CINTA DALAM DOA

CINTA DALAM DOA
Eps 69


__ADS_3

" Kenapa? Apakah adik masih malu dengan abang?." Juna menatap wajah Ais dalam-dalam


" Sayang."


" Ah sudahlah, sekarang adik ikut dengan abang saja." Tanpa ingin mendengar apapun yang ingin di ucapkan Ais, Juna kemudian menarik tubuh Ais dan menggendongnya, lalu dengan segera Juna melangkahkan kaki menuju ke arah kamar mandi dan masuk kedalamnya


🌹🌹🌹


Setelah selesai menikmati sarapan yang disediakan oleh para pelayan, Kini Juna dan Ais kembali kelantai atas menuju kamarnya, setiba nya disana, Ais berjalan menuju ke arah tempat tidur dan merebahkan tubuhnya disana.


" Adik kenapa tidur lagi? Apa adik nggak keliling ke sekitar Villa?." Tanya Juna yang kini ikut duduk di atas tempat tidur


" Kayaknya Ais mau dirumah aja dulu bang, soalnya pinggang Ais masih sakit sama bagian yang ini masih nyeri dan perih." Ucapnya seraya menggigit bibir bawahnya.


Ais tak menyadari jika saat ini gejolak hasrat yang ada di dalam diri Juna tiba-tiba saja bangkit ketika Juna melihat Ais yang tadi sempat menggigit kecil bibir bagian bawahnya sendiri.


" Bang, abang kenapa kok diam?." Tanya Ais karena sedari tadi Juna hanya memandangi dirinya tanpa menggubris perkataannya


" Ya Allah...kenapa Ais terlihat seksi sekali saat menggigit bibirnya sendiri, aku hampir dibuat hilang kendali olehnya." Guman Juna


" Bang." Panggil Ais kembali sehingga membuyarkan lamunan Juna


" Oh, iya ada apa sayang?." Tanyanya


" Abang keliling-keliling saja sendiri ya." Ucap Ais


" Enggak deh." Sahut Juna


" Loh kenapa?." Tanya Ais


" Abang jagain adik aja disini, adik kan lagi sakit karena abang." Ujar Juna


" Tapi bang."


" Nggak ada tapi-tapian, Adik nurut aja ya." Jelas Juna


Kini Juna mendekati Ais dan membaringkan tubuhnya disana.

__ADS_1


" Kenapa abang jadi rebahan disamping ku? Aku takut jika abang akan. aaaa..." Ais sedikit menggeser tubuhnya menjauh dari Juna, sehingga membuat Juna mengerutkan keningnya.


" Adik, kenapa adik menjauhi abang? Apa adik nggak suka jika dekat abang." Tanya Juna


" Bukan seperti itu bang, Ais hanya ingin memberikan sedikit ruang untuk abang agar bisa leluasa tidurnya." Ucap Ais


Ais tidak mau memberikan alasan apalagi, karena Ais takut akab tersinggubg nantinya jika Ais mengatakan yang sebenarnya.


" Sayang."


Juna kembali merapat ke arah Ais.


" Saat ini abang ingin dekat denganmu." Bisiknya. lalu kini Juna mulai merapatkan diri pada Ais


Deg


" Ya Allah bener kan firastku, abang pasti ingin lagi, bagaimana ini, pinggangku masih sakit." Guman Ais dalan hati


" Sayang, abang sangat mencintai adik." Ucap Juna dengan lembut di samping telingan Ais pas


Kini Juna sudah mulai meraih dagu Ais dan perlahan mengecup bibir Ais dengan lembut, Ais hanya bisa pasrah, Hingga beberapa menit kemudian Juna melepas ciumannya.


Juna menatap sayu ke arah ais, Juna membelai lembut wajah istrinya itu lalu berbisik


" Sayang, abang ingin lagi, Adik bersedia kan?." Tanya Juna sambil berbisik


Ais yang melihat suaminya meminta haknya denga mata yang sayu, tidak tega padahal masih sakit rasanya.


Juna yang melihat Ais tidak menjawabnya sudah tahu kalau Ais masih merasakan perih di area sensitifnya.


" Abang janji akan melakukannya sangat lembut sayang, abang akan buat adik nyaman dulu baru kita melakukannya ya sayang," Ucap Juna


Tanpa menunggu jawaban dari sang istri, Juna langsung mendaratkan ciuman pada Ais, sehingga membungkam mulut Ais, bukan cuma ciuman, tapi tangan Juna sudah bergerak kedalam baju Ais, Juna menepati janjinya kalau akan membuat Ais nyaman dulu baru melakukannya, sehingga pagi ini meskioun sedikit perih Ais mulai bisa menikmatinya dan di dalam kamar itu hanya terdengar suara desahan dan panggilan sayang dari kedua insan yang lagi di mabuk cinta.


Selsai melakukannya mereka berdua tertidur di bawah selibut dengan tubuh sama-sama polos, Ais tidur dalam dekapan Juna


🌹🌹🌹

__ADS_1


Waktu sudah menunjukan waktu 13.00, suasana diluar terlihat mendung, Ais masih terbaring diatas temoat tidur tidurnya, Ais merasa nyaman disana sehingga tak rela jika ingin beranjak.


Sesudah membersihkan tubuhnya, Juna kini keluar dari dalam kamar mandi, Juna melihat di atas tempat tidur Ais masih membaluti tubuhnya dengan selimut, Juna lalu berjalan mendekati tempat tidur dengan handuk yang masih melekat di pinggangnya, sehingga kini otot-otot kekar miliknya terpampang nyata disana.


" Sayang, Lalu memeluk Ais dari belakang dan menyusupkan tangannya di dalam selimut menyentuh area dada Ais, sontak saja Ais terbangun dari tidurnya, Ais duduk dengan menarik selimut untuk menutupi tubuhnya


" A..abang sudah seleaai mandi? Ucap Ais dengan gugup


" Yang bener saja, baru saja kita melakukanya kan, jika abang tidak bisa menjaga tangannya mungkin saja nanti abang minta lagi." Ucap Ais dalam hati


" Abang sudah selesai mandi, Adik sendiri nggak mandi? waktu sholat dhuhur sudah masuk loh." Ucap Juna seraya bangkit dari tidurnya dan duduk disamping Ais, Saat ini otot-otot Juba terpampang jelas didepan Ais sehingga membuatnya tersipu malu saat melihatnya, Ais menunduk malu lalu memalingkan wajahnya menatao ke arah lain.


" Ya Allah... kenapa abang tidak memakai pakaiannya, bikin Ais grogi aja


" Adik kenapa sayang." Juna melihat perubahan wajah Ais yang semakin memerh saat melihat tubuhnya yang berani bertelanjang dada


" 😀😀, Abang tahu saat ini adik memalingkan wajahnya karena tak tahan melihat abang seperti ini kan." Ucap Juna dalam hati disertai senyuman, namun Juna tetap bersikao santau di depan Ais


" Oh, Ais ingub segera mandi bang." Ucap Ais


Kini Ais bangkit dari ranjabg dengan tetal menarik selimut untuk menutupu tubuhnya, Ais ingin pergi dari sana, Namun ketika melihat selimut yang di pegangnya menyeret di lantau, Ais mengurungkab niatnya dan berdiri di tempatnya.


" Bang, bisakab Adik minta tolong?." Ucap Ais dengan hati-hati, Ais berharao saat ini suaminya tidak akan berbuat aneh-aneh atau mejahili Ais


" Minta tolong apa sayang?."


" Tolong ambilkan jubah mandi Ais." Ucaonya seraya memainkan jarinya


Juna tersenyum, kini Juna bangkit dari tempat tidur dan berjalan menuju ke arah Ais


" Kenapa abang harus mengambilkan jubah mandi untuk adik, bukannya kamar mandi lebih dekat dari tempat adik." Ucap Juna seraya menatap wajah Ais


" Ais sedang tidak pakai baju bang, lagi pula nggak mungkin kan Ais oakai selimut sampai kamar mandi." Ucap Ais


" Kalau adik tidak mau membawanya lepas kan aja." senyum licik Juna


" Apa melepaskan selimut dari tubuh Ais, yang bener saja." Guman Ais dalam Hati

__ADS_1


🌷🌷🌷


Jangan lupa tinggalin jejak ya kak, To be continued ❤😘


__ADS_2