
" Hoek...hoek....hoek..." semua isi perut Kayla keluar padahal tadi di dalam pesawat tidak merasakan mual sama sekali tidak mual, kenapa saat naik mobil jadi pusing dan mual serta muntah
" Sayang..." Sandi memijat tengkuk istrinya pelan
Sopir yang melihatnya dari dalam mobil mengerutkna dahinya, merasa heran ada apa dengan istri bosnya itu
" Bu Kayla seperti hamil, kalau masuk angin tidak seperti itu muntahnya." pak sopir berinisiatif memberikan air mineral kepada istri bosnya itu
" Pak ini ada air."
" Terima kasih ya pak."
Kayla sudah merasa lega karena rasa mual di dalam perutnya sudah berangsur menghilang, Sandi membantunys dengan mengambilkan tisu dan memberikan air minum
" Terima kasih mas."
" Duduk dulu sayang, biar lega."
Kayla duduk di kursi pinggir pintu dan sengaja Sandi membuka pintu mobilnya agar ada udara luat yang masuk
" Mas, di kasih minyak kayu putih ya." pinta Kayla
Kayla merebahkan kepalanya di sandaran kursi, kemudian Sandi memberikan minyak kayu putih di pelipis Kayla
" Maaf pak, apa bu Kayla hamil."
Sandi menatap sopir dengan tersenyum
" Iya pak, alhamdulilah, tapi kenapa bapak bisa tahu?."
__ADS_1
" Bapak ini sudah mengalami merawat anak 4 kali jadi sudah paham pak Sandi, bagaimana wanita hamil."
Sandi tersenyum dan menganggukan kepalanya
" Mas, kita pulang."
" Iya sayang, ayo pak kita pulang."
" Baik pak."
Sopir masuk ke dalam mobil dan siap di belakang kemudi kembali
" Mas Ac nya di matikan saja ya, Kayla mual."
" Tapi panas sayang."
" Buka saja jendelanya pak." Ucap sang sopir
Kayla pun tersenyum dan menganggukan kepalanya
Sandi sebenarnya merasa seperti naik angkutan umum, kenapa mobil.mewahnua jadi terasa gerah, namun dia menuruti ostrinya agar tidak mua
" Sayang tidak mual lagi."
" Tidak mas, maaf ya mas, mobilnya jadi seperti angkutan umum." Kayla memaksakan senyumnya, merasa bersalah membuat mobil mewah milik suaminys seperti angkutan umum di jalannan.
" Tidak apa-apa sayang ." Sandi mengusap kepala Kayla dan membawanya ke dalam pelukannya
Pak sopir yang melihat ekspresi bosnya hanya menahan tawanya, demi istri mobil mewahnya seperti tidak ternilai
__ADS_1
Tidak lama kemudian sopir memarkirkan mobil di garasi rumah, setelah tadi mampir sebentar di mini market untuk membeli susu hamil
Cio yang sudah tidak sabar menunggu kedatangan bundanys menunggu di teras bersama omanya
Oma yang melihat semua kaca mobil di buka, berfikir apa kaca mobil rusak
" Assalamualaikum." ucap Sandi dan Kayla yang turun dari mobil melihat Cio dan oma menunggu di teras rumah
" Wa'alaikumsalan."
" Wa'alaikumsalam bunda." Cio langsung berlari menghampiri bundanya namun di tangkap oleh ayahnya
" Cio gandong ayah saja ya."
" Mau sama bunda yah."
" Bunda sekarang tidk boleh gendong Cio, Cio kan sudah besar." Cio memajukan bibirnya
" Ma, bagaimana kabarnya, sehat kan mas?." Kayla meraih tangan sang mama mertuanya dan saling berpelukan
" Sehat sayang."
Sandi pun melakukan hal yang sama seperti istrinya, mencium tangan dan pipi mamanya
" Mobil kamu Acnya rusak nak, perasaan kemarin mama pakai tidak apa-apa."
" Tidak ma, itu bawaan dari cucu mama yang tidak mau menciun AC mobil."
" Maksudnya?." Mama langsung memandangai Kayla dari ujung kepala sampai ujung kaki kemudian memeluk sang menantu yang berdiri di depannya dan mengusap perut rata Kayla
__ADS_1
...🌷🌷🌷...
...**To be continued ❤...