CINTA DALAM DOA

CINTA DALAM DOA
Bab 142


__ADS_3

"Tidak kak, hiks...hiks...hiks.. aku cuma ingin bersamamu, bagaimana pun juga cara nya, akan aku tempuh, aku tidak perduli itu benar apa salah,." Ucap Dita mama Ikbal yang melihat Dita menangisi Irsyad segera mengajak Dita kembali pulang ke rumah


"Irsyad kamu dengar saya, saya tidak akan membebaskan kamu, sebelum kamu menyetujui untuk menikah dengan Dita." Mama Ikbal segera pergi dari sana dengan langkah pasti, sebelum dua wanita itu benar-benar keluar dari sana Irsyad berkata


"Saya tidak takut terhadap ancaman Nyonya, silahkan anda melakukan yang menurut anda benar dan bisa sepuas nya melakukan sama saya, tapi perlu anda Ingat nyonya, Allah tidak tidur, Allah akan membantu hamba nya yang telah teraniyaya, Allah selalu bersama dengan hamba nya yang terdholimi." Ucap Irsyad sedikit berteriak


Terlihat wajah Irsyad frustasi, tidak ada senyuman di wajah nya saat ini, hanya rasa kesal bingung dan perasaan bersalah terhadpa Sindi


...🌷🌷🌷...


Di rumah dinas Irsyad, Sindi sedang membersihkan rumah, karena setelah membersihkan rumah, Sindi ingin menjenguk suami nya, tadi pagi Sindi sudah melakukan yang Irsyad pesankan pada diri nya, Sindi sudah menelpon pengacara keluarga Pamungkas, dan pengacara tersebut sebentar lagi akan sampai jadi Sindi harus segera selesai sebelum pengacara tersebut.


Setelah Sindi membersihkan diri, Sindi mendengar ada suara ketukan pintu, Sindi berfikir kalau itu pasti pengacara keluarga suami nya, Sindi bergegas membuka pintu


"Assalamualaikum." Ucap beberapa laki-laki yang ada di hadapan nya

__ADS_1


Sindi yang terbengong setelah melihat lakiaki berpakaian seragam langsung sadar dari lamunan nya


"Wa.....waalaikumsalam, bang." Jawab Sindi


"Kamu tidak mempersilahkan kami masuk dek?." Tanya Salah satu laki-laki itu


"Eh..eh masuk bang, maaf Sindi bingung." Sindi mempersilahkan masuk ke dalam rumah Sindi


"Mau minum apa bang." tanya Sindi


"Tidak usah, kami kesini mau menemui Irsyad dimana dia?." Tanya Lian, ya mereka adalah Juna, Lian, Sandi serta 2 pengacara keluarga Pamungkas


"Kamu tidak usah berbohong sama kami dek, kamu tidak bisa berbohonh, wajah kamu saja sudah kelihatan."Jawab Sandi


"Bang,."Sindi duduk dan menangis di sana

__ADS_1


Lian yang melihat Sindi menangis langsung ke dapur untuk mengambilkan air minum sedangkan Juma segera mengambilkan tisu buat Sindi


"Apa yang terjadi dek, kenapa kalian tidak menghubungi kami, no ponsel kalian tidak bisa di hubungi sama sekali." ucap Juna setelah melihat Sindi sudah bisa mengontrol emosi nya


"Abang tahu dari mana, maaf kalau ponsel kami berdua tidak aktif bang, ponsel bang Irsyad ganti, tidak tahu hilang dimana ponsel bang Irsyad sebelum nya." Jawab Sindi


"Kalau bukan dari pengacara keluarga dari mana lagi, sebenar nya kami mau datang kerumah mama Citra dan papa Angga, tapi kami masih berfikir kembali dek, kami berfikir kalau kalian sedang pergi luar kota." Jawab Lian


"Mbak Sindi maafkan saya kalau saya tidak menepati janji saya terhadap mbak Sindi dan mas Irsyad, tapi bagaimana pun juga keluarga harus tahu mbak, apalagi saat saya akan ke berangkat kesini mas Juna meminta saya datang ke kantor tapi saya menolak nya, sedangkan mas Juna curiga mbak, jadi mau tidak mau saya harus berkata yang sejujur nya kepada beliau." Ucap pengacara tersebut


...Hayo tebak, kelanjutannya bagaimana kakak...


...🌷🌷🌷...


...To be continued...

__ADS_1


...Terima kasih sudah membaca karya saya...


...Maaf kalau masih banyak kata-kata atau tulisan yang masih salah...


__ADS_2