CINTA DALAM DOA

CINTA DALAM DOA
Bab 236


__ADS_3

Dengan mata berkaca kaca mommy tidak bisa menahan lagi kebahagian yang begitu mengharukan untuk nya saat ini. "Semua yang di katakan sama bang Irsyad benar mom dad, bahkan dia sudah bersama kita sejak delapan minggu yang laku." Jawab Sindi. "Kemari nak." Mommy memeluk Sindi lagi lagi wanita paruh baya itu meneteskan air mata nya karena bahagia.


3 Tahun kemudian


Hari, bulan dan tahun berganti begitu cepat, kini usia anak ke dua Sindi dan Irsyad yang bernama Yasmin Nazhifa Pamungkas yang arti nya adalah Suci seperti bunga jasmine dari keluarga Pamungkas, sudah berusia 3 tahun, gadis kecil itu tumbuh menjadi gadis yang sangat aktif dan cerewet terkadang sampai membuat Sindi atau Irsyad kehabisan akal dengan usia balita yang sudah sangat cerewet seperti anak remaja.


Gadis kecil itu juga sangat gemar merias diri, bermodal make up sang mami, tidak jarang Zhifa mencuri curi kesempatan untuk memakai lipstik, bedak dan eyeshadow sang mami dan di poles kan ke wajah kecil nya.


Karena Zhifa memiliki sikap yang periang dan ceria, tapi ia juga gadis kecil yang nakal tak jarang ia mengganggu dan mengolok sang kakak Omar yang membuat mereka berdua bertikai tapi tetap saja Zhifa yang akan selalu memang, karena sejak kecil Omar sudah terbiasa untuk selalu mengalah dengan adi nya yang hanya terpaut usia 1 tahun dari nya itu.


"Zhifa...Zhifa." suara Sindi semakin besar dan juga semakin nyaring di dengar, membuat rumah besar Bagas Pamungkas terasa begitu ramai sekarang.


Setelah berteriak memanggil sang putri nya yang tidak kunjung mendatangi diri nya, Sindi pergi mencari nya dengan cepat Sindi menggendong putri kecil nya yang selalu sulit di minta untuk mandi pagi.

__ADS_1


"Huaaaa...huaaaa...huaaa..." Suara tangisan Zhifa memenuhi setiap sudut rumah nya,


"Ayolah nak sayang kenapa cuma mandi saja harus selalu seperti ini sih." Ucap Sindi yang masih menggendong Zhifa.


"Sayang kalau Zhifa belum mau mandi jangan di paksa ya, anak kecil itu harus di minta dengan kelembutan pasti dia akan nurut kok." Irsyad yang protes dan sedikit khawatir karena terlihat istri nya sudah sedikit kehilangan kesabar nya pada Zhifa.


"Bang kita itu mau berangkat berapa jam lagi sih, abang bisa bisa nya minta aku untuk sabar, Zhifa itu harus mulai belajar disiplin bang." Jawab Sindi.


"Abang tahu sayang tapi kalau ujung ujung nya, Cuma buat dia menangis kan kasihan." Ucap Irsyad.


" Selalu ada saja yang buat kita ribut, entah anak lah, aku lah, kamu ini semenjak menjadi ibu ibu jadi lebih galak." Guman Irsyad lirih.


"Ayo Omar kita tunggu para ladies di meja makan." Ucap Irsyad pada anak nya dan Omar selalu dengan mudah menuruti perintah orang tua nya.

__ADS_1


"Pi. Nanti di sana kita akan tinggal di rumah oma dan opa kan?." Tanya Omar pada papi nya.


"Tidak sayang, papi sudah membeli rumah yang akan kita tempati selama kita tinggal di sana." Jawab Irsyad .


"Yah... Jadi tidak tinggal sama Aunty Sita dong." Lanjut Omar dengan wajah yang tiba tiba murung.


"Rumah yang kita tinggali juga masih dekat dengan rumah oma dan opa, dan .....


...Hayo tebak, kelanjutannya bagaimana kakak...


...🌷🌷🌷...


...To be continued...

__ADS_1


...Terima kasih sudah membaca karya saya...


...Maaf kalau masih banyak kata-kata atau tulisan yang masih salah...


__ADS_2