CINTA DALAM DOA

CINTA DALAM DOA
Bab 184


__ADS_3

Sindi segera bergegas menuju ke dalam rumah, setelah masuk ke dalam, Sindi di sambut hangat oleh mommy yang membawakan beberapa perlengkapan bayi untuk nya.


"Lihat sini sayang, apa kamu menyukai nya, mommy sengaja memilih waran warna netral untuk bayi kamu, karena kita belum mengetahui jenis kelamin bayi kamu nak." terpampang jelas di sebuah kamar, mommy sudah menyiapkan kamar untuk bayi nya, bahkan Sindi sendiri tidak mengetahui isi kamar itu, yang ia tahu itu adalah kamar tamu, tapi ternyata salah di sana sudah tersedia box bayi yang cukup besar, kamar tersebut lebih di dominasi warna putih dan biru, Mommy baru saja membeli kelambu untuk box bayi nya dan beberapa pakaian bayu juga dan sebuah stoler di sana.


"Mommy..." Suara Sindi tercekat, ia sangat terharu dengan perhatian yang di berikan oleb mama mertua nya itu, sampai Sindi tidak dapat berkata kata lagi hanya air mata kebahagian dan rasa syukur kareba di berikan mama mertua nya yang amat menyayangi nya.


"Mommy terima kasih." Ucap Sindi


"Sindi tidak harus membalas kebaikan dan kasih sayang yang mommy berikan untuk Sindi dengan cara apa, hiks...hiks...hiks." Lanjut Sindi


"Kenapa kamu menangis, kamu tidak perlu melakukan apa pun untuk membalas semua ini, kamu hanya perlu memberikan mommy banya cucu untuk meramaikan rumah ini." Mommy memeluk tubuh Sindi dengan mengusap bahu menantu nya itu dengan lembut untuk menenangkan Sindi.

__ADS_1


"Sudah sudah jangan menangis lagi, ayi pergi dan bersihkan diri kamu dan istirahatlah jangan terlalu beraktifitas, itu tidak akan baik untuk kesehatan kamu." Ucap mommy


Sindi pergi ke kamar nya, saat masuk ke dalan kamar, Sindi mendengar suara dering ponsel milik Irsyad, karena merasa penasaran Sindi pergi untuk melihat nya. betapa terkejut nya, Sindi mendapatu pesan itu dari Mela. "Jadi selama ini mereka melakukan nya secara sembunyi-sembunyi di belakang ku." Ucap Sindi


Karena merasa takut Sindi tidak membukan pesan itu, ia hanya membaca kata-kata yang terlihat dari balik layar nya saja, di sana Mela menuliskan. "Mas Irsyad tolong aku, cepst kesini...." Kelanjutan pesan itu tidak dapat terlihat oleh Sindi


Pesan itu membuat Sindi sangat gelisah, beberapa kali terlihat Sindi berjalan-jalan mengelilingi kamar nya, dan itu di perhatikan oleh Irsyad.


"Ada apa Sindi, kenapa kamu terlihat sangat cemas?." Tanya Irsyad


"Kemarilah, abang akan membantu kamy untuk tidur." Irsyad membawa Sindi ke atas tempat tidur nya, Sindi mencoba memejamkan mata, tapu ia sama sekalu tidak bisa tidur

__ADS_1


Irsyad melihat Sindi sudah terpejam, ia kembali bangkit untuk memeriksa ponsel nya, betapa terkejut nya Irsyad mendapat pesan dari Mela, tanpa fikir panjang Irsyad bergegas pergi menemui Mela.


Kepergian Irsyad ternyata di saksikan oelh Sindi, dengan jelas Sindi melihat suami nya pergi menemui wanita lain, di dorong rasa penasaran dengan apa yang akan mereka lakukan, Sindi pergi memesan taksi oneline mengikuti kemana suami nya pergi.


"Apa yang akan kalian lakukan bang, apa aku harus menyaksikan dengan mata dan kepala ku sendiri tentang kebersamaan kalian berdua." Ucap Sindi dalam hati, Sindi terus mengikuti arah mobil Irsyad dan....


...Hayo tebak, kelanjutannya bagaimana kakak...


...🌷🌷🌷...


...To be continued...

__ADS_1


...Terima kasih sudah membaca karya saya...


...Maaf kalau masih banyak kata-kata atau tulisan yang masih salah...


__ADS_2