CINTA DALAM DOA

CINTA DALAM DOA
Eps 324


__ADS_3

" Bukan suara kamu San, tapi Sholawatnya." Mama ikut menimpali di posisinya yang dekat dengan Kayla


" Iya ya ma, Sandi nyerah deh kalau sudah berurusan dengan wanita." Ucap Sandi sambil melanjutkan Sholawatnya di depan kedua anaknya


Mama dan Kayla hanya tersenyum saat Sandi menjawab seperti itu


Beberapa saat kemudian terdengar suara pintu di ketuk


Tok Tok Tok


Ceklek


pintu terbuka


" Assalamualaikum."


" Wa'alaikumsalam."


" Mommy, sudah datang." mama menyambut mereka sedangkan Sandi sedang membantu baby Syifa untuk giliran menyusu karena sempat menangis tapi masih sabar menunggu giliran karena sekarang baby Zafran yang menyusu pada bundanya


" Iya mam, sudah tidak sabar mau lihat cucu."


" Maaf ya mommy baru datang, tadi masih bantuin kakak-kakak kamu dulu nak, 2 princes di rumah itu tidak mau lepas dari mommy, jadi mommy baru bisa keluar saat mereka sudah tidur."


" Iya kom, tidak apa-apa."


" Nak Sandi sudah pintar gendong ya, sini biar omma yang gendong ya." mommy mengambil baby Siyfa dari gendongan Sandi dan mendekati Kayla yang sedang menyusui baby Zafran.


" Mommy..."

__ADS_1


" Kamu sudah pintar menyusui nak?."


" Aduh... ini Zafran ganteng banget dan ini Siyfa cantik seperti kamu nak."


" Bundanya kan cantik mom." Ucap Sandi


" Iya.... oppanya ganteng juga ya."


" Daddy.. "


" wah, ini ni mirip uncle gantengnya." Irsyad mendekat dan melihat baby Zafran yang di gendong omanya


" Ganteng Zafran dong."


" Hahahahahaha...." Tawa daddy


" Kalah kamu Irsyad."


Sandi tersenyum bahagia melihat mereka saling berebut paling ganteng


" Gantengnya mirip ayahnya lah, daddy dan Irsyad kalah." jawab Kayla


" Kakak ini tidak belain." Ucap Irsayd


" Iya boleh aja, gantengnya seperti unclenya." Kata Sandi membuat Irsyad tersenyum


" Memang bang Sandi yang selalu mengerti Irsyad."


" Tapi dikit saja, banyakan juga daru ayahnya gantengnya." Kelekar Sandi, Irsyad melengos kalah

__ADS_1


Semua tertawa melihat ekpresi wajah yang langsung kalah telak dari Sandi


" Irsyad ngalah aja deh, dari pada nanti tidak bisa gendong si cantik dan si ganteng ini.


" Tenang saja dek, kamu pasti boleh kok gendong mereka berdua, emang kamu bisa gendong."


" Bisa bang, tiap hari gendongin anaknya bang Juna dan bang Lian." Jawab Irsyad


" Papa kemana San?." Tanya daddy


" Oh itu dad, papa ada di kantin, tadi bilang kalau mau cari angin sambil nikmatin kopi, apa Sandi panggilkan papa Dad?."


" Oh tidak usah, biar Daddy saja yang kesana, kamu disini aja tungguin para perempuan disini ya, kamu siap-siap ya kalau emak-emak rempong ini lagi kumpul, telinga kamu harus tebal ok." Pesan daddy pada Sandi sambil berjalan keluar kamar Kayla


" Mas.." Panggil Tika dengan keselnya


Sandi hanya melihat dan tersenyum melihat dimana usia kedua mertua dan kedua orang tuanya sudah tidak muda lagi tapi keharmonisan rumah tangga mereka sudah tidak bisa di ragukan lagi, malah sekarang tidak terlihat sebagai suami istri malah seperti seorang sahabat yang sehidup semati, dan Sandi ingin seperti mereka menua bersama dengan istri tercintanya dan anak-anak mereka


" Bang, kalau begitu Irsyad juga pamit ya, hari ini Irsyad juga lagi dinas di RS, kalau nanti sudah jam istirahat Insya Allah Irsyad akan kesini lagi." ucap Irsyad sambil mencium tangan semua orang disana


" Iya nak, hati-hati ya dalam dinas, semoga teman kamu juga segera sadar ya."


" Iya mom."


" Assalamualaikum" ucap Irsyad


" Wa'alaikumsalam." jawab mereka semua


...🌷🌷🌷...

__ADS_1


...To be continued...


__ADS_2