CINTA DALAM DOA

CINTA DALAM DOA
Eps 95


__ADS_3

Tidak bisa di pungkiri, dengan berjalannya waktu pertemanan Bian dan Ais bertambah erat, mereka berteman sudah hampir 6 bulan, apalagi mereka berdua satu fakultas dan 1 kelas pula, setiap hari Bian dengan begitu setiannya selalu menunggu kedatangan Ais di pintu gerbang kampus, Bian juga sudah mengetahui kalau Ais sudah menikah dan seorang Youtuber, baik Bian atau pun Ais mereka masih belum mengetahui kalau mereka mempunyai kealhian beladari, di balik sisi kelembutan dari mereka berdua, ternyata mereka adalah wanita yang sangat tangguh dan tahan banting.


Setelah menyelesaikan mata kuliah di jam terakhir Ais dan Bian melangkah keluar kelas menuju kantin, karena mereka ingin mengisi perut mereka, setiba di kantin mereka berdua memesak seperti biasa, Bian langsung menuju ke arah sang penjual siomay sedangkan Ais menuju ke penjual es jeruk nipis. setelah memesan mereka mencari tempat duduk.


" Bi, enak ya jadi kamu!." Ucap Ais


Bian yang nendengar mengerutkan dahinya." Maksudnya?." Tanya Bian


" Kamu tiap hari bisa mengendari motor sedangkan aku gak."


" Ya tinggal bilang aja ke abangmu tersayang Ais, kan mudah, bang Ais boleh ya bawa motor. gitu aja kok sulit." Jelas Bian


" Kamu kalau ngomong enak, aku gak di ijinin pakai motor, dan aku juga sudah janji sama abang kalau gak akan naik motor lagi." Ucap Ais


" Lah emang kenapa, kamu pakai janji segala?."


" Aku dulu suka naik motor gede tanpa sepengetahuan abang, memang sih abang gak marang ma aku tapi dari raut wajah dan sorot matanya mengisyaratkan kalau abang keberatan."

__ADS_1


" Wah gila kamu Ais, aku aja belum berani pakai motor gede punya kakakku, tapi kamu dah bisa." ucap Bian yang langsung menutup mulutnya dan sedang merutuki atas keceplosan dalam bicaranya tadi


" Maksudnya Bi?."


" Ah gak apa-apa kok Ais, salah bicara aku tadi."


" Emm, its oke!." Ucap Ais yang tadi jelas-jelas mendengar kalau Bian mengucapkan motor gede tapi Ais tidak mau bertanya lebih lanjut biar Bian sendiri aja menceritakannya, karena Ais bukan orang yang terlalu kepo sama kehidupan orang lain.


Mereka mau melanjutkan obrolan tapi sudah keduluan ibu kantin menuju meja mereka,


" Maaf non, ini pesenannya." Ucap Ibu kantin


" Sama-sama non, selamat menikmati." Ucap ibu kantin lagi


Ais dan Bian langsung memakan pesanan mereka, di meja mereka tidak ada obrolan sama sekali disaat mereka menikmati makanan mereka. sekitar 10 menit akhirnya mereka selesai menyantap makan siang mereka, setelah itu mereka pergi dari kantin untuk pulang,


" Kapan kamu mau main kerumah Bi?." tanya Ais

__ADS_1


" Nanti kalau aku senggang ya,"


" Ciye, emang kamu sibuk apa sih,"


" Aku lagi cari sampingan Ais, aku lagi cari tambahan uang."


" Buat apa, emang masih kurang dari orang tua kamu?."


" Aku tidak mau mengandalkan uang dari orang tua 100% Ais, aku ingin usaha sendiri."


" Oke, aku bantu ya, moga aja abang bisa bantu kamu."


" Thanks ya Ais, kamu emang teman terbaik aku." Ucap Bian


Setelah sampai di gerbang, dengan biasa Bian menunggu suami Ais datang dulu baru akan pulang, tapi disaat melihat Ais, Bian terkejut melihat badan Ais yang tiba-tiba keluar keringat begitu banyak di dahinya.


" Ais kamu tidak apa-apa?." Bian memegang badan Ais dan mencoba menghampus keringat di dahinya, tapi....

__ADS_1


🌷🌷🌷


... To be continued❤...


__ADS_2