
" Baik bang, tapi janji ya kalau abang akan mengantarkan aku besok." Tanya Sindi
" Iya Sin, akan abang antar besok, istirahat yuk, sudah malam, malam ini kamu belum minum susu hamil ya, besok saja sekalian beli perlengkapan dan kebutuhan kita." Ucap Irsyad
" Iya bang."
Mereka masuk ke dalam kamar sebelum menutup dan mengunci rumah mereka, sekarang mereka masuk ke dalam kamar yang di pakai Sindi sebelumnya
Sebenarnya Irsyad masih bingung, Sindi mau kemana malam-malam begini, tapi dia tidak berani bertanya pada Sindi karena melihat Sindi yang histeris seperti tadi, jadi niat untuk bertanya di urungkan oleh Irsyad
Jam di dinding baru menunjukkan pukul 9 malam
" Tidurlah Sin, sudah larut malam ini, tidak baik buat kalian." Ucap Irsyad
Sindi memandang ragu pada Irsyad, apa aku akan berbagi ranjang denang Irsyad, padahal di ruang tengah tadi Sindi sudah mengajak tidur di satu kamar yang sama.
Sepertinya Irsyad mengetahui kegundahan hati istrinya.
" Kamu tidur di tempat tidur, aku tidur di sini saja." Ucap Irsyad sambil menujuk meja rias yang berada di dalam kamar Sindi
" Bagaimana bang Irsyad bisa tidur di kursi rias, itu tidak akan nyaman untuknya, karena melihat kursi kecil di depan meja." Ucap Sindi di dalam hati, akhirnya Sindi memutuskan untuk berbagi tempat tidur saja
__ADS_1
" Naiklah bang, di sana pasti tidak nyaman untun tidur." Ucap Sindi
" Lagian kursinya kan kecil bang, sedangkan tubuh bang Irsyad besar gitu, apa tidak takut kalau kursinya roboh." Lanjut Sindi yang sedikit ngelawak
" Apa kamu yakin Sin?." Tanya Irsyad
" Iya bang." Jawab Sindi singkat
Irsyad pun merebahkan tubuhnya di sampaing Sindi, Sindi segera berpaling memunggui suaminya.
Dag dig dug
Irsyad pun merasa hal yang sama dengan Sindi, lampu kamar sengaja di matikan oleh Irsyad, akan sangat canggung suasananya jika wajah mereka terlihat oleh pasangannya dalam kegelisahan masing-masing
Dalam kegelapan mereka hanyut dengan fikiran dan perasaan mereka masing-masing.
Lagiagi Sindi maupun Irsyad menoleh ke arah jam dinding yang terpasanv di sana, di lihatnya baru pukul dua dini hari, menunggu fajar hari itu terasa amat lama, waktu berjalan bagi kedua pasangan yang baru menikah itu
Mungkin bagi pasangan pengantin baru yang menikah karena saling mencintai, malam pertama adalah hal yang sangat di nanti nantikan, tapi tidak untuk ke dua pasangan ini.
Sepanjang malam mereka terjaga, perasaan gelisah karena baru pertama kali tidur dengan pasangannya tapi sangat asing, karena mereka belum cukup mengenal satu sama lain dalam artian sebagai pasangan suami istri bukan sebagai adik kakak
__ADS_1
" Sin,." Panggil Irsyad
" Iya bang." Jawab Sindi tapi masih memunggungi Irsyad
" Kamu bangun, maaf ya kalau abang bangunin kami." Ucap Irsyad
" Aku sudah bangun kok bang, ada apa abang panggil Sindi, apa ada yang abang butuhkan biar Sindi ambilkan." Ucap Sindi sedikit gugup takut ketahuam kalau semalaman dia tidak tidur
" Tidak Sin, abang mau tanya ke kamu, apa benar kamu ingin bertobat Sin?." Tanya Irsyad
" Kenapa abang berbicara seperti tidak percaya dengan ku?." Ucap Sindi
" Bukannya abang tidak percaya tapi abang mulai sekarang sudah menjadi suami kamu, tugas papa sudah pindah ke abang, pasti kamu sudah tahu kan, jadi abang ingin membimbing kamu Sin." Jawab Irsyad
...🌷🌷🌷...
...Hai kakak-kakak semua, untuk GiveWay akan saya umumin akhir bulan ya kak, Semangat...
...🌷🌷🌷...
...To be continued...
__ADS_1