CINTA DALAM DOA

CINTA DALAM DOA
Eps 76


__ADS_3

Ais turun dari atas panggung dan menuggu hasil dari juri lagi, ternyata Ais masuk dalam 3 besar dan Juri memberi tantangan kalau bernyanyi pada sosok yang sangat di cintai sekaligus berduet, Ais bingung mau nyanyi apa, dan beryanyi sama siapa, sedangkan suaminya lagi jauh, Ais menghadap pada Nitta dan Bram dengan sorotan mata Nitta dan Bram tahu apa yang di mau oleh Ais, tapi Nitta dan Bram tidak tahu solusi apa yang akan Ais buat, sedangkan dua peserta yang masuk dalam 3 besar sudah mempunyai pasangan, yang satunya suami dan satunya tunangannya, hanya Ais yang belum mendapat pasangan.


Ais mencoba mendekati para panitia dan juri


" Assalamualaikum. Kak, apa boleh saya bernyanyi sendiri?."


" Wa'alaikumsalam, kenapa? apa kamu tidak mempunyai pasangan?."


" Ada kak, tapi pasangan saya lagi di kerja dan tidak bisa kesini, kalau memang saya tidak bisa bernyanyi sendiri, saya akan mundur saja kak, biar peserta yang ke 4 saja yang mengantikan saya." Jawab Ais dengan putus asa


" Kamu nyanyi saja, biar nanti kami carikan pasangan diluet buat kamu ya,." Ucap panitia yang memberi solusi pada Ais


" Alhamdulilah, baik kak, terima kasih ya kak."


" Iya sama-sama."


Ais berlalu meninggalkan panitia dan menuju kursinya lagi, peserta pertama sudah bernyanyi, suaranya sangat bagus, Ais merasa minder.


Nama Ais di panggil oleh host, Ais menuju panggung, biasanya Ais akan ditemani oleh alat musik, saat nyanyi pertama Ais ditemani oleh gitar yang kedua piano, dan yang ini kenapa para panitia hanya bilang kalau Ais cuma nyanyi saja


Ting (Anggap saja suara petikan sinar gitar ya kak)


Ais mencari suara petikan sinar itu, Ais yang bingung langsung menatap para panitia yang berada di pojoj ruangan, memberikan tanda kalau Ais disuruh fokus saja, Ais membalasa dengan anggukan, Ais mulai konsentrasi dan Ais bingung kenapa harus lagu ini, ini kan lagu yang sering Ais nyanyikan saat berdua sama suami, apa suaminya datang? tapi dimana kalau datang, kenapa gak bertemu dengannya? Ais menghembuskan nafas beratnya, harus fokus fokus fokus agar bisa bernyanyi, disaat Ais yang mulai fokus ternyata Ais menitikan air matanya yang lolos begitu saja, Ais tidak menyangkan baru 2 hari ditinggal suaminya ternyata rindunya teramat dalam pada sang suaminya, bener kata Dillan, rindu itu berat,


...Kupilih hatimu tak ada kuragu...


...Mencintamu adalah hal yang terindah...


...Dalam hidupku oh sayang...


...Kau detak jantung hatiku...


Petikan gitar berhenti lampu tempat kompetisi mati, lalu ada lampu yang menyorot keberadaan Ais dan tidak disangka ada suara laki-laki yang sangat dia rindukan, Ais yang tidak bergeming dari tempat itu hanya bola matanya yang mencari suara itu, lalu ada sorot lampu lain yang menyorot keberadaan laki-laki itu


...Setiap nafasku hembuskan namamu...


...Sumpah mati hati ingin memilihmu...


...Dalam hidupku oh sayang...


...Kau segalanya untukku...


Laki-laki itu berjalan ke tempat Ais sambil bernyanyi, Air mata Ais mentenes lagi


...Janganlah jangan kau sakiti cinta ini...


...Sampai nanti di saat ragaku...


...Sudah tidak bernyawa lagi...


...Dan menutup mata ini untuk yang terakhir...


...Setiap nafasku (setiap nafasku)...


...Hembuskan namamu (hembuskan namamu)...


...Sumpah mati (sumpah mati)...


...Hati ingin memilihmu (ku milikmu)...


...Dalam hidupku oh sayang...


...Kau segalanya untukku ooh...


...Janganlah jangan kau sakiti cinta ini...


...Sampai nanti di saat ragaku...


...Sudah tidak bernyawa lagi...


...Dan menutup mata ini untuk yang terakhir...


...Oh tolonglah jangan kau sakiti hati ini...


...Sampai nanti di saat nafasku...


...Sudah tidak…berhembus lagi ...


...karena sungguh cinta ini cinta sammmpai mati...

__ADS_1


Ais dan Juna bernyanyi bersama sambil bersahutan, sampai selesai


...Janganlah jangan kau sakiti cinta ini...


...Sampai nanti di saat ragaku...


...Sudah tidak bernyawa lagi...


...Dan menutup mata ini untuk yang terakhir...


...Setiap nafasku (setiap nafasku)...


...Hembuskan namamu (hembuskan namamu)...


...Sumpah mati (sumpah mati)...


...Hati ingin memilihmu (ku milikmu)...


...Dalam hidupku oh sayang...


...Kau segalanya untukku ooh...


...Janganlah jangan kau sakiti cinta ini...


...Sampai nanti di saat ragaku...


...Sudah tidak bernyawa lagi...


...Dan menutup mata ini untuk yang terakhir...


...Oh tolonglah jangan kau sakiti hati ini...


...Sampai nanti di saat nafasku...


...Sudah tidak…berhembus lagi ...


...karena sungguh cinta ini cinta sammmpai mati...


Semua para penonton, juri dan panitia berdiri bertepuk tangan, ada yang tertawa dan ada juga yang tertawa sambil menangis terutama para wanita yang menangis.


Juna yang sudah berada di depan Ais langsung memutar gitar yang awalnya berada di depan sekarang berada di belakang tubuh Juna, Juna berlutut dengan sebelah kakinya lalu memberi Buket bunga kesukaan Ais, Ais menerima dengan linangan Air matanya, Juna berdiri dan memeluk Ais sambil mencium kening Ais dengan sangat lama, suara riuh semakin kencang di hotel itu, banyak sekali suara jepretan dan kilatan Foto dan ponsel dari para pemburu berita dan para penonton, Nitta juga tidak mau ketinggalan dia selalu mengabadikan semuanya apa yang dilakukan Ais disaat di atas panggung karena itu adalah permintaan dari Juna,


" Mbak Ais kenapa malah berlindung di punggung Pak Arjuna?." Tanya Host


" Dia malu," Bukan Ais yang menjawab malah Juna yang menjawab


" Kenapa malu mbak Ais."


Ais yang masih berada di balik punggung Juna mengusap Air matanya, lalu keluar berada di samping suaminya


" Saya malu, saya kira hanya dengan Abang, Ais lupa kalau ini kompetisi." Jawab Ais dengan wajah merahnya, Juna yang mengerti lalu memberikan sapu tangan yang berada kantong jasnya


" Ini sayang." Ucap Juna sambil memberikan sapu tangan


" Terima kasih abang." Jawab Ais


" Wao roman-riman ini apakah cinta?." Host yang tidak tahu hubungan Ais dan Juna bertanya terus


" Kami suami istri, Aisyah Humaira P ini adalah istri saya, istri saya dimana-mana selalu menyingkat nama keluarga Pamungkas hanya dengan P,istri saya tidak mau memanfaatkan nama belakang keluarga, dia ingin hidup normal seperti kalian semua, memang saya akui kalau istri saya ini adalah seorang Youtober, pertama kali saya dengar kalau dia adalah seorang Youtober, saya kaget, masak seorang Aisyah yang begini seorang Youtober karena selama saya kenal istri saya, istri saya tidak pernah memberitahukannya, istri saya ini adalag seorang yang penuh kejutan, dari seorang Youtober, penyanyi, suka touring menggunakan motor gede, perempuan bisa beladiri dengan sabuk hitamnya, bisa masak, dia itu perempuan kuat tapi kalau di depan saya dia akan berubah menjadi wanita yang sangat manja sekali, tapi saya suka, dia itu seorang istri paket komplit tapi saya bangga sama dia, dia tidak mau menyebutkan P itu apa, bukan dia tidak menghormati nama belakang keluarga, tapi dia hanya ingin hidup seperti orang lain, tanpa harus ada yang di istimewakan, contohnya seperti ini, kalau kalian semua tahu P adalah Pamungkas, pasti kalian akan sangat mudah untuk membuat istri saya seorang pemenang entah itu suara istri saya bagus apa tidak, yang penting menang begitu saja, dan itu lah yang membuat istri saya tidak mau menyebutkan nama lengkapnya, jadi istri saya ingin menang dengan usahanya sendiri tanpa harus memandang nama belakang keluarga, untuk para juri silahkan kalian bekerja secara profesional saja, jangan memandang ada saya disini dan Aisyah Huamira ini istri saya, bekerjalah sesuai dengan kemampuan dari peserta, saya yakin kalian bisa." Ucap Juna panjang lebar


Ais yang berada di samping Juna langsung mencubit pinggang Juna


" Auw sakit sayang." Juna yang mengelus pinggangnya yang di cubit oleh Ais


" Abang..." Ais memanggil dengan manjanya


" Wao kalian emang pasangan terromantis malam ini, eh keliru romantis sampai kapan pun, saya jadi ingin punya istri seperti mbak Ais." Ucap Host yang langsung dapat tatapan tajam dari Juna


" Hehhehehe maaf ya pak, maksud saya, saya ingin mempunyai yang sifatnya kayak mbak Ais, pasti rumah akan terasa hangat sekali,." Jelas host itu


" Baiklah mbak Pak, silahkan tunggu hasilnya disana ya, sambil menikmati hidangan yang ada disana, silahkan." Ucap Host yang dengan cepat mengalihkan pembicaraan karena takut kalau Juna sampai marah, pasti dia akan di pecat dalam pekerjaannya, karena semua orang tahu Juna itu seperti apa


Juna turun menggandeng tanga Ais sebelah kiri, karena tangan kanannya memegang buket bunga pemberian dari suaminya, setelah itu mereka duduk bergabung dengan Nitta, Bram dan Pram


" Kalian romantis sekali, mbak jadi iri." Ucap Nitta


" Mas Bram Kode itu!." Ucap Ais pada Bram


" Iya ya, padahal tiap hari udah romantis, masak masih kurang ya," Jawab Bram

__ADS_1


" Apanya, mana ada mas romantis sama aku, tiap hari bisanya cuma ajak bertengkar gitu."


" Nah itu tuh, itu kan bisa dikatakan romantis sayang." Jawab Bram


Semuanya tertawa sambil menepuk dahinya


" Apa kalian itu tidak pernah bertengkar ya?." Tanya Nitta


" Namanya rumah tangga mbak pasti ada bertengkarnya, tapi kita selalu meminimalisir agar berantemnya tidak lama-lama." Jawab Ais


" Bagaimana caranya kalian meminimalisir itu, nih mas dengerin pengantin baru aja bisa, kenapa mas malah tiap hari berantem terus sama aku." Ucap Nitta dengan menggebu-gebu


" Hehehhe cukup mengalah aja mbak, memang saat berantem pasti tidak mau ada yang mengalah karena masih panas otaknya, tapi tidak lama lagi kita duduk bersama, entah benar apa salah kita selalu saling minta maaf, setelah itu ya kita sebagai laki-laki buat aja istri kita kelehahan, beres udah, selesai, pas sudah bangun tidur pasti romantis lagi." Ucap Juna dengan entengnya, Ais yang mau mencubit perut Juna langsung menggenggam tangan Ais langsung diciumnya tangan Ais dan itu malah membuat wajah Ais bertambah merah.


Sedangkan Pram yang dari tadi melihat keromantisan Bosnya itu merasa iri


" Tuan, bisakah Tuan tidak bersikap romantis disaat saya ada disini Tuan, karena jiwa jomblo saya meronta-ronta Tuan." Ucap Pram yang putus asa


" Mangkanya cari istri Pram, biar gak iri lihat saya berduaan sama istri saya." Jawab Juna


" Bagaimana saya mencari calon istri Tuan, Karena setiap saat saya berada di dekat Tuan." Jawab Pram


" Bang, kasih waktu dong untuk Pram cari pendamping." Ucap Ais yang membela Pram


" Ok, kalau begitu kamu saya kasih libur sampai kamu mendapatkan pendamping, bagaimana?." Ucap Juna


" Tidak Tuan, dari bahasa yang Tuan katakan kalau memberi saya libur sampai mendapatkan pendamping, kalau iya dapatnya cepet kalau lama ya otomatis saya di pecat dong, terus saya sama keluarga saya makan apa." Jawab Pram dengan menggebu-gebu


" Nah itu kamu sudah tahu jawabannya." Ucap Juna


" Abang..." Ucap Ais lagi


" Ya ya ini demi istriku, kalau tidak dituruti nanti malam aku jablai dong." Ucap Juna dengan tertawa


Ais langsung mengelus paha suaminya agar suaminya itu mulai terpancing,


" Terima kasih Tuan, Nyonya atas bantuannya." Ucap Pram


Juna yang pahanya di elus-elus oleh Ais sudah mulai bereaksi, JJnya sudah Onfire,


Ais yang melihat mata suaminya yang sudah berat hanya nyengir saja dan tetap melanjutkan aksinya


Juna sudah tidak bisa menahannya.


" Ekhem, mbak mas Pram, lebih baik kita istirahat dulu aja, tadi saya sudah tanya pada panitia kalau hasilnya nanti malam sekalian makan malam, karena akan ada pertunjukan juga." Ucap Juna yang sudah tidak tahan lagi untuk memakan istrinya itu


" Baiklah, tapi mas sama mbak belum pesan kamar." Ucap Bram


" Tenang aja mas, udah di siapkan sama Pram." Jawab Juna


" Iya pak, Tuan sudah menyiapkan semuanya. mari saya antarkan ke kamar."


Mereka semua berjalan, Nitta dan Bram mengikuti langkah Pram, sedangkan Juna melangkah ke kamar hotel yang berada di lantai paling atas


Setelah sampai di kamar hotel tanpa mengnunggu lama Juna langsung menarik tangan Ais disaat posisi Ais berada di depan Juna karena tadi Juna masih menutup pintu kamar hotelnya


" Adik mau kemana hmm...?." Tanya Juna


Ais langsung menelan savilanya dengan berat karena tahu tatapan sayu suaminya yang dari sejak di meja tadi sudah menahannya


" Adik mau melepas hijab bang."


" Abang bukain ya." Tawar Juna


Ais menganggukkan kepalanya


Juna dengan semangat membukanya hijab Ais setelah terbuka Juna meletakkan Hijab Ais di meja, Ais yang mendapat kesempatan untuk menghindari Juna langsung mengambil kesempatan itu, tapi Juna yang sudah mengetahuinya langsung menggapai pinggang Ais


" Mau kemana lagi hmm. tadi alasannya ingin lepas hijab, sekarang apalagi hmmm.?." Tanya Juna yang tahu kalau istrinya akan menghindar karena malu


" Eh eh eh eh abang, itu anu anu bang adik mau."


" Mau apa sayang?." Ucap Juna dengan membelai bibir istrinya yang basah itu dan yang membuat Juna sudah tidak bisa menahannya lagi


" Adik mau.mau mau mau."


" Apa sayang, coba katakan jangan buat abang penasaran sayang, kenapa sekarang adik takut, tadi waktu dimeja makan, adik berani banget, kenapa sekarang beda.hmmm


***🌷🌷🌷

__ADS_1


Jangan lupa Like, Vote, Rate dan jadikan Favorite ya kak, kasih Tips dong kak***.


__ADS_2