CINTA DALAM DOA

CINTA DALAM DOA
Bab 220


__ADS_3

Bibi dengan tangan bergetar mencoba menghubungi mommy untuk mengatakan hasil pencarian nya. Apa yang baru saja di dengar nya membuat mommy semakin ketakutan, ia berfikir jika Sindi telah di culik seseorang, mengingat tempat tinggal nya adalah komplek elite, pasti seseorang penjahat membawa nya dan akan meminta tebusan pikir mommy, dengan segera mommy menghubungi Irsyad dan mengatakan semua nya.


Mendapat kabar tersebut membuat Irsyad sangat syok, bagaimana orang di rumah nya sangat tidak berguna, fikir Irsyad, hanya menjaga istri nya saja tidak bisa.


"Apa mommy sudah menghubungi ponsel Sindi?." Tanya Irsyad pada sang mommy.


"Sudah nak tapi ponsel nya tidak dapat di hubungi." Jawab mommy dengan suara isak tangis nya. Irsyad bergegas menghubungi teman nya melacak keberadaan lokasi GPS Sindi terakhir kali terlihat dan setelah nya Irsyad pergi ke kantor polisi untuk membuat laporan, dalam perjalanan menuju kantor polisi, Irsyad terus mendengus kesal karena tidak ada satu orang pun yang menjaga Sindi saat pergi. Setiba nya di kantor polisi, Irsyad menceritakan kronologi kejadian nya, dan Irsyad kembali kesal karena jawaban yang di dapat malah membuat ia kecewa, pihak polisi mengatakan untuk membuat laporan orang hilang harus menunggu hingga satu kali dua puluh empat jam.


Irsyad terus berkeliling sepanjang jalan, mengemudikan mobil nya, ponsel nya berdering, Irsyad dengan cepat mengangkat panggilan telepon tersebut, dari teman nya yang mengatakan GPS Sindi terakhir kali nya terlihat di jalan sekitar rumah nya, membuat Irsyad semakin frustasi.

__ADS_1


"Kalian dimana sebenar nya sekarang, abang harus mencari kamu kemana lagi, apa aku hubungi mama Citra untuk menanyakan nya, tapi jika Sindi tidak pergi ke sana, ini justru membuat mama Citra khawatir. Tapi apa yang harus aku lakukan sekarang untuk mencari nya." Ucap Irsyad sambil terus berkeliling kota sampai malam hari, ia sama sekali tidak menemukan titik terang dari pencarian nya itu, bahkan daddy meminta tolong ke beberapa anak buah nya untuk melacak keberadaan menantu nya itu.


Sudah hampir pagi Irsyad masih berada di jalan, dengan penampilan yang sangat kacau, bahkan kancing kemeja nya ada beberapa yang terlepas, tapi Irsyad sama sekali tidak memperdulikan itu, yang saat ini ia fikir kan dimana istri dan putra nya berada, apa lagi Omar yang masih bayi harus ikut hilang dengan istri nya. Sayang kalian dimana sekarang aku bisa gila jika tidak bersama dengan kamu Sindi, kembali lah, abang mohon kembalilah abang sangat takut kehilangan kalian.


Di dalam taksi online beby Omar tidak henti henti nya menangis, bahkan sampai membuat sang sopir ikut kebingungan, terlebih lagi Sindi yang ikut menangis melihat pangeran kecil nya sejak tadi tidak berhenti menangis sampai tubuh mungil nya berwarna merah.


"Sayang mami mohon jangan menangis seperti ini, kamu membuat mami sedih." ucap Sindi dan Sindi memeluk bayi mungil nya yang sejak tadi tidak henti henti nya menangis, bahkan sampai di depan rumah pun Omar masih terus menangis.


"Lho non Sindi." ucap satpam rumah Sindi

__ADS_1


"Assalamualaikum pak." Sindi mengucap salam


"Waalaikumsalam, aduh ganteng banget putra nya non!!! sendirian saja non, den Irsyad kemana non?." tanya satpam tersebut


...Hayo tebak, kelanjutannya bagaimana kakak...


...🌷🌷🌷...


...To be continued...

__ADS_1


...Terima kasih sudah membaca karya saya...


...Maaf kalau masih banyak kata-kata atau tulisan yang masih salah...


__ADS_2