CINTA DALAM DOA

CINTA DALAM DOA
Bab 152


__ADS_3

Setelah kepergian mama Ajeng dari kamar Dita, Dita duduk di pinggir tempat tidur."Apa maksud mama barusan, kenapa sekarang menyuruh kau untuk merebut suami orang, padahal posisi aku sekarang sudah menjadi pelakor, kak Irsyad bagaimana sekarang, aku melakukan ini semua karena ide dari mama, kenapa setelah merusak nama baik kak Irsyad malah mama sekarang mama menyuruh aku merebut suami orang lagi karena orang itu lebih kaya." Ucap Dita dalam hati nya, dan Dita sekarang sudah keluar dari kamar nya dan menuju ruang tamu untuk menemui tamu yang mencari nya


"Selamat siang tuan." Ucap Dita sambil mengulurkan tangan nya tapi baik Lian, Juna dan Sandi tidak ada yang mau menjabat tangan Dita, Dita yang di perlakukan begitu merasa tertantang


"Benar ucapan mama, mereka laki-laki tampan, kak Irsyad juga tampan, tapi buat apa tampan kalau tidak kaya, aku lebih tertangan dengan yang di tengah." Ucap Dita dalam hati dan melihat Lian yang posisi nya di tengah, antara Juna dan Sandi


"Ada apa tuan-tuan mencari putri saya?." Tanya mama Ajeng


"Ekhem, tujuan kami ber 3 ke sini adalah untuk mengajak nona Dita Nyonya." Jawab Juna


"Mau kemana memang nya tuan kalau saya boleh tahu, saya takut kalau anda membawa putri semata wayang saya pergi dan tidak tahu tujuan nya kemana?." Tanya mama Ajeng dengan suara selembut mungkin, dan senyum manis nya


Sandi yakin kalau itu semua adalah tipu muslihat mereka dan menanggapi dengan wajah datar saja.

__ADS_1


"Benar apa yang di katakan oleh mommy, kalau mereka berdua memang manusia berhati iblis." ucap Lian di dalam hati setelah memandang 2 wanita yang sedang berada di hadapan nya


"Begini nyonya kedatangan kami ber 3 kesini adalah ingin mengajak kerjasama dengan nona Dita, kami ber 3 sedang menjalin kerjasama untuk produk pakaian, sedangkan nona Dita kapan waktu mengirimkan surat untuk ikut audisi menjadi model, maka dari itu nona Dita terpilih dan harus ikut casting hari ini juga." Jelas Juan, Lian dan Sandi tertawa dalam hsti, bagimana bisa abang sulung mereka mempunyai ide cemerlang, Lian dan Sandi bertanya kenapa mempunyai ide seperti itu, apa benar kalau Dita ingin menjadi model


"Nak apa benar yang di katakan oleh tuan Arjuna ini?." Tanya mama Ajeng sambil mengelus tangan Dita


"Benar ma, 2 minggu yang lalu Dita dapat informasi kalau ada perusahaan yang akan memproduksi pakaian dan sedang membutuhkan model, jadi Dita ikut mendafta saja, siapa tahu terpilih dan benar saja kan Dita terpilih ma." Ucap Dita dengan sombong nya


"Kalau nona Dita tidak keberatan, hari ini bisa karena nanti setelah makan siang hasil foto nya biar segera keluar dan anda akan segera kami kontrak untuk iklan pakaian ini nona Dita." Ucap Sandi


Mereka ber 4 keluar dari rumah kediaman Abraham, Dita tidak tahu kalau Dita di ajak ke RS.


"Tuan kenapa kita ke sini?." Tanya Dita setelah mereka sampai di RS

__ADS_1


"Kita periksa kesehatan dulu nona, ini adalah salah satu kewajiban yang harus di buat setiap model di perusahan kami." Jawab Juan


Dari tadi Lian hanya diam saja tanpa berkata, karena Lian sudah muak melihat Dita dan mama nya, kalau bukan ingin adik nya segera bebas, Lian tidak sudi melakukan ini.


...Hayo tebak, kelanjutannya bagaimana kakak...


...🌷🌷🌷...


...To be continued...


...Terima kasih sudah membaca karya saya...


...Maaf kalau masih banyak kata-kata atau tulisan yang masih salah...

__ADS_1


__ADS_2