
" Kalian disini dulu ya, ayah ingin melihat adik kecil." Kata Ray.
" Ikut." Kata Arion.
" Tidak boleh, nanti kita tunggu adik." kata Ray menatap Arion
" Ayah jahat!." Bibir Arion manyun.
" Sini, jangan ikut ayah ya, Papi ada cerita lebih seru dari pada ikut ayah." Bujuk Adit.
Mendengar ucapan Adit, Ray yang sudah di depan pintu keluar, memutar badan nya dan melihat Adit.
" Dit, awas kalau kamu cerita kan yang tidak tidak." Ancam Ray.
" Tenang Ray, sudah pergi sana." Jawab Adit dengan kekehan.
Ray berjalan ke arah ruangan baby dengan rasa khawatir, Ray takut nanti Adit akan bercerita tentang fobia nya kepada ke empat putra nya.
Apa yang di takut kan oleh Ray terjadi, Adit menceritakan bahwa ayah nya si kembar tadi pingsan karena takut sama darah.
" Ayah takut darah?." Tanya Arka.
" Iya, ayah kalian itu, sewaktu umur 9 tahun, pernah di siram sama teman teman nya dengan warna merah mirip dengan darah saat sekolah dasar, sampai ayah kalian sakit, dan akhir nya pindah sekolah." Cerita sang Oma.
" Siapa anak itu Oma, biar kami hajar." Sahut Arion
__ADS_1
" Mereka sekarang sudah besar, sebesar ayah kalian." Kata Mesya.
" Oma bilang umur nya 9 tahun." Kata Ran.
" 9 tahun, itu terjadi belasan tahun yang lalu nak." Ucap Yeni.
" Kami tidak bisa hajar anak itu berarti." Ucap Arion.
" Tidak bisa, lagi pula itu tidak baik, kalian juga jangan menggangu teman kalian di sekolah ok." Ucap Oma.
" Iya Oma." Jawab ke empat nya
Semua sangat gembira menyambut kehadiran baby girl Ray dan Mesya. Cucu keluarga Alfarezi bertambah lagi.
" Iya Bu, setiap malam, sekarang bisa goyang tempat tidur dulu, tempat tidur jaran goyang, tukang ngebor selalu pergi, sekarang tiap malam ngebor." Kata Nova dengan tidak ada malu Malu nya, untung saja di dalam kamar inap Mesya hanya ada wanita saja, karena Opa, Adit dan ke empat cucu nya sedang pergi keluar untuk mencari makan.
Mendengar ucapan dari Nova, tidak ada yang heran karena mereka sudah biasa mendengar perkataan absurd yang keluar dari dalam mulut Nova.
" Sudah punya anak, masih saja tidak ada perubahan." Ucap Yeni.
Nova hanya menunjukkan gigi putih nya.
Pintu terbuka, kemunculan Ray dengan wajah gembira nya serta satu perawat berada di belakang nya yang mendorong box bayi
" Ini anak hasil kolaborasi Ray dan Mesya, Lovely Azell Alfarezi." Seru Ray,
__ADS_1
" Kolaborasi?." Tanya ibu Ray.
" Iya Bu, Ray yang ngaduk ngaduk, akhir nya jadi Putri cantik ini." Kata Ray.
" Sak karep mu Ray." Ucap ibu.
" Nanti satu jam lagi, saya akan ambil baby nya lagi pak." Ucap sang suster kepada Ray.
" Tidak di ambil juga tidak apa apa suster." Jawab Ray ngasal.
" Tidak boleh pak, baby nya masih rentan, ini juga kalau ingin menggendong harus cuci tangan dulu ya." Ucap suster lagi.
" Iya suster." Sahut Meysa.
Semua mengerumuni box bayi, sedangkan di bayi masih tidur, tidur nya sangat pulas, tidak sedikit pun terganggu dengan suara bising di sekitar nya.
" Sya, sudah di kasih ASI?". Tanya ibu.
" Sudah bu, tadi." Jawab Mesya
...🌷🌷🌷...
...Jangan lupa like dan Vote...
...Happy Reading...
__ADS_1