
"Tapi kenapa kakek??? Kakek jangan bersedih ya." Ucap Omar memberikan semangat agar kakek Danu tidak bersedih lagi.
"Tapi dia tidak pernah bisa menjadi pemain bola, tubuh nya yang lemah menahan nya untuk bebas melakukan hal yang ia sukai sampai kami juga melarang nya menyukai wanita yang ia cintai. Hiks....hiks...hiks... Itu kesalahan kakek yang membuat kakek kehilangan dia selama nya.." kakek Danu bercerita.
"Oh anak kakek hilang dimana? Aku juga pernah hilang kek, tapi karena mami ku hebat dia bisa menemukan aku kembali saat aku hilang di mall besar." Omar bercerita dengan sangat polos.
"Apa kamu mau bermain bola dengan kakek nak." Ajak Danu pada Omar dan Omar dengan sangat antusias mengiyakan ajakan itu.
Bibi yang melihat Omar sedang sibuk Mengoper bola dengan seorang kakek tua merasa jika itu tidak akan menjadi masalah untuk nya. Karena sudah cukup lelah bermain Danu meminta Omar untuk beristirahat dan kembali duduk di bangku taman saat mereka sedang asik berbincang bincang tiba tiba saja Sindi datang dengan mimik wajah cemas menuju ke arah putra nya berada.
"Kenapa aku harus bertemu kembali, selama ini aku selalu berharap bisa mengubur semua kenangan pahit di hidup ku, tapi ternyata jadi seperti ini, aku sangat takut jika mereka akan mengambil paksa Omar ku, aku tidak mau jika harus membagi anak ku dengan orang lain, sekali pun mereka keluarga kandung Omar, aku yang mengandung nya, mereka tidak boleh begitu saja mengambil Omar dari ku." Ucap Sindi yang terus merasakan takut akan kehilangan Omar dari tangan nya.
__ADS_1
Sindi terus bergulat dengan perasaan nya yang kalut setelah melihat pertemuan pertama Omar dengan kakek nya,, dan Danu kakek nya bisa dengan mudah mengenali Omar adalah cucu nya.
Sudah larut malam, Sindi tertidur di kamar anak anak nya, ia memeluk kedua malaikat kecil nya, rasa nya ia ingin sekali selalu melindungi ke dua anak nya, ia tidak bisa membayangkan jika apa yang di fikiran nya terjadi pada kehidupan nya.
Di dalam kamar, sejak setelah selesai makan malam Sindi tidak kunjung kembali ke kamar nya, Irsyad sudah beberapa kali menguap menahan kantuk, di lihat nya jam dinding sudah pukul 23.00 malam, tapi istri nya tak juga datang merasa lelah menunggu.
Irsyad memutuskan untuk mencari nya ke kamar anak anak nya. Dan benar saja di sana Irsyad melihat istri nya tertidur pulas dengan terus memeluk Omar.
Irsyad melangkahkan kaki nya mendekat, setelah duduk di sisi ranjang. Irsyad mengulas lembut wajah istri nya dengan rasa sayang. Karena merasa gelj di perlakukan seperti itu membuat Sindi mengerjap kan mata nya dan terbangun.
Sindi tidak menjawab pertanyaan itu, tapi ia Tapi ia segera memeluk suami nya itu dan menangis tersedu sedu.
__ADS_1
Irsyad di buat kaget dengan ekspresi yang tidak pernah di tunjukkan oleh istri nya selama ini.
"Ada apa??? Kenapa menangis, apa yang terjadi sebenar nya, kenapa kamu terlihat begitu khawatir pada anak anak hari ini." Tanya Irsyad pada sang istri.
"Ayo sayang, bicara pelan pelan ya, ceritakan pada abang." Lanjut Irsyad.
...Hayo tebak, kelanjutannya bagaimana kakak...
...🌷🌷🌷...
...To be continued...
__ADS_1
...Terima kasih sudah membaca karya saya...
...Maaf kalau masih banyak kata-kata atau tulisan yang masih salah...