
Di dalam kamar Bian langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan diri, 30 menit kemudian Bian sudah selesai melakukan ritual mandinya. lalu merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur. beberapa saat kemudian matanya terpejam
Tok Tok Tok
pintu diketuk oleh seseorang, Bian langsung membuka matanya disaat mendengar pintu berbunyi
" Iya sebentar." Bian membukakan pintu
" Ibu." Lanjut Bian
" Hai sayangnya ibu dan bapak lihat sekarang sudah jam berapa kenapa anak gadis tidur sore-sore hem..." Ucap Ibu
" Hehehehhehehe, Bian keasikan bu, tadi niatnya hanya rebahan eh malah berkelanjutan." Ucap Bian dengan kekehan
Ibu hanya bisa menggelengkan kepala saja
" Ya sudah sana sholat, sebentar lagi mau Adzan." perintah ibu
__ADS_1
" Siap ibuku sayang, emuah."
Ibu pergi meninggalkan kamar Bian, Bian menutup kamarnya lalu mengambil air wudhu, sambil menunggu Adzan magrib berkumandang Bian selalu mengaji dulu.
Disaat makan malam selesai, Bian menghadap ke kedua orang
" Ibu bapak, ada yang mau Bian sampaikan." Ucap Bian
" Apa nak,."
" Begini pak bu, sebentar lagi kan kuliah masuk Bian mau jangang ada yang tahu kalau Bian anak bapak, Bian tidak mau kalau ada teman-teman Bian hanya mau berteman gara-gara Bian anak bapak, Bian hanya ingin pertemanan yang tulus tidak ada embel-embel nama bapak dan kakak." Jelas Bian
" Tidak bapak, Bian tidak akan memakai seperti mobil, dan penampilan Bian akan Bian rubah tidak akan seperti ini lagi, tapi Bian tidak akan melepas ini," Ucap Bian sambil menunjukkan Kalung, cincin
Kalung dan Cincin yang Bian gunakan adalah pemberian dari orang tuanya serta kakak-kakaknya karena Bian adalah anak perempuan satu-satunya di keluarga itu jadi mereka memberi hadiah kalung dan cincin yang didalamnya sudah ada GPS, agar bapak dan kakaknya selalu mengetahui keberadaan Bian dimana
" Bian juga akan mencari kerja sambilan bapak, jadi bapak tenang saja ya, setiap hari Bian akan pulang ke rumah kok,." Ucap Bian
__ADS_1
" Baik, bapak akan menyetujuinya, tapi janji kalau ada apa kamu harus selalu menghubungi bapak dan kakak-kakakmu, mengerti."
" Tapi pak, ibu tidak ...." Kata-kata ibu langsung di potong oleh bapak
" Ibu tenang saja ya , kita harus bisa memberi kepercayaan pada Bian, dia sudah dewasa dan bukan anak kecil lagi, yang akan selalu kita jaga, biarkan dia memilih jalannya sendiri, kita sebagai orang tua hanya bisa memantu Bian, kalau dia salah langkah baru kita akan menegurnya, Bian juga bukan perempuan yang lemah, sebelum bapak dan kakak-kakaknya melepas Bian kita sudah membekali Bian beladiri yang bisa untuk antisipasi buat Bian sendiri." Ucap bapak panjang lebar
" Baiklah, ibuk mengerti, tapi kamu nak, kamu harus hati-hati kalau berada di luar sana, kalau ada apa-apa segera hubungi kita ya nak." Ucap ibu dengan derai air mata
Bian mendekat ke arah ibu duduk
"Iya bu, Bian janji, ibu jangan menangis, Bian kan tiap hari pulang kerumah,." Jelas Bian sambil mengusap air mata ibunya
" Sekali lagi terima kasih bapak ibu." Lanjut Bian
" Sama-sama nak, mungkin nanti kamu akan bertemu dengan jodohmu disana, Amin." Ucap ibu bapak kompak
🌷🌷🌷
__ADS_1
To be continued ❤