
Untuk sesi selanjutnya akan ada beberapa pasangan model lainnya yang akan mengisi majalah couple pasangan pengantin teromantis
Juna dan Ais sudah berada di ruang ganti, Juna masih sibuk membantu Ais membuka gaunnya,.
" Sayang! biar para asisten wanita itu saja yang membantuku." Pinta Ais pada suaminya.
" Tidak perlu, istriku! suamimu ini akan membantumu membuka gaun yang adik pakai." Tolak Juna yang masih ingin membantu Ais membuka resleting gaun istrinya.
Juna menarik resleting gaun Ais mulai dari punggung sampai batas pinggang.
Juna menelan savilanya kasar. Tuhan benar-benar menciptakan maha karya yang luar biasa pada tubuh istrinya
Perlahan Juna mendekati Ais yang memunggunginya. JUna mengabsen kulit Ais yang terpampang didepan matanya dari mulai punggung terus menuju pinggangb ramping Ais.
Tangan Juna reflek menyentuh kulit mulus Ais yang sangat menggoda imannya.
Ais itu memekik kecil saat tangan Juna menyentuh langsung permukaan kulitnya.
__ADS_1
Ais menoleh ke arah suaminya dan Juna juga menatapnya.
Juna itu berjalan selangkah demi selangkah mendekat ke arah Ais yang memundurkan tubuhnya kebelakang secara perlahan.
" Sayang!." Ais memanggil suaminya dengan nada lembut
Namun Juna tak memperdulikan panggilan Ais, Juna saat ini hanya ingin menyentuh kulit istrinya, ingin merasakan kehangatan tubuh Ais.
Ais memegang gaun yang ia gunakan karena bagian belakang gaunnya sudah terbuka, Ais terus mundur sampai akhirnya punggung polosnya itu menyentuh dinding.
Juna terus menatap wajah Ais tanpa henti, tanpa ingin mengalihkan ke arah lain.
Juna bisa merasakan halusnya kulit Ais, Jari telunjuknya terus menjalari bagian punggung Ais membentuk lukisan abstrak nan indah.
Ais terus menerus menatap kedua manik mata Juna dan begitu pula sebaliknya Juna.
Tangan kiri Juna tak tinggal diam. Tangan itu juga ikut membelai punggung polos Ais sampai si empunya punggung memejamkan matanya menerima sentuhan yang bertubi-tubi dari tangan suaminya.
__ADS_1
JUna tersenyum melihat raut wajah Ais yang menikmati setiap sentuhan kecil darinya.
Awalnya bibir keduanya memanas biasa, namun kedua tangan Ais tanpa aba-aba melingkar indah di leher JUna , membuat JUna menggerakkan bibirnya ke atas dan ke bawah. mengobrak abrik bibir merah Cherry yang di miliki oleh Ais.
Ciuman mereka mulai kembali berulah, Tangan kekar itu perlahan menurunkan gaun yang ada ditubuh istrinya sampai bagian dada Ais dan itu terpampang nyata.
Ciuman mereka tak berhenti bahkan semakin menggila, saat gaunnya sudah memperlihatkan perut datar Ais, tiba-tiba Ais teringat kalau mereka sekarang ada di tempat umum, bukan di rumah atau bukan di kamar mereka, Ais menepuk dada suaminya dengan pelan, lalu Juna melepas ciuman mereka,
" Kenapa, hmm?." Tanya Juna
" Abang, kita lagi tidak ada dirumah sekarang, tolong hentikan, kita lanjut dirumah nanti, okey." Jelas Ais
Juna tersenyum, Juna sendiri lupa kalau mereka sekarang ada dimana dan habis ngapain.
" BAiklah sayang, cepat ganti bajunya ya, abang tunggu di depan kamar, abang juga akan mengganti baju abang,." Jawab JUna
" Iya bang, wajah Ais memerah, sensasi pergerakan bibir suaminya masih terus terasa, Ais tersenyum mengiat hal konyol yang baru mereka lakukan barusan.
__ADS_1
🌷🌷🌷
To be continued