
" iya ma, benar apa yang dikatakan oleh papa
" baiklah tapi besok pagi mama kesini dan kamu nak pulang untuk istirahat ya
" iya ma, ya sudah kalian segera pulang saja, ini juga sudah larut malam
ayah, mama dan papa keluar dari RS dan menuju rumahnya
sedangkan Tika masuk ke ruangan suaminya dan mengajak berbicara suaminya, meskipun tidak ada sedikit pun jawaban dari suaminya Tika mempunyai keyakianan kalau suami akan segera sadar daei komanya, setelah mengajak berbicara, Tika tidur di tempat yang sudah disediakan oleh RS, tadi papa sempat meminta pada oihak RS untuk menyiapkan ruang istirahat untuk menantunya itu karena papa takut terjadi apa-apa pada menantu dan calon cucu-cucunya,
__ADS_1
Tika yang selalu terbangun disaat jam dimana dia bersimpuh, dan memohon kepada sang Khalik untuk memberikan kekuatan, kesabaran kepada dia dan keluarganya dan segera diberi kesadaran untuk suaminya, setelah Sholat Tika melanjutkan untuk mengaji sampai menjelang sholat subuh.
sudah beberapa hari ini Tika sudah menginap di RS untuk menjaga suaminya dan sampai sekarang belum ada tanda-tanda suaminya untuk sadar. tapi Tika selalu bersabar menanti dimana sang suami tercinta kembali membuka mata
disisi lain di dalam keluarga Winarto
sekarang Arman dan Vika berada di dalam keluarga besar suaminya, sedangkan untuk Juna di bawa sama mama dan papa Bagas, semua orang yang berada di kediaman keluarga Winarto berada di ruang tengah
" iya ma
__ADS_1
" sampai kapan kamu menunda memiliki momongan?
" ma, Arman dan Vika tidak menundanya, kami berdua hanya menunggu kehadirannya, jadi doakan kami ya ma
" ok, kita semua akan menunggu tapi hanya dua bulan, terhitung mulai sekarang, kalau tetap dua bulan Vika tidak hamil jadi kamu harus bisa menuruti apa yang di minta sama mama
" ma, jangan begitu, kita jangan mendahului apa ketentuan dari Allah ma, (sahut papa Arman sedikit membela putranya karena dari tadi beliau melihat Vika sangat takut disaat mamanya berbicara dengan lantang)
" mama berbicara yang sebenarnya pa, apa ada yang salah dalam ucapan mama?, kalian lihat Citra dan Angga mereka sekarang sudah bahagia, mama itu malu pa, sama teman-teman sosialita mama, teman-teman mama semua sudah mempunyai cucu, sedangkan jeng Reni yang barusan menikahkan putrinya aja bulan depannya langsung dapat berita baik atas kehamilan putrinya, mama sering di tanya dan apa papa tahu kemarin mama sempat di olok-olok bilang kalau putraku tidak sehat tidak subur mangkanya sulit untuk memiliki momongan, ada yang bilang begini juga, sudah punya menantu cantik, Dokter pula juga tapi kenapa sampai sekarang belum mempunyai momongan, mama tidak mau pa, dengar Vik, atas kamu tahu mama menerima kamu untuk masuk di keluarga kami agar kamu bisa memberikan kami seorang penerus karena bagaimana pun Arman adalah pewaris kita satu-satunya, sedangkan warisan yang dimiliki papanya Arman tidak bisa diwariskan ke Arman karena Arman lebih memilih untuk tidak terjun di dunia bisnis, kalau bukan anaknya Arman siapa lagi yang akan mewariskannya, kalau kamu tidak memberi kami cucu tidak menutuo kemungkinan mereka (saudara-saudara) papanya Arman akan merebut posisi yang seharusnya di sandang sama suami kamu, kalian itu sudah menikah lebih dari 6 bulan, apa.......
__ADS_1
-----------------
ayo tebak, mama mau bilang apa lagi, semangat ya kak, Jangan lupa untuk tinggalin jejak, Like, Rate, Vote dan Tips ya. terima kasih