
Untuk itu, mangkanya Sandi selalu membiarkan istrinya melayani dirinya, asalkan Kayla bahagia dan tidak terlalu kecapekan
" Aduh bang sakit!!!." Bianca merintih kesakitan menahan sakit perutnya yang mulai mulas,
" Bi, kenapa?." Tanya mommy
" Sakit mom, seperti mau melahirkan Bianca." Jawab Bianca
Mereka ber 6 bergegas ke RS, yang ke RS hanya Mommy, Daddy, Lian, Bianca, Irsyad serta Mesya, omma dan oppa masih tinggal di rumah Kayla beserta Juna dan Ais, karena mommy dan daddy tidak memperbolehkan mereka ikut ke RS, biar nanti saat sudah lagir baru boleh ke RS, mereka bergegas untuk ke RS, Mommy berada di sebelah Bianca, mommy memberikan ilmu yang pernah dia dapatkan dulu
" Bi, atur nafas nak, tarik nafas dan buang pelan-pelan, agar semuanya rileks oke, ulangi lagi dan lagi." Ucap mommy memberi arahan pada menantunya
" Sakit mom."
" Iya mommy tahu, tapi kalau kamu bingung semuanya pasti bingung nak, kamu harus sabar dan semangat ya, katanya ingin melahirkan secara normal, kamu butuh tenaga yang banyak nak saat melahirkan nanti, dan ingat anak kalian ingin segera bertemu dengan kalian,."
" Iya mom," Bianca mulai mencoba mengikuti apa yang di arahkan oleh mommy dan benar saja, rasa sakit mulai berkurang,
Sedangkan Bagas mencoba memberitahukan kepada besannya, orang tua Bianca kalau Bianca akan melahirkan
__ADS_1
Sesampai di RS, mereka semua langsung masuk ke dalam ruang bersalin, Tika dan Lian masuk ke dalam, Tika tidak mau melihat putranya iti bingung saat mendampingi Bianca, Tika juga melakukan hal yang sama saat Aisyah melahirkan dulu, tapi Tika melihat kedua menantunya itu adalah wanita yang sangat kuat, tapi bagaimana pun juga Tika seorang ibu yang harus bersedia untuk mendampingi putri-putrinya melahirkan
Kring kring kring
Ponsel Irsyad berbunyi
" Hallo Assalamualaikum." Ucap salam Irsyad saat setelah menerima telp
" Wa'alaikumsalam,." ucap perawat RS yang lagi berjaga
" Maaf dokter, kalau saya mengganggu dokter, ini ada keluarga pasien yang mencari dokter dan ingi bertemu dengan dokter." lanjut perawat tersebut
" Siapa?." Tanya Irsyad dengan cepat
Deg
Jantung Irsyad berdetak begitu kencang, dia langsung teringat dengan sabahat karibnya bernama Ikbal yang mempunyai riwayat jantung bawa'an
" Kenapa dengan pasien?." Tanya Irsyad
__ADS_1
" Pasien mengalami anfal lagi dok, tapi kondisinya ini lebih parah di pada sakit sebelumnya." jawab perawat
" Baik, saya akan segera kesana, saya juga lagi ada di RS ini, terima kasih atas informasinya, Assalamualaikum." ucap Irsyad
" Sama-sama dokter, Wa'alaikum salam." jawab perawat
Irsyad menutup telpnya dan segera pamit kepada daddy dan Mesya
" Dad, maafkan abang, abang tidak bisa menemai daddy dan adik Mesya menunggu kak Bianca melahirkan, karena ada pasien yang membutuhkan pertolongan abang di UGD." ucap Irsyad sambil memegang tangan daddynya
" Pergilah nak, selamatkan pasien itu, jangan lupa berdoa agar pasien yang kamu tangani bisa selamat."
" Iya dad, dek jaga daddy ya, abang mau ke UGD sekarang." Perintah Irsyad pada Mesya
" Baik bang, hati-hati jangan lupa berdoa dan semangat."
" Terima kasih." jawab Irsyad
Irsyad berdiri dan berlari ke ruangan UGD, UGD dan tempat bersalin Bianca sangat jauh jadi Irsyad melaluinya dengan berlari agar segera bisa menangani sahabatnya itu
__ADS_1
...🌷🌷🌷...
...To be continued...