
"Kamu salah Dev, Irsyad memang dulu mencintai ku, tapi tidak untuk sekarang, dia bahkan sudah mengatakan nya pada ku jika dia sangat mencintai istri nya dan aku juga melihat itu, betapa Irsyad mencintai Sindi saat Irsyad berlarian mencari Sindi yang terpisah saat bersama dengan kita, aku bisa melihat nya dari mata Irsyad yang penuh ke khawatiran Dev." Ucap Mela
"Tapi Mel, Sindi sendiri yang bilang ke aku kalau ia bersedia meninggalkan Irsyad agar Irsyad kembali kepada kamu, dan sekarang pintu itu akan terbuka dan itu membuat kamu bisa masuk dan menikah dengan Irsyad." Ucap Devi
"Aku tidak mau Dev, aku tidak mau senang di atas penderitaan wanita lain, dan aku juga sudah tahu kalau mas Irsyad sudah tidak memiliki rasa pada ku, jadi percuma meskipun aku menikah dengan nya aku hanya bisa memiliki raga nya, tapi tidak memiliki jiwa nya, sudah kamu jangan menambah masalah lagi Dev, biar kan mas Irsyad bahagia dengan Sindi, apalagi mereka sudah memiliki putra." Ucap Mela yang sudah jengah dengan pemikiran sahabat nya itu.
Di tempat Irsyad dan Sindi
Irsyad masuk ke dalam kamar setelah mengantarkan Mela dan Tia untuk pulang
Ceklek
__ADS_1
Pintu terbuka Irsyad masuk terlihat Sindi yang sedang bermain dengan Omar di atas tempat tidur.
"Sindi,, Mela membawakan ini untuk Omar." Ucap Irsyad lembut.
"Terima kasih katakan pada nya." Jawab Sindi.
"Baiklah nanti akan abang sampaikan pada Mela." Jawab Irsyad.
"A...aku harus benar benar meninggalkan mu bang, sayang mami minta maaf ya sayang, Mami tidak bisa kasih kamu kehidupan yang sempurna, mami tidak bisa kasih kamu sosok papi, kamu jangan khawatir sayang mami...mami yang akan menjadi ibu sekaligus ayah untuk kamu nak, mami akan pastikan kamu tidak akan kekurangan kasih sayang dari mami, mami akan memberikan kasih sayang lebih dari yang kamu butuhkan nak, maafkan mami."
"Mami sayang sama kamu tapi mami tidak bisa memaksakan orang lain untuk mencintai mami dan bersedia hidup dengan kita nak, hiks...hiks...hiks... Mami tidak kuasa sayang, mami hiks...hiks...hiks mami juga sedih harus berpisah sama mereka tapi mami tidak bisa paksa papi Irsyad mencintai mami."
__ADS_1
"Mami ingin papi Irsyad bahagia, papi sudah berkorban banyak untuk kita nak, papi rela mengorbankan kehidupan nya hanya untuk menepati janji nya sama ayah kamu nak, tapi mami tidak bisa hanya menjadi benalu yang Yang menghalangi kebahagian nya. Kamu harus tumbuh sehat sayang, kamu harus kuat menghadapi kehidupan kita nanti, meski kita hanya berdua, kamu sudah melengkapi kehidupan mami sayang, kamu anugerah yang tidak akan mami sesali karena kehadiran kamu, kamu yang menguatkan mami sampai saat ini, kamu memberi mami semangat saat mami hancur." Ucap Sindi
Sindi memandangi wajah kecil Omar yang saat ini tertidur lelap, Sindi tidak kuasa menahan buliran air mata nya, "hiks....hiks....hiks.... Kenapa dengan kehidupan ku ini Ya Allah kenapa Engkau membiarkan anak ku yang masih begitu kecil melewati masa sulit ini, apa salah ku Ya Allah." Ucap Sindi
...Hayo tebak, kelanjutannya bagaimana kakak...
...🌷🌷🌷...
...To be continued...
...Terima kasih sudah membaca karya saya...
__ADS_1
...Maaf kalau masih banyak kata-kata atau tulisan yang masih salah...