CINTA DALAM DOA

CINTA DALAM DOA
Bab 86


__ADS_3

Ceklek


Pintu di buka oleh Sindi


" Bang." Panggil Sindi pada suami nya, tapi Sindi tidak melihat keberadaan suami nya di dalam kamar lalu Sindi mendengar suara gemericik air di dalam kamar nya berarti suami nya saat ini sedang mandi


" Em, aku tunggu di sini saja, sampai bang Irsyad selesai mandi nya,." Ucap Sindi sambil berjalan menuju tepi tempat tidur mereka berdua


Ceklek


Pintu kamar mandi terbuka, keluar lah Irsyad dari kamar mandi dengan bertelanjang dada hanya menyisakan handuk yang membelit pinggangnya, Sindi yang melihat penampilan suami nya langsung memalingkan wajah nya, Sindi sangat malu saat melihat situasi seperti ini


Setelah melihat suami nya memakai baju yang telah ia siapkan Sindi langsung mendekati Irsyad yang sedang menyisir rambut

__ADS_1


" Bang." Panggil Sindi setelah berada tepat di sebelah Irsyad


Irsyad hanya diam saja tanpa menghiraukan Sindi yang memanggilnya, saat Irsyad akan melangkahkan kaki nya Sindi langsung memeluk suami nya dari belakang


" Hiks hiks hiks." Sindi menangis


Irsyad yang mendengar Sindi menangis sebenarnya tidak tega tapi ia harus kuat dan bisa membuat istri nya jera


" Sindi tahu, Sindi salah tidak patuh sama suami sendiri, Sindi sudah melanggar apa yang sudah abang bilang ke Sindi, tapi Sindi sudah tidak apa-apa bang, perut Sindi sudah tidak sakit lagi, Sindi ingin melayani abang, meskipun bukan dalam hal itu, tapi Sindi ingin menjadi istri abang yang sesuai abang ingin kan, meskipun abang belum mencintai Sindi, tapi Sindi mohon biarkan Sindi berbakti pada abang sebagai suami Sindi." Ucap Sindi panjang lebar sambil sesenggukan


Irsyad yang tidak tega dan mengetahui alasan Sindi untuk melanggar ucapan nya tadi, akhir nya luluh juga hati nya, Irsyad langsung membalikkan badan nya dan mengajak Sindi duduk di atas tempat tidur


Irsyad mengusap air mata Sindi yang sudah membasahi pipi putih nya itu,

__ADS_1


" Sin, abang memang marah sama kamu, kenapa kamu tidak mematuhi ucapan yang abang bilang, apa kamu tahu saat abang masuk ke dalam rumah dan melihat kamu berada di dapur? abang kecewa Sin, abang tidak ingin terjadi apa-apa pada kalian, bagaimana pun juga kalian sekarang adalah tanggung jawab abang, kalau terjadi apa-apa sama kalian abang tidak tahu apa yang akan terjadi pada abang, abang juga harus bertanggung jawab pada keluarga kamu dan keluarga abang, teruma kepada Allah SWT."


" Abang sebagai suami yang tidak becus untuk menjaga kalian berdua, abang sayang sama kalian berdua Sin, abang memang tidak melarang kamu menjadi istri dan melayani abang, tapi abang ingin kalian sehat, tadi pagi perut kamu sempat sakit gara-gara abang, abang merasa bersalah Sin, abang selama olah raga tidak konsen, abang selalu memikirkan kondisi kamu dan baby, mangkanya abang buru-buru ingin segera pulang." Ucap Irsyad


Sindi yang mendengar semua ucapan dari bibir suami nya malah membuat tangisan Sindi semakin kencang, Irsyad sampai bingung harus bagaimana


" Sudah Sin jangan menangis lagi, kasihan baby, dia bisa merasakan apa yang kamu rasakan, apa kamu mau punya anak yabg cengeng, abang tidak mau Sin, abang mau baby tumbuh menjadi anak yang kuat dan bermental baja." Ucap Irsyad pada Sindi


...🌷🌷🌷...


...To be continued...


...Terima kasih sudah membaca karya saya...

__ADS_1


__ADS_2