CINTA DALAM DOA

CINTA DALAM DOA
Bab 261


__ADS_3

Irsyad merebut sisir yang ada di tangan istri nya lalu menyimpan nya lagi. Irsyad membalik kan tubuh sang istri agar Sindi menghadap ke Irsyad yang saat ini berada di belakang nya, Irsyad menggenggam tangan Sindi lalu berkata.


"Kamu tahu hal yang selalu abang syukuri dalam kehidupan abang sekarang, adalah memiliki kalian dalam hidup abang, sebelum kamu datang hidup abang serasa kosong, kemudian kamu datang dengan membawa Omar sekaligus bersama mu, kalian lah pelengkap hidup abang saat itu, lalu Zhifa hadir di antara kita, dan itu menambah kebahagian abang, sayang apa tidak sebaik nya kita mulai memikirkan kehadiran anak kita yang ke tiga?." Ucap Irsyad


"Apa yang abang bicarakan itu sungguh bang?." Tanya Sindi.


"Ya tentu saja, abang sangat merindukan suara bayi kita menangis di saat malam, bagaimana juga anak anak sudah mulai besar dan tidak suka menangis." Irsyad berkata dengan wajah memelas.


"Ahhh mungkin abang lupa jika setiap pagi bayi perempuan kita selalu menangis bang!!!!." Jawab Sindi.


Irsyad menjadi terkekeh mendengar apa yang Sindi katakan.


"Baiklah jika kamu belum siap memiliki bayi kembali, tapi biarkan malam ini abang menyentuh mu ya." Ucap Irsyad dengan wajah melas nya.

__ADS_1


Tangan Irsyad dengan cepat menarik Sindi ke dalam pelukan nya, di cium nya tengkuk leher istri nya, Irsyad bisa mencium harum rambut istri nya, rasa nya seperti candu bagi Irsyad yang tidak bisa menahan diri jika sedang ber dua dengan sang istri tercinta.


"Bang... Aku mohon jangan seperti ini, aku...!!!." Sindi belum benar benar menyelesaikan kata kata nya, Sindi sudah tidak tahan dengan deruan dan hembusan nafas hangat suami nya, di leher nya yang membuat bulu bulu halus di tengkuk nya ikut berdiri.


"Bang...." Belum juga melanjutkan kata kata nya Irsyad sudah menangkup wajah istri nya kalau memberikan ciuman hangat di bibir tipis sang istri.


"Jangan katakan apa pun sayang, biarkan abang menikmati mu malam ini." Kata kata Irsyad di sela sela ciuman nya, sebelum akhir nya Irsyad mengangkat tubuh istri nya dan melempar nya ke atas tempat tidur.


"Jangan harap kamu bisa lepas dengan mudah malam ini dari abang sayang." ucap Irsyad dengan suara berat nya dan sorot mata penuh dengan hasrat


"Bang... Jangan!!!." Ucap Sindi.


"Jangan apa sayang? Kamu mau bilang jangan berhenti oke akan abang tidak akan berhenti sekali pun kamu memohon nya nanti." Irsyad sangat hafal bagaimana istri nya itu selalu tidak tahan, menahan rasa gelitik saat Irsyad menyentuh nya atau memberikan ciuman di tengkuk nya.

__ADS_1


Dengan sekali dorong, Sindi sudah di atas tempat tidur nya, lalu Irsyad ikut menyusul istri nya di atas tempat tidur, Irsyad langsung menerkam nya tanpa ampun hingga larut malam


Maaf ya kak, aku sensor karena ini dalam bulan suci ramadhan 😀🙏


Setelah puas melakukan nya Sindi merasakan sakit di tubuh nya, entah sudah berapa kali Irsyad melakukan nya malam ini, membuat Sindi kualahan untuk melayani hasrat sang suami.


...Hayo tebak, kelanjutannya bagaimana kakak...


...🌷🌷🌷...


...To be continued...


...Terima kasih sudah membaca karya saya...

__ADS_1


...Maaf kalau masih banyak kata-kata atau tulisan yang masih salah...


__ADS_2