
" Dengan menghadirkan Langit, om bisa memiliki harta dari Fina, lalu setelah itu menjual organ Langit untuk membantu bisnis ilegal anda om." tanya Ray lagi.
" A....apa maksud kamu?." tanya nya lagi
" Sudah om, om jangan berkilah lagi, saya sudah tahu semua nya, jujur om, sejak om menolak kehadiran Langit, sejak itu pula saya berjanji tidak akan mengenal kan keluarga satu satu nya dari ibu nya, dan apa om masih ingat dengan ucapan om kepada Langit, sekarang om bisa bisa meminta Langit untuk menjadikan alat om, apa om tahu sebenar nya harta yang om dan tante nikmati sekarang adalah harta nya Langit, tapi saya dan Adam tidak mempermasalahkan itu semua, tanpa harta itu pun Langit serba kecukupan, ada ayah dan papa nya yang siap memberikan apa yang Langit butuh kan." ucao Ray
" Persetan dengan itu, berhubung kalian sudah tahu itu baik lah." ucap nya lagi dengan menjeda kata yang akan terucapn
" Saya hanya ingin Langit, kasih kan Langit pada saya, atau kalian akan saya laporkan ke pihak pengadilan dengan ancaman melarang untuk bertemu dengan cucu sendiri." ancam nya.
" Silahkan om, saya akan langkah tegap untuk melawan om, silahkan om keluar dari ruangan saya, saya sebentar lagi akan ada metting." jawab Ray.
" Kamu berani usir saya, dasar mantan menantu yang tidak punya sopan santun, lihat tunggu saja surat laporan saya kepada kamu." ucap nya lagi lalu pergi dengan keadaan emosi yang sangat luar biasa.
Sedangkan Ray dan Adam membuang nafas berat nya.
" Sorry Ray, andaikan kemarin gue tidak berkata kasar mungkin kejadian nya tidak seperti ini." ucap Adam
" Hai, mana Adam yang gue kenal dulu, tenang bro, tidak usah mikirin itu, yang terpenting sekarang adalah kebahagian Langit, jangan hilangkan senyuman dari bibir Langit." jawab Ray menepuk bahu Adam
__ADS_1
" Ayo kita segera cari jalan keluar nya, tenang saja, Adit dan Wildan akan selalu bantu kita kok, mereka juga sudah tahu kalau kita sudah baik kan." lanjut Ray lagi.
" Baik lah, terima kasih bro." jawab Adam
Seminggu kemudian
" Non, ada surat." ucap bik Ida
" Dari siapa bik?." tanya Mesya yang lagi asik main sama Langit.
" Dari pengadilan non." jawab bik Ida lagi.
" Baik non." jawab bik Ida melangkah kan kaki nya menuju kamar Mesya dan Ray.
Sore hari nya
" Assalamualikum" ucap salam Ray
" Waalikumsalam." jawab Mesya
__ADS_1
" Hai sayang, sayang makin hari kok tambah cantik sih, bikin abang ingin cepat cepat pulang." ucap Ray.
" Ih abang nih, baru turun dari mobil saja sudah ngegombal." Jawab Mesya setelah menciun tangan Ray.
" Langit bagaimana sayang." tanya Ray setelah menicum kening istri nya.
" Alhamdulilah tidak rewel sama sekali bang, setiap hari selalu telp mama nya kok." jawab Mesya.
" Alhamdulilah kalau begitu, sayang abang lagi pengen, mumpung Langit masih tidur, ayah boleh dong jenguk baby nya bun." ucap Ray dengan genit nya.
" Abang ini masih sore bang." ucap Mesya dengan wajah memerah.
" Tidak apa bun, kan malah enak kalau olah raga sore, ayah sudah lama bun tidak jenguk babay, baby iya kan lagi kangen ayah." ucap Ray di depan perut Mesya
...🌷🌷🌷...
...Jangan lupa like dan Vote...
...Happy Reading...
__ADS_1