergi lagi dari jangkauan nya, Sindi melihat dengan teliti Irsyad tidak terluka sama sekali tapi penampilan nya sangat kacau apa yang terjadi kemarin sebenar nya.
__ADS_1
Sindi dengan tidak sabaran memburu Irsyad dengan banyak pertanyaan.
" Bang, abang kemarin kemana?."
" Kenapa tidak pulang? ponsel abang juga tidak aktif."
" Apa abang di rampok saat perjalanan pulang? apa abang ada yang terluka?." Tanya Sindi yang banyak
" Sindi a...abang." Suara Irsyad seperti terjepit tenggorokan nya, rasa nya sangat sulit menjelaskan apa yang telah terjadi pada diri nya.
" Sin, abang baik-baik saja." Jawab Irsyad yang terucap dari bibir nya hanya itu, dan setelah nya Irsyad pergi meninggalkan Sindi yang masih mematung di tempat yang sama
Di dalam kamar Irsyad langsung masuk ke dalam kamar mandi dan langsung menuju shower kamar mandi, Irsyad mengusap kasar wajah nya di bawah guyuran air yang mengalir dari shower kamar mandi nya, terasa perih punggung nya, Irsyad mengusap bagian dada yang terasa perih itu.
" Kenapa bisa lecet." Irsyad mendekati cermin yang berada di kamar mandi, di lihat nya punggung nya terdapat luka bekas beberapa kuku di sana.
__ADS_1
" Argghhh..." Irsyad berteriak.
Bruk Irsyad memukul dinding kamar mandi nya dengan sangat keras
" Kenapa aku bisa tidak ingat apa yang terjadi semalam, kenapa aku bisa sangat ceroboh seperti ini." Gumam Irsyad
Selama di dalam kamar mandi Irsyad kembali mengingat-ingat kejadian yang sudah terjadi tadi pagi saat diri nya terbangun dari tidur nya, dan yang membuat ia bingung adalah keberadaan nya bukan di kamar rumah pribadi nya, melainkan di kamar Dita, adik dari sahabat nya sendiri, Irsyad mencoba mengingat-ingat terus dan meyakinkan kalau diri nya tidak melakukan nya
Hayo tebak, kelanjutannya bagaimana kakak
...🌷🌷🌷...
...To be continued...
...Terima kasih sudah membaca karya saya...
__ADS_1
...Maaf kalau masih banyak kata-kata atau tulisan yang masih salah...