
"Ssuuutttt Irsyad meletakkan jari telunjuk nya di bibir Sindi biarkan abang mengatakan nya sekarang, abang hanya ingin kamu mendengarkan nya, Abang bukan orang yang pandai merangkai kata cinta untuk mengungkapkan perasaan abang, tapi abang fikir perhatian dan kasih sayang yang selalu abang tunjukkan pada kamu itu sudah membuat kamu mengerti perasaan abang untuk kamu seperti apa, abang hanya berfikir kita sudah menikah dan sudah tidak akan ada masalah datang yang akan membuat kita jauh, karena itu abang tidak pernah mengutarakan isi hati abang selama ini pada kamu. Ucap Irsyad yang masih setia memeluk Sindi dengan sepenuh hati, seperti tidak mau kehilangan istri nya lagi.
"Jika abang mencintai aku, lalu kenapa abang terlihat sangat jijik untuk menyentuh ku, aku fikir karena abang memang sangat jijik menyentuh barang bekas seperti aku." Jawab Sindi.
"Apa yang kamu katakan sama sekali tidak benar." Irsyad melepas pelukan nya dan mulai berlutut di hadapan istri nya, Irsyad memasukkan tangan nya ke dalam saku nya untuk mengambil sesuatu kemudian Irsyad meraih tangan Citra.
"Sindi Fatimah Wibisono MAUKAH KAMU MENIKAH DENGAN KU UNTUK YANG KE DUA KALI NYA???." Tanya Irsyad pada Sindi yang masih setia berlutut di hadapan Sindi.
__ADS_1
"Bang apa ini?." Tanya Sindi yang melihat suami nya berlutut dan mengeluarkan cincin
"Abang tahu kamu mungkin bingung dengan apa yang abang lakukan saat ini, menurut Agama, kalau seorang laki laki menikahi seorang wanita Dalam keadaan hamil maka hukum nya adalah haram, mungkin dulu abang menikahi kamu untuk Omar, tapi sekarang abang meminta kamu untuk menjadi istri abang dan menjadi ibu untuk anak anak abang, abang ingin menghalalkan kamu Sindi, kita lewati setiap cobaan dalam pernikahan kita dengan bersama sama dan sampai maut memisahkan kita." ucap Irsyad yang masih setia dengan posisi nya
"Bang hiks...hiks...hiks...." Sindi menangis terharu dengan apa yang di lakukan suami nya, dulu ia pernah bermimpi di lamar dengan cara romantis dengan orang yang ia cintai dan sayangi, sekarang terbukti bahwa ada laki laki yang melamar nya dengan sangat romantis, meskipun tempat ngelamar nya adalah di kamar.
"Terima terima terima." Sita berteriak, Teriakan dari Sita serta tepukan tangan itu membangunkan Omar yang sedang tidur pulas, tangisan Omar menambah kemeriahan acara lamaran itu, setelah Sindi menganggukkan kepala nya tanda setuju, Irsyad segera menyematkan cincin yang sudah ia persiapkan kapan hari, sebenar nya cincin itu hadiah buat Sindi karena Sindi sudah melahirkan putra yang begitu tampan, tapi biar lah nanti Irsyad akan membelikan nya lagi untuk hadiah melahirkan nya.
__ADS_1
...Hayo tebak, kelanjutannya bagaimana kakak...
...🌷🌷🌷...
...To be continued...
...Terima kasih sudah membaca karya saya...
__ADS_1
...Maaf kalau masih banyak kata-kata atau tulisan yang masih salah...