
Ais yang lupa memakai alat perangnya sebelum tidur langsung menuju meja riasnya, saat Ais bercermin di cermin depannya Ais berfikir mungkin ini saatnya untuk melepas hijabnya di depan suaminya, kasihan kalau menunggu terlalu lama, disaat meletakkan hijabnya bersamaan dengan keluarnya Juna dari kamar mandi, Juna yang melihat ada sosok perempuan dengan rambut lebat panjang lurus itu langsung di dekati oleh Juna
" Dek..!." Juna berdiri tepat di belakang Ais
" Abang.." Ais berdiri, lalu membalikkan badannya, Ais yang melihat Juna menatapnya langsung membuat Ais grori
" A..Abang..."
Juna mendekat lalu memegang bahu Ais
" Dek, ini benar kamu sayang." Tanya Juna
Ais mengangguk karena dia masih grogi
" Masya Allah bidadari Abang cantiknya."
Ais yang sudah grogi di tambah pujian dari suaminya sukses membuat wajah Ais bersemu merah seperti kepiting rebus
__ADS_1
" Adik cantik banget sayang, Masya Allah, abang merasa abang menikahi seorang bidadari sayang."
" Abang maaf ya, Adik baru bisa membuka hijab adik didepan abang sekarang." Jawab Ais
" Tidak apa-apa dek, abang paham mungkin adik belum siap. Adik tidak usah kecewa ya, abang akan menunggu adik siap, kalau adik masih canggung dengan pernikahan kita, adik bisa bersikap kalau abang ini kakak adik, seperti Mesya dan Kayla, biar kan ini mengalir seperti Air saja ya dek."
Ais mengangguk." Terima kasih ya bang, terima kasih," Ais memeluk Juna dan itu membuat JJ bangung dan mengeras, tapi sebisa mungkin Juna mengalihkan agar tidak berbuat yang aneh-aneh pada Ais
" Kita tidur yuk, sudah malam juga." Ajak Juna
Disaat Ais sudah terlelap dalam tidurnya, Juna masih kesulitan tidur karena posisi Ais terlentang dan baju tidurnya bagian atasnya terbuka dsn melihatkan Squisy Ais yang besar dan menggoda karena Ais tidur tidak memakai Bra saat tidur, Juna merubah posisinya membelakangi istrinya tapi tidak berhasil malah membuat Juna berfantasi liar
" Ya Allah, apa aku salah kalau aku ingin meminta hak ku sekarang, ah jangan-jangam, aku tidak boleh egois, aku harus bisa menahan nya dan menunggu Ais siap, kalau aku minta sekarang pasti nanti Ais akan kecewa padaku." Guman Juna dalam hati
Juna duduk dan berdiri lalu berjalan ke kamar mandi untuk menuntaskan Hasratnya dengan solo, hampir 2 jam Juna berfantasi Liar di dalam kamar mandi. setelah menyelesaikannya Juna keluar dengan kondisi habis mandi lalu dia tidur disebelah Ais, sebelum Juna tidur kembali, Juna menyelimuti tubuh Ais yang terbuka agar nantinya tidak membuat dia mandi lagi di tengah malam
Saat menjelang pagi Ais berbicara sendiri dengan sedikit mendesah
__ADS_1
" Ahh....Ahhh."
Juna yang mendengarnya merasa ada suara desahan yang membangkitkan naluri laki-lakinya, Juna yang matana masih terpejam semakin mendekat ke Ais dan tangannya masih melakukan aktifitas yang membuat Ais mendesah, desahan Ais semakin menjadi dan membuat JJ langsung bereaksi, Ais yang merasa ada yang mengeras di pahanya langsung membuka matanya bersamaan dengan Juna membuka mata
" Aaaas. teriak mereka berdua."
" Aaaaabang ngapain." Ais bertanya karena tangan Juna masih terus beraktifitas di gunung kembarnya
Juna yang menyadari langsung melepas dan duduk dari tidurnya,
" Maaf dek maafin abang."
Juna langsung masuk kamar mandi untuk berfantasi lagi yang ke dua kalinya
🌷🌷🌷
😀😀😀😀 Pasti kakak menunggu kelanjutannya ya,,, Stay terus ya kak
__ADS_1