CINTA DALAM DOA

CINTA DALAM DOA
Bab 163


__ADS_3

"Maafkan abang ya sayang, abang sudah membuat kamu menangis, abang takut kalau kamu meninggalkan abang, apa jadi nya abang kalau tidak ada kamu dan baby, kamu adalah belahan jiwa abang sayang, sekali lagi maafkan abang, abang Cinta sama kamu." Ucap Irsyad yang berbisik tepat di telinga Sindi dan itu sukses membuat tangisan Sindi pecah, setelah mendengar ucapan CINTA dari suami nya, Sindi yang selama ini menunggu ucapan itu dan sekarang penantian nya selesai sudah, Sindi langsung mengeratkan pelukan nya


"Sin, ingat kandungan kamu nak, Irsyad lepaskan istri kamu, ayo kita masuk, mommy akan menelpon daddy kamu agar pulang secepat nya, pasti daddy bahagia nak melihat kamu bebas." Ucap mommy


Mereka semua masuk ke dalam rumah, di dalam sudah di sambut saudara-saudara mereka semua, Opa Oma dan kakek sangat senang melihat nya, Mesya yang akan berangkat kerja langsung menurungkan niat nya, ia akan meminta ijin pada atasan nya karena ada urusan keluarga, beberapa saat daddy sampai di rumah, Daddy sempat bengong setelah melihat Irsyad ada di rumah, bagi daddy ini mimpi, mereka semua senang karena Irsyad sudah kembali, semua orang diam saat bibi di rumah memberitahukan kalau ada tamu yang sedang mencari mommy dan daddy.


Tika dan Bagas segera keluar untuk menemui tamu nya, siapa sangka tamu yang akan Tika dan Bagas temui adalah penyebab putra nya masuk ke dalam sel tahanan.

__ADS_1


"Assalamulaikum, Selamat sore tuan Bagas." Ucap papa Danu


"Waalikumsalam tuan Danu, silahkan duduk.: jawab Bagas sambil mempersilahkan papa Danu dam Dita duduk, beberapa menit kemudian bibil datang membawa 4 cangkir teh dan kopi


"Ehkem, maaf tuan Bagas dan nyonya Tika kalau sudah mengganggu istirahat nyonya dan tuan, saya minta maaf karena saya sudah lancang datang kesini tanpa memberitahukan dulu kedatangan saya serta putri saya ke rumah keluarga pamungkas, kami ber dua ke sini mempunyai tujuan, nak kamu yang berbicara atau papa nak?." Tanya papa Danu


"Biar Dita saja pa,."Jawab Dita

__ADS_1


Dita menarik nafas nya." Dita sekarang sadar tante om, kalau cinta tidak bisa di paksakan, jadi saya secara pribadi meminta maaf kepada om dan tante." Ucap Dita sambil menggenggam tangan sang papa, papa Danu yang merasakan tangan dingin Dita langsung membelai tangan Dita, papa Danu secara tidak langsung memberi ketenangan dan kekuatan untuk menghadapi dan mempertanggung jawab kan apa yang telah ia perbuat pada keluarga pamungkas


...Hayo tebak, kelanjutannya bagaimana kakak...


...🌷🌷🌷...


...To be continued...

__ADS_1


...Terima kasih sudah membaca karya saya...


...Maaf kalau masih banyak kata-kata atau tulisan yang masih salah...


__ADS_2