
Melihat pintu terbuka lebar membuat Sindi menahan nafas nya untuk sejenak dan memperhatikan siapa orang membuka pintu dalam fikiran nya, Sindi membayangkan jika ternyata yang membuka adalah orang tua Imbal dan membawa putra nya.
"Hu.....h." akhir nya Sindi bisa bernafas lega begitu ia menyadari kalau yang membuka pintu nya adalah Irsyad suami nya sendiri
"Bang Irsyad." Seru Sindi.
"Sayang ada tamu di bawah ayi segera temui, anak anak juga ikut ke bawah dan beri salam pada kakek dan nenek kalian." Ucap Irsyad kepada ke dua anak nya.
Tap...tap...tap... Langkah lari anak anak kecil untuk segera tiba di lantai dasar rumah nya. Terlihat Zhifa lebih duku lari lalu di susul oleh Omar.
"Bang..." Panggil Sindi.
__ADS_1
Sindi kemudian menyusul anak anak nya, ia meninggalkan kamar dengan sangat cepat, setiba nya di lantai dasar, Sindi menyaksikan Omar putra nya sedang di peluk oleh seorang wanita paruh baya yang tidak lain adalah ibu nya Ikbal, Sindi bisa melihat adegan yang sangat jelas dengan isakan tangis dalam diri wanita paruh baya itu.
Begitu Ajeng melihat kedatangan Sindi, Ajeng segera berlari menuju ke arah Sindi berdiri.
Brukkk...
Seketika saat sampai di hadapan Sindi, Ajeng bersimpuh di bawah kaki Sindi, ia terus menangis di sana.
Meski Sindi menahan nya dan meminta nya untuk berdiri tapi Ajeng tidak memperdulikan nya ia hanya terus mengucapkan kata kata permohonan maaf pada wanita di hadapan nya itu .
"Aku tahu aku sangat keterlaluan saat itu, bahkan aku menginginkan kamu menjadi seorang janda dengan menjebak suami kamu dan menjebloskan nya ke dalam tahanan, aku memang tidak pantas mendapatkan ampunan mu tapi aku mohon tolong ijin kan aku untuk tetap bisa melihat nya dan menemui nya, hiks...hiks...hiks...
__ADS_1
Masih banyak lagi kata kata yang Ajeng ucapkan untuk mendapatkan maaf dari Sindi.
Seketika Sindi meneteskan air mata nya dan meminta suami nya membawa Omar dan Zhifa kembali ke kamar, bagaimana pun juga ini tidak pantas untuk di lihat anak anak nya, setelah memastikan anak anak nya sudah berada di tempat seharus nya, Sindi mengajak Ajeng untuk duduk di sofa bersama nya.
"Nyonya aku sungguh tidak tahu harus memulai nya dari mana untuk mengatakan nya, kalian sungguh membuat sulit hidup ku, di masa lalu, dan aku baru tahu kebenaran yang suami ku sembunyikan selama ini tentang kebusukan kalian, apa tidak ada perasaan kah hati kalian, kenapa begitu sangat kejam, Apa kalian tahu aku hidup dengan susah saat itu, aku dalam keadaan hamil dan usia kehamilan ku baru beberapa minggu dan aku mendengar kabar kepergian kekasih hati ku tapi Kalian tidak memberiku kesempatan meski hanya untuk terakhir kali melihat nya, aku hancur saat itu, aku tidak tahu lagu apa yang harus aku lakukan dalam keadaan seperti itu, rasa nya ingin sekali membuang bayi nya saat itu." Sindi berhenti sejenak lalu melanjutkan nya, Sindi mengutarakan semua isi hati nya yang selama ini ia tahan dan mengganjal, Sindi tidak mau menyimpan rasa ini terlalu lama
...Hayo tebak, kelanjutannya bagaimana kakak...
...🌷🌷🌷...
...To be continued...
__ADS_1
...Terima kasih sudah membaca karya saya...
...Maaf kalau masih banyak kata-kata atau tulisan yang masih salah...