CINTA DALAM DOA

CINTA DALAM DOA
Bab 144


__ADS_3

"Maaf mas Juna saat tadi pak Tio ke kantor mas, saya sudah mendatangi kantor polisi dimana mas Irsyad di tahan, tapi saya belum bertemu dengan mas Irsayad, dan di sana saya mendapatkan informasi dari pihak kepolisian mengenai semua tuduhan yang di ceritakan dari pihak korban, jujur dari saya pribadi sebagai pengacara akan sulit untuk mengeluarkan mas Irsyad dari sana mas." Ucap pengacara yang bernama pak Bima


Sindi diam saat mendengar ucapan dari pak Bima, tiba-tiba Sindi teringat atas ucapan suami nya serta ucapan mantan pacar nya dulu, siapa lagi kalau bukan Ikbal.


"Tunggu sebentar lak, saya ingat sesuatu tentang hal ini pak, dulu mas Ikbal pernah cerita ke saya kalau mama nya itu akan berbuat apa pun asalkan keinginan nya segera terwujud, dan akan menghalalkan segala macam cara, sedang bang Irsyad bicara kalau bang Irsyad jalan satu-satu nya adalah Visum, tapi Dita dan mama nya menjawab atas ucapan dari bang Irsyad." Sindi bercerita apa yang pernah ia dengar dulu dengan 2 nama laki-laki yang ada di hati nya


"Nah benar itu pak, tinggal kita bagaimana mencari cara agar korban melakukan Visum, tadi kata nya mbak Sindi kan korban dan mama nya." Ucap Pengacara


"Mengenai itu tenang saja pak, bang biar Sandi yang akan membuat Dita mau melakukan Visum." Ucap Sandi


"Ok kalau itu yang bisa kamu lakukan, tapi ingat pesan abang ya, kamu harus bermain cantik, jangan sampai ada kekerasan, selalu ingat pesan mommy dan mama Ningsih ya dek." Ucap Juna

__ADS_1


"Siap bang, tenang saja, dek abang minta no ponsel Dita ya, nanti kamu kirim ke ponsel abang ya." Pinta Sandi


"Iya bang, terima kasih atas semua bantuan abang, Sindi sedikit lega." Ucap Sindi meneteskan air mata nya setelah melihat dari saudara suami nya untuk segera membebas kan suami nya


Juna, Lian, Sandi, Pak Tio dan Pak Bima, mereka semua merencanakan langkah apa yang harus mereka tempuh, saran dari pak Tio dan pak Bima adalah harus segera memberitahukan ini kepada pak bagas dan bu Tika, bagaimana pun juga ini menyangkut nama orang yang terpandang, dan apa pun yang akan di perbuat oleh ke tiga putra dari Tika dan Bagas akan segera di ketahui oleh mereka, dan sudah di pastikan kalau akan tahu


Setelah berunding di rumah Sindi, mereka akhir nya pulang dan mereka juga mengajak Sindi untuk pulang kerumah, karena Lian tahu kalau sudah banyak gosip tentang mereka berdua dan juga melihat kondisi Sindi yang perut nya sudah membuncit karena usia kehamilan Sindi saat ini sudah hampir 7 bulan


"Sindi." Ucap Tika yang berada di teras rumha duduk bersama dengan semua keluarga di sana


"Assalamualaikum mom, dad, oma opa kakek " Ucap Sindi sambil mencium semua tangan para orang tua di sana

__ADS_1


"Nak." ucap Tika sambil memandang putra sulung nya siapa lagi kalau bukan Juna


Juna yang melihat mommy lagi memandang langsung menggenggam tangan sang mommy


...Hayo tebak, kelanjutannya bagaimana kakak...


...🌷🌷🌷...


...To be continued...


...Terima kasih sudah membaca karya saya...

__ADS_1


...Maaf kalau masih banyak kata-kata atau tulisan yang masih salah...


__ADS_2