CINTA DALAM DOA

CINTA DALAM DOA
Bab 263


__ADS_3

Begitu juga dengan keluarga dari pihak laki laki, yang tampak bahagia menyambut pernikahan itu, tapi tidak dengan mempelai wanita nya.


Dita justru terlihat sama sekali tidak menikmati acara pernikahan nya.


Begitu melihat kedatangan Sindi dan Omar, Ajeng menyempatkan diri menemui nya, di peluk nya Omar dengan sangat erat oleh Ajeng, tapi Omar merasa tidak nyaman mendapatkan pelukan itu.


"Sayang kamu datang, nenek kangen banget sama kamu nak." Ucap Ajeng setelah melepas kan pelukan kan nya.


"Hah.... Nenek???." Omar merasa bingung dengan keadaan itu, ia menatap ke dua orang tua nya untuk memastikan


Sindi sedikit menundukkan tubuh nya untuk dapat menjelaskan pada Omar.


"Iya sayang, ini nenek Ajeng, mulai sekarang kamu biasakan untuk memanggil nenek ya." Pinta Sindi.


"Mi, kan aku sudah punya dua nenek yang satu Oma Tika dan satu lagi Eyang Citra." Jawab Omar dengan polos nya.


"Kenapa aku harus panggil nenek juga?." Tanya Omar lagi.

__ADS_1


"Sayang, jika umur seseorang sudah sebaya dengan Oma Tika dan Eyang Citra, jadi kamu juga harus memanggil nya dengan nenek sayang." Jawab Sindi.


"Oh... Aku mengerti sekarang mi." Jawab Omar dengan memamerkan gigi putih nan rapi itu.


"Sindi, terima kasih sudah mau hadir di sini, saya sangat berterima kasih dan sangat senang dengan kedatangan Omar dan kalian, sekali lagi saya minta maaf untuk kejadian enam tahun yang lalu." Ucap Ajeng.


Sindi hanya menjawab nya dengan Senyuman, dan pelukan singkat seraya mengucapkan selamat untuk pernikahan putri nya.


Setelah berbasa basi dengan Ajeng, Sindi membawa anak anak nya menuju stand makanan, di lihat nya menu makanan di sana sangat menggugah selera, Sindi memberikan masing masing satu cup puding untuk anak anak nya dan dia memilih untuk menikmati makana berat, di pilih nya tusukan sate ayam yang sejak tadi sudah mencuri perhatian dari Sindi.


Tanpa sengaja mata nya menangkap sosok laki laki asing sedang memeluk sang istri, dan mereka berdua terlihat sangat akrab, melihat itu membuat Irsyad mengepal kan ke dua tangan nya, siapa laki laki tidak tahu malu yang memeluk wanita dengan dua orang anak nya itu.


Irsyad sudah tidak bisa menahan diri lagi, ia berjalan cepat ke arah Sindi, dan dengan kasar Irsyad menarik tangan istri nya.


"Awwww." Sindi berteriak dengan suara pelan nya saat Irsyad menarik tangan nya dengan kasar.


"Bang...ini..." Ucap Sindi dengan senyuman mereka di wajah nya, tapi justru ia mendapatkan tatapan mematikan dari sang suami.

__ADS_1


"Hai, saya Pandu." Ucap laki laki yang berada di samping Sindi dengan memperlihatkan senyuman manis nya yang di hiasi dengan pipi lesung nya.


Irsyad menelan savila nya dengan kasar, pikir nya dalam hati.


"Jika Sindi belum bisa benar benar melupakan laki laki ber pipi lesung tersebut, Seperti Ikbal, atau jangan jangan Sindi masih menyukai Ikbal, lihat saja begitu ia bertemu laki laki dengan lesung pipi di wajah nya, ia langsung terpesona dan melupakan ku." Guman Irsyad dalam hati.


Selamat malam kak, terima kasih masih selalu setia dengan cerita saya, oh iya jangan lupa ya kak, nanti malam akan saya umumkan nama nama yang beruntung untuk mendapatkan pulsa. Stay terus ya kak


...Hayo tebak, kelanjutannya bagaimana kakak...


...🌷🌷🌷...


...To be continued...


...Terima kasih sudah membaca karya saya...


...Maaf kalau masih banyak kata-kata atau tulisan yang masih salah...

__ADS_1


__ADS_2