CINTA DALAM DOA

CINTA DALAM DOA
Eps 105


__ADS_3

" Setahu Ais sih Bianca itu tidak lagi deket sama laki-laki lain, dia pernah bilang ke Ais kalau waktu sekoah dulu sih pernah pacaran, tapi pacaranya tidak normal gitu mangkanya dia di putusin sama pacarnya." Jelas Ais


" Maksudnya kak?."


" Bianca pernah cerita, memang dia pernah pacaran tapi biasanya anak sekarang kan kalau pacaran pasti ngedate, gandengan gitu kan, apalagi ada yang sampai melakukan hubungan suami istri meskipun status masih pacaran, tapi Bianca ini beda, bilangnya pacaran tapi duduk dia sama pacarnya itu harus minim 1 meter kalau jalan gak mau hanya berdua, gak mau gandengan, masih banyak lagi lah, terus pacaranya itu bilang kalau dia gak sanggup sama model pacarannya Bianca jadi pacarnya rata-rata minta putus gitu," Jelas Ais


" Hahahahahhahahahaha." Juna dan Lian tertawa


" Ih kalian kenapa sih kok malah ketawa?." Ucap Ais sambil mengerucutkan bibirnya


" Sayang jangan gitu napa bibirnya, apa mau abang cium, sini abang siap kok." Ucap Juna


" Hai bang, ingat disini itu masih ada orang yang lagi butuh informasi, kalau mau romantis-romantisan tunggu di kamar napa." Ganti Lian yang cemberut


" Maaf dek, lanjut sayang, kita tadi itu ketawa ya aneh saja sama Bianca, pengennya punya pacar, tapi dia masih berpegang teguh sama norma agama, salut abang sama Bianca, jadi cocok deh kalau sama kamu dek." Jawab Juna

__ADS_1


" Kak, terus kira-kira Bianca mau gak ya sama aku?." Tanya Lian


" Kalau mengenai dari sifat kakak, aku yakin Bianca mau, tapi lebih jelasnya nanti Ais bantu ya kak, apa kakak mau no penselnya, biar kakak bisa hubungi dia."


" Ah jangan dulu kak, kakak tahu rumahnya gak? minggu besok gimana kalau kita main kerumahnya?." Tanya Lian


" Kak, maaf sebelumnya ya, andaikan ya andaikan nih, kalau Bianca itu anaknya orang yang kurang mampu gimana, apa kakak mundur atau tetap maju?." Tanya Ais


" Kak, kalau aku pribadi, cinta tak memandang itu kak, aku tidak pernah melihat dia anak orang kaya atau sebaliknya, yang terpenting adalah saling melengkapi, andaikan yang kak Ais ucapkan benar dia dari anak orang yang kurang mampu, berarti itu suatu tantangan baru buat aku, saat kita sudah berkeluarga, kita memulai dari nol, melangkah bersama." Ucap Lian dengan antusias


" Baiklah, nanti aku coba tanya alamatnya ya, dan bilang kalau minggu besok kita main kesana." Jawab Ais


" Belum kak, emangnya kenapa?." Ais tanya balik


" Lha kok bisa."

__ADS_1


" Bianca itu unik kak, nanti kalau sudah akrab kakak pasti tidak akan tersenyum terus-terusan." Jelas Ais


" Baiklah, terima kasih ya kak, kalau ada kabar segera hubungi aku, kakak istirahat ya, dari pada nanti aku di marahin sama sebelah kakak, dari tadi mukanya di tekuk gitu, nungguin istrinya."


" Hahahahha iya kak, ayo bang kita ke kamar." Ajak Ais pada Juna


🌹🌹🌹


" Semoga saja Bianca tidak mempunyai kekasih dan mau sama aku, terus dia juga punya rasa seperti aku, semoga semuanya berjalan dengan lancar, Aminnn." Lian berbicara sambil berangkat ke kantor


🌹🌹🌹


Adit yang melihat atasannya turun dari mobil langsung menghampirinya


" Selamat pagi pak Lian yang terhormat." Ucap Adit sambil membungkukkan setengah badannya

__ADS_1


...🌷🌷🌷...


...To be continued...


__ADS_2