
" Assalamualaikum mas."
" Wa'alaikumsalam sayang, ini mas perjalanan ke hotel, Adik siap-siap ya, nanti mas jemput ke kamar."
" Iya mas hati-hati di jalan."
" Oke sayang, Assalamualaikum."
" Wa'alaikumsalam mas."
Setelah Kayla menjawab salamnnya pun menutup telpnnya, dia juga sudah tidak sabar melihat kondisi buat hati mereka yang sekarang lagi berada di dalam perut sang istri tercintanya
Mobik telah berhenti lobby hotel kemudian Sandi bergegas menjemput Kayla dan mengajalnya ke RS
" Assalamualaikum, sayang." Sandi membuka pintu kamarnya dengan menggunakan kartu yang dia bawa sewaktu keluar tadi
" Sayang..." Tidak ada jawaba dari Kayla namun terdengar suara air mengalir dari dalam kamar mandi
" Sayang....tok...tok....tok..." Sandi mengetuk pintu kamar mandi
" Iya mas...." Kayla membuka pintu dan mengelap mulutnya menggunakan tisu
" Adik kenapa sayang?." Sandi memegang Kayla dan membawanya duduk di sofa
__ADS_1
" Mual mas, habis muntah."
" Adik kelihatan pucat sayang, kita ke dokter ya sekarang."
" Iya mas." Kayla merapikan hijabnya, Sandi menelpon Riko untuk meminta menghubungi RS apa jadwal pemeriksaannya bisa di majukan, kemudian setelah rapi Kayla segera keluar dari kamar bersama, Sandi untuk menuju ke RS
Sesampainya di lobby hotel Sandi langsung menyuruh sopir untuk mengendarai mobil mejunu ke RS yang sudah di daftarkan oleh Riko
Tidak butuh waktu lama, mereka telah sampai di RS kemudian menuju resepsionis untuk bertanya ruangan dokter yang akan memeriksa
Seorang sister mengantarkannya ke ruang dokte, kemudian mengetuk pintu dan mempersilahlan Sandi dan Kayla untuk masuk ke dalam, Ternyata dokter yang akan memeriksanya masih muda
" Siang dok."
Sandi dan Kayla duduk di kursi di hadapan meja dokter
" Perkenalkan nama saya dokter Wulan, apa ada keluhan yang ibu rasakan?."
" Saya Sandi dan istri saya Kayla, barusan istri saya mual dan muntah dok."
" Baik, saya akan melakukan pemeriksaan lebih dahulu, silahkan ibu berbaring di atas tempat tidur."
Kayla naik ke atas tempat tidur dengan di bantu oleh Sandi, kemudian seorang suster mengoleskan gel di atas perut Kayla.
__ADS_1
Dokter Wulan kemudian mulai memeriksa keadaan janin yang ada di dalam rahim Kayla." Bisa di lihat monitor bu pak, ibu calon bayi bapak dan ibu."
" Alhamdulilah." Ucap Sandi dan Kayla, pancaran kebahagian nampak di wajah mereka, Sandi terus menggeggam tangan istrinya dan tersenyum bahagia
" Usia kandungannya sudah 8 minggu dan keadaan janinnya juga sehat, bapak harus menjaga istrinya untuk tetap dalam keadaan sehat, tidak boleh terlalu kelelahan karena kehamilan di tri semester pertama sangat rawan." Jelas dokter
" Baik dok." jawab Sandi
" Jika mengalamin gejala mual muntah itu wajar dan itu akan terjadi selama tri semester pertama, setelah melewati tri semester pertama biasa semuanya akan kembali seperti semula bahkan bisa melebihi, mungkin ada beda sedikit yang di luar kebiasana Bu Kayla lakukan setelah itu, tapi tunggu dulu ini sepertinya." Dokter Wulan masih menggerak-gerakka alat USG yag berada di tangganya dan terus mengamati layar monitor dengan seksama
" Ada apa dok?." tanya Sandi
" Apa ada yang serius dok,"
" Dok bertahu kami, jangan seperti ini Dokter, saya takut ada hal-hal yang di luar sana."
" Mas tenang dulu, biarkan dokter Wulan selesaikan pemeriksaannya." Ucap Kayla sambil mengelus- elus lengan suaminya
" Sepertinya ini ada....
...🌷🌷🌷...
...**To be continued ❤...
__ADS_1