
Ray meremas surat dari Fina.
" Fin, aku tidak pernah merasa kalau kamu beban Fin, aku suka nama pemberian nama untuk putra kita dan aku juga akan menyematkan nama belakang keluarga ku untuk putra kita, aku janji Fin, aku akan selalu ada buat Langit, kamu yang tenang di sana." ucap Ray lirih.
Ray baru tahu kalau nama yang ada di amplop itu untuk putra nya.
Ray melihat setiap amplop yang di tujukan untuk Langit, di sana tertulis 1 bulan, 1 tahun, 2 tahun sampai tulisan Langit menikah. Ray bangkit dari duduk nya dan menuju ruang kerja nya, di sana Ray akan menyimpan semua amplop yang di tujukan untuk Langit.
Jam menunjukkan pukul 1 siang, ibu tidak sabar untuk menuju RS, ibu yang sudah siap dan menunggu Ray saja, Saat Ray menuruni anak tangga dahi ibu berkerut.
" Ray kenapa kamu ke RS dengan pakaian seperti itu?." Tanya Ibu
" Ray ke kantor dulu ya bu, ada rapat bersama dewan direksi." jawab Ray
" Tapi Ray, putra kamu mau keluar, kamu nasak tidak bisa menyisihkan waktu walau hanya sebentar saja." ucap ibu
" Hanya sebentar bu, ini sangat penting, kalau nanti jam 2 Ray belum pulang, ibu ke sana ya, jemput Langit dan tunggu Ray di RS, nanti kita pulang sama sama." Jawab Ray
__ADS_1
" Siapa Langit Ray?." Tanya ibu yang bingung
" Nama putra Ray bu, Fina menulis surat dan meminta nama putra kami Langit, kata nya agar bisa selalu dekat dengan Fina bu." Ucap Ray
" Nama yang bagus nak, ok kamu hati haymti ya, nanti ibu sama Tia dan sopir ke RS." Jawab ibu
" Oh, babtysister nya sudah datang bu?." Tanya Ray
" Sudah nak, sudah sejak tadi." Jawab ibu
Ray berpamitan dengan ibu lalu berangkat menuju kantor.
Ibu menuju ke RS bersama dengan Tia.
Sesampai nya di RS, ibu dan Tia bergegas menuju ruangan anak.
" Masya Allah nyonya, aden kecil tampan sekali." ucap Tia
__ADS_1
" Iya Tia, wajah nya sangat persis dengan dengan almarhum mama nya, tidak ada sedikit pun di sini yang persis dengan Ray ayah nya." ucap ibu
" Tidak apa apa nyonya, aden kecil nanti nya pasti akan mengingatkan kita semua tentang mama nya." Jawab Tia
" Iya kamu benar Tia, semua terasa hampa setelah Fina meninggalkan kita semua, yang biasa nya rumah rame sekarang hanya kesunyian yang begitu dalam, apalagi Ray sekarang lebih banyak di perusahaan dari pada di rumah, semoga saja dengan ada nya Langit, suasana rumah akan kembali ramai lagi." ucap ibu dengam lirih
Tia yang mendengar ucapan majikan nya merasa bersalah karena telah membuka luka yang belum sembuh dengan sempur nya.
" Nyonya saya minta maaf karena sudah berkata dengan tidak sopan dan membuat Nyonya sedih." Ucap Tia
" Tidak apa apa Tia, kamu tidak salah, Fina adalah menantu pilihan saya dengan tuan." Jawab ibu
Tiba tiba Langit menangis dengan suara sangat kencang, ibu yang berada di sebelah nya kaget dan tanpa menunggu lama ibu langsung menggendong Langit....
...🌷🌷🌷...
...Jangan lupa like dan Vote...
__ADS_1
...Happy Reading...