CINTA DALAM DOA

CINTA DALAM DOA
Bab 18


__ADS_3

" Apa tante, tante harus kuat ya, Naya akan selalu ada buat Sindi dan tante, kalau tante butuh apa pun hubungi Naya ya tan, apa perlu Naya dan mas Fikri bantu untuk bicara sama om Angga tan?."


" Tidak usah Nay, mengenai om Angga biar itu urusan tante saja, yang bikin tante bingung adalah, bagaimana menghadapi kedepannya, apa Sindi bisa menjalani kehamilan tanpa sosok suami di sampingnya, meskipun ada kita tapi pasti di hatinya Sindi menginginkan sosok suami yang memperhatikan kondisi Sindi serta anak yang ada di dalam kandungannya." Jelas mama Citra


Naya dan Fikri bingung harus menjawab apa kepada


" Ya sudah kalian ke kamar ya, mungkin Sindi sudah bangun, karena tadi dokter bilang kalau Sindi akan sadar setelah 2 jam, tadi Sindi di suntik obat penenang oleh dokter, Sindi histeris dan terus memanggil nama Ikbal, tante di sini dulu ya, mungkin Sindi lagi membutuhkan kamu Nay,."


" Iya tan, kalau begitu saya dan mas Fikir ke ruangan Sindi dulu ya tan."


Naya dan Fikri berjalan menuju ruangan Sindi, setelah pintu terbuka, ternyata benar Sindi sudah bangun


" Sindi...." Naya segera menghampiri Sindi dan memeluknya erah, seolah-olah Naya mengatakan kalau semuanya akan baik-baik saja tanpa Ikbal,


Mendapat pelukan dari Naya, Sindi kembali menitikam air matanya


" Kamu yang sabar ya Sin, masih ada kita yang akan selaku berada di samping kamu, selalu bantu kamu saat kamu membutuhkan kita." Ucap Naya setelah melepas pelukannya


" Kamu harus ikhlas ya Sin, semoga Allah memberikan tempat terbaik untuk Ikbal." Ucap Fikri

__ADS_1


Naya yang melihat nampan makanan Sindi masih utuh segera menanyakan


" Kamu sudah makan belum?." Tanya Naya


" Aku tidak mau makan Nay." Jawab Sindi


" Kamu harus mana Sin, kamu harus tetap sehat dan kuat, kasihan dia." Ucap Naya dengan mengelus perut Sindi


Deg


" Nay, kamu sudah tahu??." Tanya Sindi


" Ja...jadi mama, mama sudah tahu?." Tanya Sindi


" Iya tante Citra sudah tahu semuanya Sin." Jawab Naya


Air mata Sindi kembali meluncur di pipinya, Sindi tidak bisa membayangkan bagaimana perasaan mamanya sekarang, dan sudah di pastikan kalau papanya belum tahu, bagaimana kalau papanya sampai tahu, kensekuensi apa yang harus dia terima kalau papanya sampai tahu, mengetahui putrinya hamil di luar nikah dan juga ayah dari bayi yang di kandungnya baru saja meninggal dunia


" Mama.... papa...... maafin Sindi ma pa." Sindi menangis sejadi-jadinya

__ADS_1


" Kamu harus sabar ya Sin." Naya terus menguatkan sahabatnya itu, Fikri yang melihat Sindi begitu hancur tidak kuasa menahan diri, Fikri pun mendekat dan memeluk kedua perempuan yang berada di depannya


Fikri adalah sahabat dari Sindi, Irsyad, Ikbal serta Naya tapi Naya sekarang menjadi kekasihnya


" Kita sahabat kan, kita akan hadapi masalah kamu sama-sama ya." Ucap Fikri dan membuat Sindi terharu hingga air matanya menetes lagi


" Sudah dong jangan menangis lagi nanti cantiknya hilang." Ucap Naya


" Sini biar aku suapin ya." Naya mengambil makanan dari meja dan menyuapi Sindi, baru beberapa suap Sindi menolak dengan alasan sudah kenyang


Saat Naya dan Fikri masih menemani, mama Citra mengirim pesan kepada Naya kalau mama Citra akan pulang sebentar untuk membersihkan diri dan.....


...🌷🌷🌷...


...Hai kakak-kakak semua, saya mau ingetin nih, bagi yang mau ikut Giveway ya, seperti 2 bulan yang lalu, bulan ini saya juga akan mengadakan Give way, Terima kasih...


...🌷🌷🌷...


...To be continued...

__ADS_1


__ADS_2