CINTA DALAM DOA

CINTA DALAM DOA
Eps 101


__ADS_3

" Hais kamu tu Bi, jangan bikin Ais memikirkan itu, coba kalau nanti Ais minta bulan beneran terus gimana, sedangkan kakak kan juga pasti tidak bisa." Ucap Juna yang ikut bercanda


" Hahahhaha, kalau gitu jangan ya Ais, kasihan tuh suami kamu, ya sudah berhubung semua sudah ada disini, aku mau pulang dulu ya, tadi aku bilang ke ibu kalau aku antr kamu ke RS, ini sudah larut, takut kalau ibu sama bapak cariin aku." Ucap Bian


Semua orang disana tertawa mendengar obrolan ke tiga orang itu, tapi berbeda dengan laki-laki yang sejak awal sudah mencuri-curi pandang terhadap Bian, siapa lagi kalau bukan Lian, Lian selalu melihat ke arah Bian, perempuan yang sudah mengisi hatinya sejak beberapa bulan lalu, perempuan yang selalu di cari sampai dia hampir putus asa, perempuan yang selalu membuat jantungnya berdetak lebih cepat saat berhadapan dengannya, perempuan yang ingin dia miliki seutuhnya, tapi apakah perempuan itu memiliki rasa yang sama seperti dirinya? itulah yang menjadi fikiran Lian saat ini, sampai-sampai saat sang adik menepuk bahunya saja tidak dia hiraukan karena masih betah memandang perempuan yang telah mengganggu fikirannya.


" Bang, ciye ngapain di tahan bang, sono di samperin, bilang kalau abang cinta ma dia, jangan sampai abang terlambat, kalau sudah di ambil laki-laki lain baru tahu rasa kamu bang, sudah sana kalau bisa cepet nikah aja kayak bang Juna, gercep bang gercep." Ucap Irsyad yang baru saja masuk setelah memanggil Dokter buat istri abangnya


" Tapi abang harus gimana coba?." Tanya Lian yang bimbang mau melangkah bagaimana

__ADS_1


" Aduh bang, katanya punya pengalaman banyak, masak urus gitu aja gak bisa." Ucap Irsyad yang meremehkan abangnya


" Kamu itu, abang tidak punya kenalan kalau urusan perempuan, kamu tahu sendiri kan, di keluarga kita bagaimana, kita harus berpeganggan teguh sama norma agama yang kita anut," Jawab Lian


" Kalau begitu ngapain masih duduk santai disana, tuh katanya mau pulang, coba tawarin abang yang antar, kan enak sekali melangkah 3 pulau terlampui."


" Maksudnya?."


" Ok, makasih atas pendapatnya, doakan lancar ya?."

__ADS_1


" Ekhem," Lian berdehem saat sudah sampai di dekat tempat tidur kakak iparnya


" Kenapa dek?." tanya Juna


" Gimana kalau Bianca, aku aja yang antar?." Tanya Lian


Semua mata disana melotot sambil melongo, kecuali Irsyad yang sudah tahu rencana abangnya, sedangkan Bian wajahnya langsung merah seperti tomat, karena sejak kedatangan Lian di RS Bian mencoba untuk menghindar agar jantungnya bisa stabil lagi, karena tidak biasanya Lian mau turun tangan untuk urusan beginian, apalagi yang di antar pulang adalah seorang perempuan, katanya Lian perempuan adalah manusia yang selalu mengganggu dan merepotkan, terbukti setiap ada apa-apa selalu Irsyad yang mengantar kakak dan adiknya, sedangkan Lian hanya mau mengantar Mommy dan Ommanya saja selama ini


...🌷🌷🌷...

__ADS_1


... To be continued...


__ADS_2