CINTA DALAM DOA

CINTA DALAM DOA
Eps 28


__ADS_3

Tanpa menunggu lama, Juna langsung membalikkan badan Ais, mereka saling bertatap, entah siapa yang memulai duluan, sekarang yang ada bibir mereka berdua saling bertautan cukup lama, sehingga di saat Ais merasa kekurangan oksigen langsung memukul pelan dada suaminya


Hos hos hos, mereka berdua saling berebut oksigen, setelah dirasa cukup mereka berdua tertawa


" Abang, kenapa sih selalu bernafsu kalau kita sedang....." Ais belum sempat melanjutkan bibirnya sudah di bungkam dengan Juna menggunakan bibirnya sekilas


" Abang laki-laki normal dek, abang juga punya nafsu, setiap abang melihat adik menggunakan baju minim, hasrat abang muncul sayang, memandang saja abang sudah ingin, apalagi kalau sudah berdekatan seperti," Juna menjawab pertanyaan Ais sambil merengkuh pinggang Ais, Juna juga membelai pipi istrinya, Ais yang diperlakukan seperti itu dan mendengar ucapan suaminya semakin gerogi dan wajahnya merona merah


" Abang maaf kan Ais ya, kalau selama ini Ais kurang peka terhadap abang, kalau abang mau meminta hak abang, adik siap bang, jangan menunggu sampai adik lulus, adik sudah siap bang." Ais memberi penjelasan pada Juna


" Tidak sayang, abang akan menunggu adik lulus sekolah, abang masih bisa menahannya, tapi kalau hanya bercumbu adik tidak keberatan kan?." Tanya Juna


Ais menggelengkan kepalanya, Juna tersenyum


" Kita nikmati dulu masa pacaran kita ya dik, meskipun kita sudah menikah anggap saja kita pacaran secara halal, kita bisa melakukan semuanya secara halal karena kita sudah menikah, meskipun kita menikah karena perjodohan, kita belun tahu sifat-sifat dari pasangan kita,"


" Iya bang, dulu adik menilai abang itu orangnya kalem, wajah datar, dingin, irit bicara dan dan."

__ADS_1


" Dan apa? kenapa penilaian adik jelek sekali sama abang, hem." Juna mencolek dagu istrinya


Ais mulai mundur agar telepas dari pelukan Juna, setelah terlepas,


" Dan.... dan sekarang abang jadi orang yang sangat M...E...S...U...M.." Ucap Ais


Setelah berucap Ais langsung lari untuk menghindari Juna


" Apa yang adik bilang, abang mesum!." Juna berlari untuk menangkap Ais yang sudah menjauh darinya


" Bang geli bang, 😀😀😀 bang lepas bang 😀😀😀😀,"


" Abang tidk akan melepaskannya, siapa tadi yang bilang kalau abang irit bicara, dingin, wajah datar dan yang terakhir adik bilang abang mesum."


" Bang lepas bang, 😀😀😀😀 adik tidak kuat 😀😀😀😀, ampun bang ampun."


Juna yang mendengar kalau Ais minta ampun, langsung melepaskan Ais dari kungkungannya.

__ADS_1


Hos hos hos, Ais menghirup oksige dalam-dalam


" Abang, ih adik kan tidam kuat, kenapa tidak dilepas bang."


" Siapa yang nantangin tadi, terus coba jelaskan kenapa adik menilai abang seperti itu."


" 😊😊😊, coba abang ingat disaat pertama kali kita bertemu, apa abang tersenyum pada adik,? Tidak kan, wajah abang itu lempeng baget, terus setelah kita menikah, ternyata....🤔🤔🤔." Ais seperti memikirkan sesuatu


" Apa?." Tanya Juna yang penasaran


" Penilaian adik salah semuanya, malah sekarang berubah 180 ° dan di tambah mesum," 😁😁😁, cengir Ais membuat Juna menggelengkan kepalanya


" Adik-adik, adik salah kalau menilai abang seperti awal tadi, sekarang adik tahu sendiri kan abang seperti apa, Juna berbicara dengan pelan tepat telinga Ais dan itu membuat Ais menggigit bibir bawahnya karena seperti tersengat listrik di aliran darahny.


***🌷🌷🌷


Hore bisa Up lagi, terima kasih***

__ADS_1


__ADS_2