
" Baiklah, ayo kamu cuci muka dulu, malu kalau bertemu dengan dia mata kamu sembab seperti ini, karena dia sekarang ada di euang tamu bersama dengan papa, dia tidak datang sendiri melainkan dengan kedua orang tuanya nak," Jawab mama Citra
" Apa ma, dia ada di sini sekarang?." Tanya Sindi
" Iya Sin, mereka sekarang ada di bawah, ayo cepat kamu berbenah diri, hormatilah tamu apalagi mereka kesini menolong keluarga kita keluar dari masalah ini nak, mama tunggu di bawah ya, jangan lama-lama." Ucap mama Citra sambil berjalan keluar dari kamar Sindi
Citra datang dan duduk kembali di sebelah Angga
" Lho ma, mana Sindi?." Tanya Angga pada Citra
" Sebentar pa, Sindi masih ganti baju." Jawab Citra
Mereka semua larut dalam obrolan yang mengundang gelak tawa, tidak berapa lama terdengar suara langkah kaki yang turun dari atas, mereka semua melihat ke arah tangga ternyata yang turun adalah Sindi
__ADS_1
Deg
Kenapa ada bang Irsyad, mommy Tika dan daddy Bagas, jangan bilang kalau laki-laki yang di maksud mama ada bang Irsyad
" Sin, Sini nak, duduk di sebelah mama." Panggil mama Citra
" Eh iya ma,." Jawab Sindi yang kaget setelah mencium tangan daddy dan mommy, Sindi mengulurkan tangannya pada Irsyad tapi Irsyad menangkupkan kedua tangannya membuat Sindi malu, malu atas semua perilaku hidupnya selama ini, Sindi berlalu dengan duduk di antara mama dan papanya
" Sindi, maaf kalau kedatangan mommy dan daddy, bang Irsyad pasti membuat kamu bingung nak, tujuan kami kesini dalam rangka melamar kamu Sin, apa kamu mau menikah dengan bang Irsyad?." Tanya daddy
Sindi langsung menitikan air matanya,
" Seorang laki-laki yang begitu gagah, berwibawa, tampan, religius, mapan dalam segala hal, wanita mana pun pasti terpesona dengannya, tapi kenapa dia rela menikah dengan ku yang kotor ini, yang rela memberikan harta berharganya kepada laki-laki yang belum sah menjadi suaminya, kenapa aku begitu mudah larut dalam rayuannya, apa aku pantas mendampingi laki-laki hebat sepertinya, aku tidak pantas, tapi bagaimana dengan anak yang ada di dalam kandungku, aku takut kalau kalau anak yang aku kandung akan menerima dan menanggung cacian dari orang lain atas dosa kedua orang tuanya, aku tidak mau, apa bisa kita menikah atas dasar tanggung jawab dan tanpa ada cinta di hati kita berdua." Ucap Sindi dalam hatinya
__ADS_1
" Sin, kamu kenapa nak?." Tanya mommy dengan suara halusnya
" Mom, dad, maaf bukannya aku menolak kebaikan yang mommy daddy dan bang Irsyad lakukan, tapi...tapi... aku adalah wanita kotor, wanita murahan, wanita yang mudah termakan rayuan laki-laki yang belum sah menjadi suami."
" Apa abang tidak keberatan menikahi ku? apa abang tidak malu menikah dengan ku? apa abang bisa menerima keadaanku yang sudah tidak suci ini bang? aku juga bingung dengan anak yang ada di dalam kandunganku sekarang." Ucap Sindi dengan tersedu-sedu dia tidak mau kalau Irsyad salah mengambil langkah dan akan membuat Irsyad menyesal seumur hidup dalam hidupnya, kalau memang Irsyad tidak mau atau menikah dengan keterpaksaan lebih baik Sindi mundur saja dari awal, masih banyak perempuan yang pantas mendampingi bang Irsyad
...🌷🌷🌷...
...Hai kakak-kakak semua, saya mau ingetin nih, bagi yang mau ikut Giveway ya, seperti 2 bulan yang lalu, bulan ini saya juga akan mengadakan Give way, Terima kasih...
...🌷🌷🌷...
...To be continued...
__ADS_1