CINTA DALAM DOA

CINTA DALAM DOA
CDD 177


__ADS_3

Siang ini di perusahan Juna sedang berada di ruangannya, dia sedang bersiap-siap untuk melaksanakan rapaf, meskipun perusahaan itu sudah di serahkan kepada Juna, tapi Juna tetap melaporkan semua kepada Sang Oppa, Oppa sangat bangga mempunyai cucu seperti Arjuna, tapi ada yang membuat Sang Oppa sedih, Juna mau memimpin perusahan hanya sementara sambil menunggu sang adik Lian siap untuk memimpin perusahaan yang sekarang di pegang oleh Juna, Juna sebenarnya di beri Warisa oleh sang Oppa dan semua cucu-cucunya sudah mendapatkan bagian masing-masing, tapi khusus Juna, Juna tidak mau menerimanya karena dia sadar diri bahwa dia hanya seorang anak dan cucu Angkat saja, dia sangat bersyukur bisa di angkat menjadi salah satu keluarga Pamungkas, nama belakang yang diberikan kepadanya saja itu membuat dia bangga apalagi selama ini baik Oppa Omma Mommy dan Daddynya tidak pernah sedikit pun membandingkan antara angkat atau kandung, semuanya sama tidak ada perbedaan, Baik dari kasih sayang, pendidikan, semuanya sama, adik-adiknya ke Juna juga Sayang seperti Abang kandungnya, begitu juga dengan Juna terhadap Adik-adiknya sayang babget, penolakan dari Juna sempat membuat keluarga kecewa, mereka sempat berfikir kalau Juna tidak menganggap mereka keluarga lagi, dan akhirnya Juna memberi penjelasan kepada keluarga, setelag mendengar penjelasan dari Juna keluarga tetap kecewa tapi tidak mereka tampakkan, dan mau tidak mau keluarga mengiyakan kemauan Juna dengan syarat kalau Juna tidak boleh keluar dari keluarga Pamungkas, dimana pun berada dan sampai kapan Juna tetap salah satu anggota dari Pamungkas, Tidak bisa satu orang pun bisa menggantinya, dan Juna bersedia,

__ADS_1


Juna bangun dari duduknya menghadap ke luar sambil memasukan kedua tangannya kedalam saku celannya

__ADS_1


" Ya Allah terima kasih Engkau telah memberikan hamba keluarga yang sangat luar biasa, Hamba yang dari Bayi sudah di tidak di anggap sama keluarga kandungku, bahkan di buang ke tong sampah hidup di panti semuanya harus berbagi, saat pertama kali aku bertemu dengan Tante Tika yang sekarang aku panggil dengan sebutan Mommy merasakan ada getaran yang sangat luar biasa di hatiku, aku merengek untuk ikut dengan Mommy Daddy pulang, dan ibu panti mengizinan, mereka semua menyangiku seperti anak dan cucunya sendiri, sebenaranya aku ingin seperti Dadsy tapi Oppa mengingkan aku mengantikan posisi Oppa dan mau tidak mau aku harus mengiyakan dan akhirnya aku tanggalkan cita-citaku menjadi Abdi Negara seperti Daddy, aku yakin jalan yang aku ambil ini pasti sudah menjadi surat takdir yang harus aku jalani, dengan langkah tegap aku menerima ini semua, disaat aku sudah dewasa dan adik-adikku beranjak dewasa Oppa membagi warisan kepada cucu-cucunya, Daddy tidak mau menerimanya karena Daddy sendiri sudah mempunyai segalanya, sedangkan aku menolak pemberian warisan itu karena aku berfikir, aku tidak pantas untuk menerimanya, aku hanya anak dan cucu angkat, mereka sempat kecewa terhadapku tapi secara pelan-pelan aku memberi penjelasan akhirnya mereka mau menerima keputusan yang aku ambil, aku tahu dari mata mereka kalau mereka masih menyimpan kekecewaan terhadapku, tapi mereka dengan cepat menutupinya dan mengajukan syarat, setelah aku mendengar syarat dari mereka, aku menyetujuinya, Aku sayang banget sama mereka, aku berjanji aku akan menjadi gardah paling depan apabila ada orang-orang yang menyakati keluargaku, ya itulah janjiku pada diriku sendiri,

__ADS_1


...Maaf ya kak, kalau Up nya malam, karena masih butuh inspirasi kak, maaf ya kalau kurang sedikit nyambung sama bab sebelumnya, Jangan lupa tinggalin jejak ya kak, terima kasih, Happy Readinh ❤...

__ADS_1


__ADS_2