
" Cio, pulang yuk!." Ajak Sandi
" No yah... Cio ingin bersama bunda." Jawab Cio
" Kasihan bunda Cio, pasti bunda ingin segera pulang, karena di cari sama ibunya bunda." Sandi memberi penjelasan pada sang anak, agar dia paham maksudnya Sandi
" Tapi ayah, nanti bagaimana kalau Cio kangen bunda?." Tanya Cio
" Emmm...." Sandi bingung mau menjawab apa
" Cio bisa temui bunda dan telp kapan pun." Jawab Kay saat melihat Sandi bingun menjawab pertanyaan Cio
" Benar kah Bunda?." Cio tanya kembali
__ADS_1
" Iya sayang, benar itu, kalau Cio kangen mas bisa antar ke alamat ini ya, kapan pun mas antar pasti aku bisa kok." Ucap Kay sambil memberikan kartu nama pada Sandi
" Terima kasih, dan maaf Cio sudah repotin mbak Kay." Ucap Sandi tak enak
" Tidak apa-apa kok mas, Kay sejak pertama lihat Cio langsung sayang gitu,." Jawab Kay sambil mencium pipi gembul Cio
" Ah son ayah juga mau di cium seperti itu, ih aku ini bicara apa sih." Ucap Sandi dalam hati
" Maaf ya mas, sudah buat semua orang pusing cariin Cio yang saya bawa kesini." Ucap Kay merasa tidak enak terhadap Sandi
" Tidak apa-apa mbak yang terpenting Cio nya sudah kembali dan senang sama mbak Kay, ya sudah Cio salim sama bunda dulu ya, bilang kalau Cio mau pulang." Ucap Sandi memberi perintah pada Cio
" Bunda, Cio pulang dulu ya, bunda hati-hati kalau pulang, nanti kalau sudah sampai rumah Cio telp bunda ya, Cio sayang bunda, Emuuuuuuah muah muah mau." Ucap Cio sambil memberikan ciuman pada Kayla
__ADS_1
" Iya sayang, Cio juga hati-hati ya, bilang sama ayah jangan ngebut kalau bawa mobilnya, bunda juga sayang Cio, muah muah muah muah." Kay juga membalas ciuman pada pipi Cio
Cio, Sandi dan baby sisternya pergi meninggalkan Kay di meja es cream tadi, Kay terus memandang pada Cio yang lagi dalan gendongan ayahnya serta melambaikan tangannya, Kay juga membalas lambaian tangan Cio.
Setelah Cio dan Sandi tidak terlihat, Kay memesan es cream lagi, sambil menikmati es creamnya Kay berfikir, menurut Kay Sandi adalah laki-laki idaman, laki-laki dengan fisik tinggi, berkulit putih, hidung mancung, ramah pula, sayang banget sama anaknya, seperti Daddy dan saudara laki-lakinya sudah pasti banyak sekali perempuan yang suka sama Sandi, tapi Kay kembali berfikir, ngapain Kay fikirin suami orang
" Astagfirulloh Kay sadar Kay, mas Sandi sudah mempunyai istri tidak baik kalau memikirkan suami orang, yang jelas-jelas tadi kamu tau kalau dia kesini tadi bersama anaknya yang ganteng itu, jangan sampai kamu jadi pelakor Kay, di dalam keluarga dan Agama tidak memperbolehkan menjadi pelakor," Ucap Kay di dalam hati sambil mengetok-ngetok kepalanya agar tidak berfikir yang aneh-aneh apalagi sudah menjadi milik orang lain
Kay melihat jam tangan sudah hampir sore, Kay tidak jadi belanja dan juga tidak kembali ke kantor, Kay mengendari mobilnya pulang kerumah, untung saja berkas-berkasnya tadi sudah di bawa oleh Kay saat keluar makan siang dengan bu Ningsih tadi siang, Fikir kay
...🌷🌷🌷...
...To be continued...
__ADS_1