
Sedangkan Sindi masih terdiam, dia sebenarnya sudah lapar tapi dia sungkan untuk meminta makan sama Irsyad, tapi kalau dia membeli makanan sendiri kurang sopan, dia harus ingat kalau sekarang dia sudah memiliki suami yang dia utamakan, dia selalu teringat semua nasehat dari mama dan Naya sahabatnya itu
" Aku tunggu sampai jam 8 malam saja, kalau memang bang Irsyad masih belum mengajak makan juga baru aku akan datangi kamarnya untuk menanyakan." Ucap Sindi
Setelah sholat Isya' Irsyad keluar dari kamarnya
" Astagfirullah, aku lupa kalau ada Sindi di rumah ini apalagi Sindi sedang hamil, dan di rumah ini kan tidak ada bibik, Ya Allah kenapa aku bisa sampai lupa." Ucap Irsyad yang langsung menuju ke kamar Sindi
Tok Tok Tok
" Sin, Sindi..." Panggil Irsyad
Ceklek
Pintu terbuka
" Iya bang."
__ADS_1
" Kamu sedang apa, aku tunggu di bawah ya kamu belum makan kan,." Ucap Irsyad
" I...iya bang." Jawab Sindi
Beberapa saat Sindi sudah turun, Irsyad yang melihat penampilan Sindi saat ini kurang suak karena Sindi menggunakan kaos dan celana kain panjang, rambutnya terurai begitu saja, Irsyad ingin menguruh Sindi untuk memakai hijab tapi Irsyad urungkan, biarlah atas kemauan Sindi sendiri untuk menutup auratnya, Irsyad tidak mau kalau Sindi menutup auratnya karena terpaksa dan tidak dengan ke setulus hatinya
" Bang." Panggil Sindi
" Eh iya, yuk makan, makanan yang mama bawakan sudah aku angetin kok." Ucap Irsyad
" Bang, kenapa abang tidak suruh Sindi saja." Jawab Sindi yang merasa tidak enak karena membiarkan suaminya masak
Mereka makam dengan keheningan, hanya suara sendok dan piring saja, setelah makan Sindi membawa pirng kotor dan mencucinya sedangakn Irsyad memberiskan meja makan
" Sin, kalau sudah selesai abang tunggu di ruang tengah ya, ada yang mau abang bicarakan sama kamu." Ucap Irsyad sebelum meninggalkan meja makan
" Iya bang," Jawab Sindi singkat
__ADS_1
" Ada apa bang?." Tanya Sindi yang duduk di depan Irsyad setelah selesai mencuci piring kotornya
" Abang akan menjawab semua pertanyaan kamu tadi."
" Ekhem, memang status kita suami istri Sin, kenapa kita tidur di kamar terpisah, abang tidak mau mengganggu privasi kamu, abang takut kalau kamu merasa tidak nyaman kalau dekat dengan abang, abang menikahi kamh bukan dari dorongan siapa pun, ini murni pilihan abang, abang yakin kalau suatu hari nanti akan ada rasa cinta di antara kita meskipun abang tidak tahu cinta itu datang kapan, tapi alangkah baiknya kalau kita sekarang menjadi adik dan abang, mungkin nanti kita akan lebih nyaman Sin." Jawab Irsyad
" Maafin Sindi ya bang kalau sudah berburuk sangka terhadap abang, tapi ada suatu hal yang ingin Sindi sampaikan ke abang, apa abang bisa membimbing Sindi menjadi seorang istri yang baik, istri yang abang inginkan, jujur bang, Sindi sudah lupa dengan sholat, wudhu dan mengaji, tuntun dan bimbing Sindi bang, kalau kita tidur satu kamar Sindi pun tidak keberatan kok bang kalau harus berbagi tempat tidur dan abang juga tidak mengganggu privasi Sindi." Jawab Sindi
Deg
" Astagfirullah, ternyata Sindi tidak bisa wudh, sholat dan mengaji, pantas saja dia bisa berbuat begitu, seingat aku Ikbal juga begitu, Aku harus bisa membantu Sindi." Ucap Irsyad di dalam hati
...🌷🌷🌷...
...Hai kakak-kakak semua, untuk GiveWay akan saya umumin akhir bulan ya kak, Semangat...
...🌷🌷🌷...
__ADS_1
...To be continued...