
" Kakak di langkahin ini ceritanya." ucap Candra
" Kakak, jangan melow gitu napa?." Ucap Bianca
" Kamu siap dek, ayo semua keluarga sudah siap, mereka semua menunggu kamu di ruang tamu." Tanya Alex....
" Bismillahirohmanirohim... Adik siap kak, tapi kakak dampingi ya, jangan tinggalin adik ya." Ucap Bianca
" Iya adik kakak tersayang, tenang aja, calon adik ipar cakep dek, kaya lagi, kamu pinter cari suami." Ucap Candra
" Kakak."
" Sudah-sudah kalian itu kenapa sih, dari kecil berantem terus, kalau gak ada cari tapi kalau ketemu berantem seperti kucing dan tikus." ucap Alex melerai Bianca dan Candra,
__ADS_1
Bianca mempunyai 4 kakak laki-laki tapi dari ke 4 kakaknya itu Bianca lebih dekat sama Alex dan Candra tapi lebih dominan sama Candra, kalau di tanya kenapa tidak dekat dengan Sholeh atau Aji, Bian menjawab takut karena menurut Bianca Sholeh orangnya kaku gak bisa di ajak becanda sendangkan Aji dingin dan datar orangnya, kalau Alex sebenarnya hampir sama seperti Aji tapi masih bisa di ajak berbuat seperti anak muda kalau Candra jangan di tanya lagu, Bianca suka sama Candra karena apa yang di minta sama Bianca pasti tidak akan di tolak, meskipun berat pasti Candra lakukan, kakak Bianca sangat sangat memyayangi Bianca, mereka menjaga Bianca sangat posesif, sejak mereka dewasa kakak Bianca berpencar, dan setelah mendapat kabar kalau Bianca akan di minta sama orang, semua kakaknya pulang dan memastikan bagaimana laki-laki yang akan mendampingi adik perempuan satu-satunya di keluarga ini, mereka semua senang ternyata laki-laki yang akan mendampingi adiknya itu dari keluarga baik-baik dan mereka semua sudah sangat kenal sama keluarga calon adik iparnya, hati mereka sangat lega setelah mendengar kalau mereka menuju ke jenajang lebih serius di dasari cinta bukan perjodohan
Tap Tap Tap
Langkah kaki menuruni tangga, mereka yang ada di ruang tamu melihat ke arah tangga dan pandangan mereka langsung tertuju pada Bianca, semua mata mengagumi penampilan Bianca, keluarga Pamungkas mengingat dengan Aisyah waktu itu,
" Assalamulaiakum." Ucap Bianca mencium tangan Mommy, Omma, Daddy dan Oppa
Irsyad dan Juna menyikut lengan Lian agar fokus kembali pada tujuannya, Juna dan Irsyad melihat Lian ingin tertawa karena sejak Bianca turun di apit oleh kedua kakaknya Lian tidak henti-hentinya melihat Bianca sampai mulutnya mengnganga
" Dek, awas ada lalat masuk ke mulut kamu." Ucap Juna
" Ih abang," Jawab Lian
__ADS_1
" Kamu sabar dulu, ingat belum mukhrim, selesaikan tujuan kamu dulu baru setelah halal bisa kamu tatap sesuka hatimu." Ejek Juna pada Lian
" Abang tahu aja."
" Abang selalu tahu apa yang di inginkan adik-adik abang, kita bersama tidak dalam hitungan hari, bulan dan tahun dek, kita dari kecil selalu bersama, jadi abang selalu tahu meskipun hanya tatapan mata adik-adik abang." Jelas Juna
" Lian bangga punya abang seperti abang, abang adalah orang yang sangat berarti setelah Oppa, omma, Daddy dan Mommy, Lian sayang kalian semua." Ucap Lian sambil berkaca-kaca,
Bagi Lian Arjuna adalah sosok abang yang selalu ada buat adik-adiknya, kalau ada yang menggangu pasti Juna akan berada paling depan untuk menjadi tameng buat adik-adiknya, mereka juga sangat sayang pada Juna
...🌷🌷🌷...
...To be continued...
__ADS_1